Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Kapolda : 7 Terdakwa Rusuh Papua ‘Desain’ Aksi Demo Melawan Negara

Kapolda : 7 Terdakwa Rusuh Papua ‘Desain’ Aksi Demo Melawan Negara

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 15 Jun 2020
  • visibility 1.625
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com – ‘Melakukan rapat, pertemuan, Bermufakat dan Memimpin Demonstrasi dengan tujuan melawan negara’ itulah peran yang dilakukan 7 terdakwa makar yang saat ini menunggu putusan di PN Balikpapan.

Demikian kata Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpau, saat memaparkan cerita singkat tentang rentetan kejadian Agustus 2019 silam saat Thematic Discussion Groub The Spirit Of Papua yang berlangsung di Hotel Aston, Senin (15/06/20).

Kata Kapolda, upaya signifikan pada 18 Agustus 2019 oleh 7 terdakwa ini, dilakukan setelah kejadian di Malang pada 15 Agustus, Surabaya 16-17 Agustus 2019.

“Ini tidak bisa hanya dikatakan gerakan, itu upaya yang sudah diatur sedemikian rupa , oleh mereka yang sudah kita tangkap dan tahan dan sekarang mereka di Balikpapan dan beberapa pihak lain yang masih dijadikan DPO,” kata Kapolda

Dimana setelah rapat dan pertemuan tanggal 18 Agustus, terjadi unjuk rasa di tanah Papua yang dimulai pada 19 Agustus di Papua Barat, 21 Agustus di Mimika, 29 Agustus di Jayapura dengan menurunkan Merah Putih dan naikkan Bintang Kejora dan terkahir 23 septermber unjuk rasa anarkis bersamaan di Jayapura dan Wamena.

Kata Kapolda, persoalan ungkapan monyet sebagai rasis itu betul menyinggung kita sebagai warga masyarkat Papua, tapi itulah yang digunakan sebagai triger oleh mereka, untuk melakukan sejumlah upaya-upaya dengan tujuan melawan negara.

“ Mereka itu ada unsur-unsurnya. Bermufakat, Rapat dulu, kemudian memimpin demonstrasi dengan tujuan melawan negara,” tegas Kapolda.

Jika hari ini banyak yang bicara soal tersangka, dakwaan yang mereka terima, lantas lupa dengan korban akibat kerusuhan itu.

Bagaimana eksodus masyarakat yang ketakutan, hiruk-pikuk masyarakat yang minta ditolong, bahkan ada satu keluarga dibantai satu rumah dan dibakar, korban terus menjerit, dan menangis.

“Tapi hari ini banyak orang hanya bicara tersangka, hanya dimuara saja, tidak bicara dihilir persoalan. kita harus jujur ditanah ini, bicara apa adanya. kalau bicara tersangka, kita juga bicara korban, itu baru ada solusi. Saya katakan, harus ada keseimbangan melihat ini,” tegas Kapolda

Lanjut Kapolda, Aparat hukum tugasnya menggodok itu semua, selanjutnya Kejaksaan dan Pengadilan melanjutnya sebagaimana bukti. Lantas timbul banyak pertanyaan?

Kenapa rasisme ini menjadi makar..? Kapolda mengatakan, ada pasal dakwaan yang dianggap berbeda antara pelaku Surabaya di Papua.

Bahwa Kepolisian menggunakan dakwaan gabungan tindak pidana. Sehingga jangan dianggap Polisi mendakwa 7 orang itu sebagai pelaku makar saja. Ada sejumlah pasal yang didakwakan, mulai 110, 160,170, 106 KUHP dan jo 55 dan 56, kesemuanya terungkap kemarin dipersidangan.

“Dan kenapa semua dakwaan lebih kepada pasal 106 KUHP? karena muaranya ke situ. Perlawanan melawan negara. Ada alat bukti, petunjuk, saksi yang mendukung semua itu ada dan sedang diuji saat ini,” kata Kapolda

Fakta lain yang diungkap Kapolda, pada 15 Agustus 2019 saat ia bertemu dengan anak-anak mahasiwa di Malang, mereka mengakui saat mereka tiba, mereka di dogma oleh kelompok aliansi ini. “Bagus diawal bapa, tapi ujungnya memerintahkan kita agar ikuti maunya mereka untuk melawan negara,” ungkap kapolda

Sehingga, lanjut Kapolda, jika ditanyakan apa relevansinya tentang makar dan rasisme. Bahw ada perbuatan melawan hukum yang ujungnya melawan negara.

“Ujungnya ingin memisahkan diri dari negara kesatuan NKRI,” kata Kapolda sembari memperlihatkan video saat bendera merah putih di turunkan dan digantikan Bintang Kejora.

Tersangka lain yang terlibat dalam kerusuhan yakni pengrusakan, pembakaran, penganiayaan, kata Kapolda sudah di proses. Ada beberapa orang yang tidak bisa dibuktikan penyidik, itu sudah dibebaskan, ada juga yang sudah menjalani masa tahanannya.

“Tapi actor dari semua ini, adalah mereka yang ada di Kalimantan timur,” jelas Kapolda.

“Jadi jangan bicara di muara saja, tapi hulu masalah ada sebagian anak-anak kita yang terdoktrinisasi oleh pihak lain yang menyatakan lawanlah negara, dan buktinya cukup,” akunya.

Kembali menyinggung soal proses persidangan ke 7 terdakwa yang di lakukan di Luar Papua, Kapolda menyebut sudah ada pengalaman dan bahkan praduga itu mulai terlihat.

