Ilustrasi Pilkada di masa Pandemic Covid-19 / ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Pilkada serentak di Provinsi Papua sudah digelar pada rabu, 09 Desember 2020. Banyak kejadian menarik dalam Pilkada kali ini, baik sebelum hari pencoblosan maupun paska pencoblosan.

Berikut 7 Fakta unik yangberhasil dihimpun tim redaksi topik pada Pilkada Serentak di Papua :

Boven Digoel : Paslon Yusak – Yacob VS KPU RI

Perjalanan Calon Bupati dan calon wakil bupati Yusak – Yacobus untuk bisa maju sebagai peserta Pilkada di Boven Digoel terbilang cukup fantastis, mulai dari proses pendaftaran, penetapan nomor urut hingga dipastikan sebagai peserta Pilkada, Paslon YY kerap di hadapkan dengan sejumlah masalah.

Oleh KPU RI Calon Bupati, Yusak Yaluwo dianggap tak memenuhi syarat sebagai calon Bupati karena belum lima tahun menjalani proses jeda setelah bebas dari kasus korupsi, akibatnya 3 Komisioner KPU Boven digoel dan 4 Komisioner KPU Papua di nonaktifkan oleh KPU RI karena dianggap telah meloloskan Paslon Yusak – Yacob sebagai peserta.

Baca JugaPilkada Boven Digoel Hampir Pasti Mundur, Ini Sebabnya..

Puncaknya, pada tanggal 28 November 2020, KPU RI mengeluarkan Surat Keputusan nomor 584 tahun 2020 tentang penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel yang isinya mendiskualifikasikan paslon Yusak – Yakob dan mengambil alih proses Pilkada Boven digoel.

Akibat SK KPU RI ini, massa pendukung paslon YY melakukan sejumlah aksi protes dengan serangkaian aksi ricuh yang terjadi di distrik Tanah merah, mulai dari pembakaran rumah, pemblokiran akses jalan utama hingga pengerusakan dan pertikaian yang memakan korban luka.

Baca JugaBoven Digoel Membara, Rumah Calon Bupati Dibakar, 1 Polisi Kena Panah

Jalur Hukum pun diambil paslon YY, dengan membuat surat keberatan atas putusan KPU RI. Surat tersebut di tujukan kepada Bawaslu Boven Digoel.

Dua hari berselang, KPU RI lalu kembali mengeluarkan Surat Keputusan yang isinya mengaktifkan kembali empat Komisioner KPU Papua untuk melanjutkan proses Pilkada di Boven Digoel.

Akhirnya Perjuangan paslon YY berbuah manis, pada Rabu 09 Desember 2020 lewat Majelis Musyawarah Bawaslu Kabupaten Boven Digoel di putuskan Paslon Yusak – Yacob dikembalikan hak politiknya sebagai Calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada di Boven digoel.

Selain mengabulkan permohonan Yusak – Yacob, Bawaslu juga membatalkan Keputusan KPU RI Nomor 584 tahun 2020 tentang penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel tertanggal 28 November 2020.

Bawaslu juga memerintahkan KPU Provinsi Papua selaku KPU Boven Digoel untuk menerbitkan Keputusan/Berita Acara tentang penetapan Yusak – Yacob sebagai pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel Tahun 2020.

Yahukimo :  Keterlambatan Pendistribusian Logistik Pilkada

Sudah menjadi langganan.., setiap perhelatan Pilkada di kabupaten Yahukimo, masalah ‘klasik’ ini terus terulang. Tahun 2020 berdasarkan laporan dari Bawaslu Papua, Hingga  H-1 masih ada 33 Distrik yang belum terdistribusikan logistik pilkada.

Bawaslu Papua mengklaim keterlambatan pendistribusian surat suara tersebut karena kelalaian pihak ketiga, dimana terlambat menyediakan sarana transportasi untuk proses pendistribusian.

Baca JugaPuluhan Distrik di Yahukimo Terancam Pilkada Susulan, Bawaslu : Ini Human Error..!

“H-1 mereka hanya menyiapkan 2 heli untuk mengangkut logistik ke 51 distrik, itupun heli yang satu nya berbadan kecil, heli yang berbadan besar disiapkan sudah menjelang siang hari, sehingga proses pendistribusian terlambat, “Ungkap Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Manoach kepada redaksi topik, selasa (08/12/20).

Tanggal 09 desember, Kapolda Papau terjun langsung ke Yahukimo, melihat kondisi dan situasi, dengan bantuan 2 unit helicopter dari Polda Papua, logistik untuk distrik yang tertunda perlahan mulai disistribusikan.

Akibat keterlambatan pendistribusian logistik proses pemungutan suara  pada tanggal 09 desember di Yahukimo tidak bisa di gelar secara serentak.

Yalimo – Panyanderaan Logistik Pilkada Oleh Paslon

Lain lagi ceritanya di kabupaten Yalimo, diduga tak terima dengan Juknis penggunaan sistem Noken, salah satu paslon dan massa pendukungnya menyandera logistik pilkada untuk 52 TPS di distrik Apalapsili.

“Informasi nya massa yang menahan logistik itu meminta agar pemilihan disana menggunakan sistem ikat atau noken, padahal untuk kabupaten Yalimo dan Pegunungan bintang sudah dikeluarkan dari juknis pengguna sistem noken,”Ungkap Komisioner Bawaslu Papua, Jamaluddin lewat rilis yang diterima redaksi topik, Selasa (08/12/20) malam.

Baca JugaMinta Gunakan Sistim Noken, Logistik untuk Distrik Apilapsili Yalimo di ’Sandera’ Paslon

Akibat peristiwa ini proses pemilihan di Distrik Apalapsili tidak di gelar pada tanggal 09 desember 2020.

