Kapolda Papua saat mengunjungi Polsek Nimboran yang dibakar massa / DS

Jayapura, Topikpapua.com, –  Pasca aksi pembakaran Mapolsek Nimboran oleh massa, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, mendatangi lokasi kejadian di Kampung Pobaim, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Selasa (03/08/21).

Usai meninjau kantor Polsek Nimboran yang hanya tinggal puing-puing, Fakhiri menggelar pertemuan dengan Ketua DPRD Jayapura, Kepala Distrik Nimboran, Kepala Kampung Pobaim, Tokoh Masyarakat dan keluarga korban penembakan di Aula Kantor Distrik Nimboran.

Baca Juga : Warga Tertembak, Massa Bakar Mapolsek Nimboran

Dari hasil pertemuan tersebut, diketahui kasus pembakaran Polsek Nimboran bermula ketika personel Polsek Nimboran mencoba mengamankan sejumlah warga mabuk yang sedang memalang jalan dan melakukan pemalakan.

Namun ketika hendak diamankan, mereka justru mengancam aparat keamanan dengan menggunakan linggis dan memaksa personel Polsek Nimboran melepaskan tembakan peringatan ke arah atas.

Baca Juga : Kejati Papua Selamatkan Rp3,566 Milyar Dana Otsus dari Dugaan Korupsi di DPPAD Papua

Peringatan tersebut tidak juga diindahkan oleh warga tersebut yang terus berusaha menyerang aparat. Akhirnya aparat keamanan melepaskan tembakan ke arah bawah.

Alhasil, Freserik Sem (22 tahun) yang dalam keadaan mabuk terkena luka rekoset di bagian kepala dan seketika jatuh pingsan.

“ Saat itu warga lain yang juga dalam kondisi mabuk mengira Freserik tewas dan mengajak warga lain untuk menyerang Polsek Nimboran, “Ungkap Kapolda kepada Pers, Selasa siang.

Baca Juga : Agustus Tidak Ada Lockdown, BTM : Status Kota Jayapura PPKM Level IV

Selain itu terungkap juga sejumlah masalah yang disampaikan warga dan keluarga korban, Seperti sering kosongnya Polsek Nimboran, maraknya judi togel, hingga peredaran minunan beralkohol.

“Peristiwa ini baru kali ini terjadi. Kita perlu lihat inti masalah, kalau mereka tidak mabuk, hal ini tidak mungkin terjadi. Tetapi apa yang terjadi ini mari kita saling mengkoreksi diri masing-masing,” ujar Ketua Dewan Adat Sentani (DAS) Namblong, Matheus Sawa.

Merespon hal tersebut, Kapolda Papua mengakui bila adanya penyerangan Polsek Nimboran karena personel yang ada tidak dekat dengan masyarakat.

Baca Juga : Security Kampus Uncen Tewas Ditikam, Pelakunya Masih Buron

Tetapi ia juga menegaskan aksi massa yang membakar Polsek tidak bisa dibenarkan dan harus diproses.

“Mekanisme hukum jalan, tapi mediasi secara budaya tetap dilakukan. Di Papua ini banyak masalah dapat diselesaikan dengan kearifan lokal,” kata Kapolda.

Fakhiri juga telah memerintahkan Kapolres Jayapura untuk mengevaluasi kinerja personel Polsek Nimboran.

Baca Juga : Tepati Janji, Danlanud JA Dimara Merauke Resmi Diganti

“Saya juga bekas Kapolres Kabupaten Jayapura, saya orang yang  selalu main di distrik, kenapa bisa begitu itu akan masuk dalam bagian evaluasi, apakah kita cukup dekat dengan masyarakat atau tidak, itu saya akan serahkan ke kapolres dan saya yakin beliau mampu mengevaluasi,” kata Fakhiri.

Terkait operasional Polsek Nimboran paska pembakaran, kapolda memastikan pelayanan ke masyarakat akan tetap berjalan dan Kapolres Jayapura akan meminjam bangunan milik Pemkab Jayapura untuk digunakan sebagai kantor sementara.

Hasil inventaris sementara akbiat pembakaran polsek Nimboran mengalami kerugian materil berupa, kendaraan roda 2 dinas sebanyak dua unit, kendaraan roda 2 pribadi sebanyak enam unit, kendaraan roda 2 barang bukti  tiga unit, satu pucuk Senpi jenis Brand Ceko, dan Mako Polsek Nimboran beserta barang Inventaris didalam hangus terbakar. (Redaksi Topik)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here