Sepakat, Kericuhan Wamena Diselesaikan Secara Adat dan Hukum
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 28 Feb 2023
- visibility 137
- comment 0 komentar

Acara mediasi penyelesaian kasus kericuhan Wamena yang menyebabkan 9 warga lokal meninggal dunia, dan 2 warga pendatang/ist
Wamena, Topikpapua.com, – Pihak keluarga korban sepakat menyelesaikan kericuhan Wamena, Kabupaten Jayapura, Papua Pegunungan, secara adat dan hukum.
Acara mediasi yang berlangsung tertib dan damai berlangsung di lapangan Pendidikan Jl. D.I Panjaitan Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (28/2/2023) sekira pukul 11.00 WIT.
Mediasi dihadiri Bupati Yahukimo Didimus Yahuli selaku Ketua Asosiasi Bupati Sepegunungan, Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo, Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip, Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S. Napitupulu, Forkopimda dan para tokoh di wilayah Papua Pegunungan.
Didimus Yahuli mengatakan semua aspirasi sudah diterima dan proses hukum sedang berjalan. Dan mediasi ini membahas permintaan dari setiap perwakilan daerah yang sudah menyampaikan aspirasinya.
“Jadi masalah akan diselesaikan secara budaya dan hukum yang berlaku, dan proses budaya dapat selesaikan dengan dibantu oleh para Bupati sesuai dengan tuntutan keluarga,” kata Didimus.
Sementara itu, Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan para almarhum korban kerusuhan.
“Saya dengan para pejabat hadir disini untuk mendengarkan aspirasi dari keluarga korban peristiwa kerusuhan kemarin,” ungkapnyan
Di tempat yang sama Namatus Gwjangge perwakilan DPR Kabupaten Nduga menegaskan, penyelesaian masalah diselesaikan dengan cara dua jalur, yaitu jalur hukum dan jalur adat.
“Demikian pula halnya perwakilan keluarga korban meminta denda dan ganti rugi, serta proses adat maupun hukum tetap berjalan. Sehingga jika benar pelakunya aparat keamanan TNI dan Polri maka segera diproses hukum,” tandasnya.
Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip menyampaikan ucapan terima kasih karena acara mediasi berlangsung dengan baik. dan masing-masing pihak dapat menyampaikan aspirasinya, termasuk pihak keluarga korban.
“Masyarakat yang mengikuti pertemuan kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan aman dan tertib. Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan Para Tokoh,”ungkapnya.
Dandim mengakan semua masyarakat ikut menjaga wilayah ini dengan baik, sehingga tetap aman dan damai.
“Saat ini situasi kondusif, terkait adanya berita situasi wamena lumpuh itu tidak benar, itu hoax,” tegasnya.
Secara terpisah Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman mengatakan, situasi Wamena saat ini dalam situasi kondusif dan aman. Keadaan tersebut didukung niatan tulus dari semua pihak, sehingga digelar mediasi penyelesaian masalah terkait kasus kerusuhan pada23 Februari 2023 yang mengakibatkan korban jiwa.
“Tadi acara tersebut dipimpin oleh Bapak Didimus Yahuli selaku Ketua Asosiasi Bupati Sepegunungan dihadiri para unsur Forkopimda, Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan serta dibantu oleh TNI Polri,” kata Kapendam.
Kapendam menambahkan, untuk kelancaran acara mediasi ini, pihak TNI membantu proses pengamanan agar aman dan lancar serta segera mendapat solusi.
Sebelumnya diberitakan terjadi kericuhan di Kelurahan Sinakma, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada hari Kamis 23 Februari 2023.
Kericuhan tersebut dipicu adanya isu penculikan anak. Warga yang termakan isu mencoba menghakimi dua orang yang diguga pelaku penculikan, saat polisi datang di TKP dan mengajak massa menyelesaikan masalah tersebut di Polres Jayawijaya, massa menolak dan mulai menyerang polisi.
Akibat aksi ricuh tersebut dilaporkan 12 warga sipil meninggal dunia dan 23 orang terluka. Sementata 18 personil TNI-Polri juga dilaporkan terluka. Selain korban jiwa dan luka, sebanyak 15 bangunan rumah dan kios warga juga ikut terbakar. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