“Hari ini (Kamis, 10 Desember) kita kawal pendistribusian surat suara ke 52 TPS di Apalipsili, dan  pemungutan suara akan dilakukan secara reguler pada hari Jumat tgl 11 Desember 2020, “Jelas Kapolda Papua kepada Redaksi Topik, Kamis (10/11/12) Malam.

Mambra – Dugaan Money Politik dan Perampasan Kotak Suara

Kasus dugaan Money Politik pada Pilkada di Kabupaten Mambramo raya santer beredar di media sosial, bahkan di kabarkan pelaku Money politik melibatkan salah satu Cabub dan kepala kampung di kabupaten Membramo raya. Total Money Politiknya pun lumayan besar.., 1 Miliar Rupiah.

Komisioner  Bawaslu Papua Amandus Situmorang, mengatakan setelah menerima laporan pada tanggal 1 Desember pihaknya langsung menelusuri kasus dugaan money  politik tersebut.

Berdasarkan laporan dan keterangan dari sejumlah saksi, Bawaslu Papua menduga ada oknum calon bupati yang menyerahkan Rp 1 miliar kepada salah seorang Kepala Kampung dan Ketua Tim Paslon Bupati dan Wakil Bupati di Kampung Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah, pada hari Senin 30 November 2020, sekitar pukul 12.15 WIT.

“Saat ini proses penyelidikan kasus dugaan politik uang ini sudah berjalan, dan dalam waktu 5 hari ini akan dibuat kajian hukum secara menyeluruh atau komprehensif, selanjutnya dikeluarkan rekomendasi.

Hasil rekomendasi Bawaslu nantinya akan dilihat apakah laporan dugaan politik uang ini ada unsur pidana atau tidak,” Jelas Amandus.

Selain Dugaan Money Politik, pada tanggal 09 desember 2020, di Mambramo raya juga terjadi juga aksi perampasan kotak suara yang dilakukan sekelompok orang.

Selain membawa kabur kotak suara, satu anggota Brimob Kotaraja yakni Brigpol Sudistianto dilaporkan terkena panah.

“ kejadian itu di Distrik Agreso 1, terjadi saat anggota sedang mengawal kotak suara, mereka diserang dengan panah, satu anggota terluka dan kotak suara nya berhasil dibawa kabur, “Kata Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpuw, Kamis (10/12/20).

Keerom – Bawaslu Papua Temukan Banyak Pemilih Fiktif

Rabu 09 Desember 2020, saat hari pencoblosan di gelar di kabupaten Keerom, Bawaslu Papua melakukan supervisi di beberapa TPS di kampung Arso II, distrik Arso Kota.

Hasilnya,  di dapati banyak warga yang hendak memilih dengan Form C Pemberitahuan milik orang lain.

“ Sampai siang ini kami Bawaslu Provinsi saat lakukan supervisi ke kabupaten Keerom,  di kampung arso dua, kami temukan di dua TPS yaitu penyalahgunaan form C pemberitahuan, kami temukan ada 11 orang yang mencoba memilih menggunakan identitas orang lain,” Ungkap Komisioner Bawaslu Papua, Niko Tunjanan kepada redaksi topik, Rabu (09/12/20) siang.

Baca JugaTemukan Pemilih Fiktif, Bawaslu Papua Terlibat Aksi Kejar-Kejaran di Pilkada Keerom

Dalam giat Suvervisi tersebut komisioner dan beberapa staf Bawaslu bahkan terlibat aksi kejar-kejaran dengan warga yang di pergoki mengantongi undangan milik orang lain saat hendak memasuki TPS 09 di Yuwananin distrik Arso.

“ Ini merupakan temuan kami dan akan kami buat dalam bentuk laporan yang akan kami limpahkan ke bawaslu kabupaten untuk segera di lakukan proses lebih lanjut, “ Tegas Niko.

Sembilan Distrik di Dua Kabupaten Pemilihan Susulan

Akibat lambat pendistribusian logistik pilkada di kabupaten Yahukimo, dilaporkan ada 8 distrik yang baru melakukan pencoblosan di hari kamis, 10 Desember 2020.

Delapan distrikdi Yahukimo yang baru melakukan pencoblosan di hari kamis adalah, Distrik Kosarek, Distrik Panggema, Distrik Yahuliambut, Distrik Ubahak, Distrik Ubalihi, Distrik Kona, Distrik Endomen dan Distrik Talambo.

Sedangkan di kabupaten Yalimo, Distrik Apilapsili baru akan melakukan encoblosan pada Jumat 11 Desember 2020.

Pilkada dengan Prokes Covid-19

Fakta unik yang ke tujuh adalah Pilkada tahun 2020 di seluruh Indonesia, termasuk Papua digelar dengan Protokol Kesehatan Covid-19.

Pantauan tim Redaksi Topik disejumlah TPS di kabupaten Keerom, telah melakukan prokes Covid-19, dimana semua warga yang memiliki hak pilih dan hendak masuk ke TPS diwajibkan memakai masker.

Warga lalu di minta untuk mencuci tangan, diukur suhu tubuh dan diharuskan menggunakan sarung tangan plastik.

Setelah menyalurkan hak politiknya, warga tidak mencelupkan jari ke dalam tinta, namun tinta diteteskan ke jari warga, kemudian warga boleh meninggalkan TPS, setelah kembali mencuci tangan.

Para petugas PPS juga di wajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di dalam TPS dengan durasi setiap 1 jam.

Demikian tujuh fakta unik pada Pilkada serentak tahun 2020 di Papua, Versi Redaksi Topik. (Nug)

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here