Data Covid Provinsi dan Kota Jayapura Berbeda, BTM : Jangan Buat Masyarakat Bingung..!
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 1 Sep 2020
- visibility 1.969
- comment 1 komentar

Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano saat berdiskusi dengan Ketua Gugus Tugas covid-19 Kota jayapura, DPR Kota jayapura dan Kadis kesehatan kota jayapura / Nug
Jayapura, Topikpapua.com, – Walikota jayapura, Benhur Tomi Mano menyesalkan adanya perbedaan antara data covid-19 yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Provinsi Papua dengan gugus tugas Covid-19 kota Jayapura.
“ Sejak bulan april itu adat dari satgas provinsi dengan gugus tugas kota jayapura selalu beda, tak pernah sama, ini yang saya bingung juga, salahnya dimana..? saya sudah minta gugus tugas kita untuk singkronkan data kota dengan provinsi, tapi sampai hari ini data nya tetap beda, “Kata BTM, sapaan akrab Walikota Jayapura kepada Pers, Selasa (01/09/20) siang.
Menurut BTM dengan data yang berbeda ini akan membuat masyarakat bingung dan ini menunjukkan bahwa ada komunikasi yang salah antara satgas provinsi dengan gugus tugas kota jayapura.
“Saya sudah perintahkan ketua gugus tugas untuk segera komunikasi dengan satgas provinsi, kalau perlu duduk bersama untuk samakan data, “Ungkapnya.
Diakui BTM untuk data gugus tugas kota jayapura diimput berdasarkan data by name dan by adress, “Jadi yang masuk data kami di gugus tugas kota jayapura itu jelas, karena berdasarkan KTP kota jayapura, alamat jelas tinggal dimana, nama bahkan nomor telepon juga kami imput, “Beber BTM.
Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Papua per tanggal 31 Agustus 2020 , Jumlah Komulatif pasien positif di kota jayapura sebanyak 2118, pasien dirawat sebanyak 229, pasien sembuh sebanyak 1860, pasien meninggal dunia sebanyak 29 orang , kontak erat 495 dan suspek 214 orang.
Sementara data dari gugus tugas covid-19 kota jayapura di hari yang sama, Jumlah pasien Komulatif sebanyak 2118 kasus, pasien dirawat sebanyak 202, pasien sembuh 1889, pasien meninggal dunia 27 orang , kontak erat 327 dan suspek sebanyak 23 orang.
Berdasarkan data diatas nampak perbedaan jumlah baik itu pasien di rawat, pasien sembuh, pasien meninggal dunia, Suspek dan pasien kontak erat.
“Contohnya saja data yang meninggal dunia, data dari provinsi ada 29 orang, sementara data kami hanya 27 orang, nah pertanyaannya dua orang itu dari mana…??, “Tanya BTM.
BTM juga mempertanyakan perbedaan data suspek dengan kontak erat yang menurutnya sangat berbeda jauh.
“Coba lihat untuk data kontak erat provinsi, disebutkan disana ada 495 orang, sementara data kami hanya 327 saja.., juga data pasien suspek, data mereka sampai 214 orang sementara data kita hanya 23 orang saja. Inikan perbedaan yang sangat jauh sekali, “Beber BTM.
Diakui BTM bila selama ini banyak warga yang mengeluhkan soal data ini, “Banyak warga saya yang bilang data covid di kota ini naik terus, padahal dana sudah banyak sekali di keluarkan, bahkan proyek tidak jalan gara – gara dana di bagi ke covid semua, padahal data kita tidak sebanyak data dari provinsi.., ini ada apa…?,” tukas BTM.
Lanjutnya, Ini bedanya jauh sekali dan kita harus cari tau bedanya kenapa, harus kita duduk bersama antara gugus tugas kota dengan satgas provinsi, agar tau bedanya itu dimana dan mengapa. Data itu penting.., karena semua keputusan yang akan kita ambil itu berdasarkan data.., kalau data tidak valid, keputusan juga bisa tidak valid, “Jelas BTM. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