Tahun 2005 saat Sidang Makar Yusak Pakage rusuh saat berlangsung di PN Jayapura. Kepolisian, kata Kapolda, tidak mau Papua terus menerus menjadi titik sentra kekerasan, sehingga demi keamanan dan kenyamanan kita alihan ke Balikpapan.

“Dan praduga itu sudah bisa kita lihat saat ini, bayangkan kalau mereka ada disini, sidang-sidang itu pasti berantakan, masyarakat tuntut bebaskan 7 orang ini seolah itu persoalan politik,” tegas Kapolda.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda beharap kepada pimpinan dan tokoh-tokoh termasuk pemimpinan keagamaan, ketika ada masalah seperti itu, mohon turun bersama ke lapanga, bicara dan tengani semuanya.

“Jangan diam, setelah dimuara baru bicara dan tidak pernah ajak bicara dengan kami yang dihulu ini. Kita semua anak Papua Asli, kita bicara, tangani persoalan, eliminir bersama, jangan nanti sampai muara bilang polisi tidak beres,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menyinggung adanya pemetaan konflik dengan bahasa yang kurang santun di media sosil. Kata Kapolda, lebih baik aksi tersebut dihentikan, agar tidak ada tindakan hukum.

“ Lebih baik stop, kalau kita lakukan penindakan dengan UU ITE nanti dibilang Polisi sombong, kaka jahat lagi, padahal semua ada aturannya, ini negara hukum, kalau kami tidak lakukan itu nanti dibilang tidur, jadi tolong pahami, kalaua ada hal-hal yang kurang baik mari kita duduk dan bicara,” Pungkas Kapolda. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Mobile Catat Rekor Tertinggi, Layani 216 Ribu Transaksi Sepanjang 2025 di Papua

    PLN Mobile Catat Rekor Tertinggi, Layani 216 Ribu Transaksi Sepanjang 2025 di Papua

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW PPB) kembali menorehkan pencapaian gemilang dalam aspek pelayanan pelanggan. Hingga bulan November 2025, aplikasi PLN Mobile mencatat rekor transaksi tertinggi di wilayah Papua dengan total melayani 216.571 transaksi. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 45,08% dibandingkan periode yang sama pada tahun […]

  • Mendagri Tito Sebut Hadapi Corona Harus Dengan Strategi Sun Tzu

    Mendagri Tito Sebut Hadapi Corona Harus Dengan Strategi Sun Tzu

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Jendral Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, PH.D mengatakan untuk menghadapi virus corona harus menggunakan strategi perang Sun-Tzu. “Ini merupakan Pandemi Global yang dimana masing – masing Negara sibuk mengurusi Negaranya sendiri, menurut saya, pandemi ini kita harus menghadapi dengan Prinsip Sun-Tzu yang artinya […]

  • Peduli Pendidikan, Bupati Merauke Bantu 5000 Unit Handphone  

    Peduli Pendidikan, Bupati Merauke Bantu 5000 Unit Handphone  

    • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Merauke, Topikpapua.com, – Bupati Merauke, Romanus Mbaraka dan Wabup Riduwan menyerahkan sebanyak 5000 unit telepon genggam (HP) android secara simbolis  dan bertahap kepada perwakilan siswa kelas 6 Sekolah Dasar, SMP dan SMA di Gedung Negara Merauke, Rabu (6/4/2022). Bupati Romanus mengatakan, penyerahan bantuan HP ini sebagai wujud pemenuhan janji politik saat awal kampanye kepada masyarakat […]

  • Dukung DOB, Ini Komentar Tokoh Agama dan Pemuda Papua   

    Dukung DOB, Ini Komentar Tokoh Agama dan Pemuda Papua  

    • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Papua Pdt. MPA Mauri menghimbau seluruh masyarakat Papua turut serta menjaga kamtibmas pasca pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Tanah Papua. Menurutnya masyarakat harus mendukung pemerintah pusat menyukseskan setiap program yang sudah dicanangkan untuk Provinsi Papua. “Saya mengajak supaya kita sebagai umat Tuhan menyerahkan seluruh keamanan aktivitas kita dalam […]

  • Herman Enumbi: Pilkada Adalah Pesta Demokrasi, Wajib Kita Jaga! 

    Herman Enumbi: Pilkada Adalah Pesta Demokrasi, Wajib Kita Jaga! 

    • calendar_month Kam, 23 Mei 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Tokoh masyarakat Puncak Jaya wilayah Keerom Herman Enumbi meminta kepada semua pihak untuk menjaga keamanan jelang Pilkada 2024 mendatang. “Pilkada adalah pesta demokrasi, maka pesta itu harus dimaknai dengan kemeriahan,” ucap Herman, Kamis (23/5/2024). Eks prajurit TNI AD ini memastikan masyarakat Puncak Jaya yang ada di wilayah Keerom akan mendukung pemerintah guna […]

  • Disaksikan Kapolda Papua,  Semi Final Tinju Putra Aman dan Lancar

    Disaksikan Kapolda Papua, Semi Final Tinju Putra Aman dan Lancar

    • calendar_month Sel, 12 Okt 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Jayapura,Topikpapua.com, –Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius D Fakhiri selaku Ketua Kontingen Papua berama Ketua Pertina Papua, Ricky Ham Pagawak menyaksikan pertandingan babak semi final tinju putra PON XX Papua, yang berlangsung di Venue Tinju GOR Cenderawasih Jayapura, Papua, Selasa (12/10/2021). Pertandingan yang dimulai sejak pukul 15.20 WIT ini, juga turut dihadiri Kepala SPN Jayapura Polda […]

expand_less