KKB di Puncak Jaya Kembali Beraksi, Dua Warga Sipil Ditembak, Satu Tewas
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 12 Apr 2022
- visibility 94
- comment 0 komentar

Salah seorang tukang ojek korban penembakan di Puncak Jaya/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius Fakhiri membenarkan, insiden penembakan dua orang tukang ojek oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Lumbuk, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Selasa (12/4/2022) sekitar pukul 10.00 WIT.
Dari aksi tersebut, satu orang tukang ojek berinisial SL, Suku Toraja, meninggal dunia akibat terkena tembakan di bagian rusuk kanan. Sedangkan korban selamat yakni SDP asal Makassar terkena luka rekoset di bagian kepala dan saat ini masih dalam kondisi sadar.
“Untuk korban yang selamat sudah dievakuasi ke RSUD Mulia untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut. Sedangkan, korban meninggal dunia masih menunggu pihak keluarga,” kata Kapolda saat memberikan keterangannya, Selasa siang.
Kapolda menyayangkan aksi penembakan ini, pasalnya Kabupaten Puncak Jaya dalam kurun waktu 2 tahun ini lebih kondusif dari gangguan KKB, namun hari ini wilayah tersebut kembali diganggu kelompok pengacauan keamanan.
“Saya berharap daerah lain jangan sampai terjadi seperti ini karena aktifitas ekonomi akan berjalan dengan baik jika kondisi keamanan daerah atau kabupaten kondusif,” harapnya.
Kapolda pun sudah menginstruksikan kepada Kapolres untuk segera berkoordinasi dengan Bupati Puncak Jaya guna melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka meminimalisir situasi yang berkembang di kabupaten tersebut.
“Saya minta Kapolres segera berkoordinasi dan berdiskusi dengan Pak Bupati, nanti kami dari Polda Papua akan mempertebal kekuatan di Puncak Jaya untuk lakukan monitoring di Gurage dan Kuliring sehingga penambahan (kekuatan) ini juga untuk mengawasi apakah masih ada kelompok yang ingin mengcaukan wilayah-wilayah yang sudah tenang,” ucapnya.
Ia tak menampik bahwa Kabupaten Puncak Jaya dulunya sangat rawan dengan aksi KKB sehingga diharapkan tidak ada lagi kejadian yang sama.
Dalam kesempatan ini, Kapolda pun mengingatkan para pencari nafkah seperti pekerja dan tukang ojek yang ada di Puncak Jaya, Nduga, Lani Jaya, Yahukimo dan Puncak agar belajar dari pengalaman yang sudah terjadi, sehingga lebih mempertimbangkan keselamatan dirinya.
“Saya yakin mereka sudah tahu kondisi di sana itu rawan, jadi jangan hanya karena ingin mencari nafkah lantas mengorbankan diri sendiri. Karena dari kejadian seperti mengantar penumpang ke Pos di Gurage, nah pulang-pulang langsung ditembak. Jadi saya ingatkan lagi perhatikan faktor keselamatan. Nanti saya juga minta Kapolres dan Bupati juga harus menghimbau masyarakat khususnya pendatang yang bekerja sebagai tukang ojek untuk tetap utamakan keselamatan dirinya,” tegas Kapolda.
Lebih jelas wilayak Puncak Jaya tidak lagi masuk dalam kategori pengawasan yang ketat, karena hampir dua tahun ini daerah tersebut aman dan terkendali.
“Tapi kita sayangkan hari ini ada kejadian (penembakan). Maka itu kita himbau semua untuk perhatikan faktor keamanan, apalagi Puncak Jaya ini kan diapit oleh dua daerah yang rawan (Lanny Jaya dan Puncak). Jadi, apa yang sering saya sampaikan ini tolong diingat dan diwaspadai, ”
Mengingat di daerah itu dulunya ada markas besar pimpinan Goliat Tabuni sehingga ia menduga pelaku masih bagian dari kelompok Goliat dan juga Lekagak Talenggen. Ia juga mengaku selalu mewarning soal keamanan di Puncak Jaya.
“Jadi setiap kita tekanan di Puncak pasti akan terjadi di Puncak Jaya. Ini yang saya ingatkan selalu. Mereka yang ada kelompok disini untuk diwaspadai baik di Tinggi Nambut, Gurage, Kuriling harus tetap waspada. Makanya saya juga minta Kapolres koordinasi dengan Bupati soal ini,” tandas Kapolda. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




