Rumah salah satu Calon kandidat bupati Boven Digoel yang di bakar massa/ ist

Tanah Merah, Topikpapua.com,  – Buntut digugurkannya pasangan Yusak – Yacobus oleh KPU RI, situasi di ibukota kabupaten Boven Digoel Papua makin memanas. Hari ini senin, 30 November 2020  dilaporkan massa kembali melakukan aksi pembakaran.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal kepada Redaksi Topik mengatakan, sejak pagi hingga petang terjadi serentetan peristiwa yang membuat situasi di tanah merah mencekam.

“ Mereka sudah kumpul mulai sekitar Pukul 09.00 wit, Massa melakukan pembakaran disepanjang jalan Trans Papua Arah Mindip dan Jalan masuk Kantor KPUD Boven Digoel, sempat hendak dibersihkan oleh anggota namun karena massa menolak dan untuk menghindari konflik aparat gabungan memiih mundur, “Kata Kombes Kamal via telepon selulernya, Senin petang.

Baca JugaKPU RI Gugurkan Paslon Yusak-Yakobus, Situasi Boven Digoel Memanas

Lanjut Kamal, Sekitar Pukul 14.15 wit massa mulai berkumpul dititik nol tanah merah dan berencana melakukan pawai keliling kota tanah merah.

Diakui Kamal, Pihak keamanan sudah mencoba melakukan negosiasi agar jangan melakukan pergerakan di wilayah kota akan tetapi tidak diindahkan oleh tim sukses dan mereka tetap melakukan konvoi.

“Mereka paksa melakukan konvoi, kemudian sekitar satu kilo meter dari kantor paslon 04 terjadi pembakaran,” ungkap Kamal.

Menurut Kombes Kamal, dirinya bersama Kapolres serta Dandim juga beberapa anggota polisi sempat mencegat massa, tetapi karena jumlah massa yang lebih banyak aparat memilih mundur.

Baca JugaSituasi Boven Digoel Memanas, Ini Pesan Kapolda Papua Kepada Warga

“Jumlah mereka sekitar 400 orang, karena kalah jumlah kami mundur dan rumah wakil bupati Boven digoel, yang juga calon bupati akhirnya terbakar, “jelas Kamal.

Selain itu, lanjut kamal, massa juga dilaporkan merusak kantor bupati kabupaten Boven Digoel.

Usai melakukan konvoi keliling kota, massa menuju ke kantor KPUD Boven Digoel dan sempat bersitegang dengan aparat gabungan yang tengah berjaga, akibatnya salah satu anggota brimob mengalami luka di bagian punggung sebelah kiri karena terkena panah.

“Luka nya tidak serius dan telah dirawat oleh tim medis polres Boven Digoel yang ada di TKP,” ujar Kamal.

Kombes Kamal juga menjelaskan bila ketegangan antara massa dan polisi yang berlangsung kurang lebih 15 menit. Ketegangan itu terjadi disekitar kantor KPU dan Kantor Demokrat yang digunakan sebagai kantor induk bagi tim sukses paslon 04.

“mereka memaksa masuk ke kantor KPUD, namun kita halangi, kita juga sita 50 anak panah milik massa, “tambahnya.

Kombes Kamal menyesalkan saat massa menganggap aparat keamanan seperti musuh, padahal tugas kepolisian hanya mengamankan.

“Ternyata ada massa yang tidak suka, bahkan saat mereka melihat polisi lewat mereka marah, ini salah paham, mereka punya masalah dengan KPU ya harus di tuntut di KPU bukan pada Polisi,” kata Kamal.

Walau demikian Kamal mengaku pihak keamanan akan tetap menjalankan tugas untuk memberikan rasa aman kepada warga lain di kabupaten Boven Digoel.

“ Apapun yang terjadi, tugas kami menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, kami harap agar persoalan ini bisa diselesaikan sesuai hukum yang berlaku, sesuai aturan dan mekanisme yang sudah diatur oleh undang-undang, “Pungkas Kombes Kamal. (Redaksi Topik)

4 KOMENTAR

  1. Selamat siang, izin apakah bapa ibu di studio membutuhkan kontributor di kabupaten nabire Papua, jika membutuhkan sy : Firdaus bertempat tinggal jln Surabaya depan Tk insan mandiri dgn nomor TLP 081344445234 bersedia membantu untuk memberikan laporan berita dan gambar visual jika dibutuhkan terimakasih atas kerja samanya. ,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here