Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo beserta Uang senilai Rp.9,660 M yang di kembalikan oleh PT. Papua Graha Persada / Nug

Jayapura, Topikpapua.com, –  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua berhasil menyelamatkan uang negara Rp 9,660 miliar yang merupakan bagian dari dugaan kasus korupsi dana hibah transportasi di Kabupaten Waropen pada tahun anggaran 2016 dan 2017.

Kepala Kejati Papua, Nikolaus Kondomo menyebut uang itu dikembalikan oleh perusahaan transportasi yang menerima dana hibah tersebut.

Baca Juga : Kejati Papua ‘Endus’ Dugaan Korupsi Senilai 4 M di Dinas PPAD Papua

“PT. Papua Graha Persada pada 19 Februari 2021 telah mengembalikan kerugian negara yang telah dihitung oleh penyidik dalam perkara tersebut bahwa terdapat kerugian negara sebesar Rp 9,660 miliar,” ujarnya di Jayapura, Rabu (10/03/21).

Setelah uang kerugian negara dikembalikan sesuai perhitungan para penyidik, Nikolaus menyatakan bila kasus tersebut masih berjalan,Hanya saja dengan pengembalian uang itu sudah ada itikad baik dari pihak yang terlibat.

Baca Juga : Ketagihan Judi Online, Pegawai Bank Papua Korupsi Miliaran Dana Nasabah

“Langkah selanjutnya yang menyangkut penanganan perkara ini akan kita lihat bagaimana prosesnya. Tujuan utama kita adalah optimalisasi pengembalian kerugian negara,” kata dia.

Nikolaus memastikan setelah diterima kejaksaan, uang tersebut langsung dititipkan ke BNI.

Baca Juga : Eks Kadis dan Bendahara Jadi Tersangka Korupsi Dana Insentiv Guru

Kasus tersebut bermula dari temuan laporan fiktif pertanggubgjawaban dana hibah Rp 14,7 miliar dari Kabupaten Waropen pada 2016 dan 2017.

Dana tersebut diberikan untuk keperluan transportasi subsidi masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan PT. Papua Graha Persada dari satu distrik ke distrik lainnya di Waropen.

Total, penyidik Kejati Papua sudah meminta keterangan 13 saksi untuk mengungkap kasus dana hibah tersebut. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here