Terkait Demo Siswa/wi SMA di Yahukimo, Ini Komentar Bupati Didimus
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 23 Jan 2022
- visibility 71
- comment 0 komentar

Bupati Kabupaten Yahukimo, Didimus Yahuli/ ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli akhirnya memberikan tanggapannya terkait aksi demo damai para pelajar SMA dan SMK soal penggunaan gedung SMA Ninia, SMA Negeri 2 dan SMK Negeri yang ditempati personel Brimob BKO Polres Yahukimo.
Menurut Didimus, alasan anggota Brimob menempati gedung sekolah tersebut lantaran terjadi penumpukan personel dan membutuhkan sarana tempat tinggal.
“Kan anggota yang sebelumnya harus ditarik dan yang baru datang, ketika terjadi pergantian inilah terjadi penumpukan anggota, karena yang lama belum pulang. Semestinya mereka pulang pada 25 Januari 2022, tetapi yang baru terlanjur datang, sehingga mereka (anggota) perlu tempat, tidak mungkin mereka tidur di pohon, tidak mungkin tidur di jalan,” kata Didimus, Sabtu (22/1/2022).
Ditegaskan Didimus, bukan sebuah persoalan ketika sebuah gedung sekolah dipakai sebagai tempat tinggal sementara bagi aparat keamanan. Dan ini, sambung dia, menjadi tanggung jawab Pemda setempat dalam hal ini Pemkab Yahukimo.
“Bukan menjadi tanggung jawab polisi. Jadi orang di luar sana berbicara tentang Yahukimo, padahal mereka tidak mengerti susahnya Yahukimo itu seperti apa,” tegasnya.
Ia mengaku secara pribadi sangat kesal dan tidak menerima dengan apa yang disampaikan oleh masyarakat di luar yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan.
“Jadi, yang bisa saya sampaikan disini bahwa polisi sudah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Sekolah yang dipakai itu saya tahu dan saya sengaja tidak berbicara di media manapun, karena itu ada yang menyusup, ada yang memompa anak-anak (pelajar),” aku Didimus.
Masih dikatakan Didimus, penggunaan gedung sekolah untuk tempat tinggal sementara personel Brimob juga tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah bersangkutan. Pasalnya, kegiatan belajar mengajar tatap muka juga belum terlalu aktif.
“Guru-guru juga belum tentu datang, dan hari Senin saya akan Survei langsung apakah guru-guru lengkap atau tidak, proses belajar mengajarnya seperti apa dan para kepala sekolah akan saya panggil untuk meminta penjelasan,” terangnya.
Lebih jelas Didimus menyesalkan pihak-pihak yang menghasut anak-anak pelajar untuk melakukan unjuk rasa terkait gedung sekolah mereka yang digunakan personel Brimob. Seharusnya pihak sekolah berdiskusi lebih dulu dengan bupati atau sekda terkait hal tersebut.
“Semua ada tahapan-tahapannya, tetapi hal tersebut terjadi dan diblow up oleh orang-orang yang tidak senang dengan TNI-Polri. Orang-orang yang tidak senang dengan pembangunan di Kabupaten Yahukimo, sehingga Yahukimo seperti hal yang luar biasa,” akunya.
Sebagai pihak yang bertanggung jawab, Pemerintah Kabupaten Yahukimo sudah memindahkan anggota Brimob dari sekolah ke aula milik pemerintah. Sekolah telah dikosongkan dan pada hari Senin 24 Januari 2022, guru dan pelajar akan bersekolah normal.
“Jadi orang di luar berbicara di media atau media sosial, mereka tidak tahu psikologi publik masyarakat Yahukimo ini seperti apa, keamanan ada baru sekolah bisa lancar. Jka keamanan tidak ada bagaimana sekolah (kegiatan belajar mengajar) bisa jalan, hal ini yang namanya saling memberikan manfaat satu sama lain. Yahukimo sudah damai, sudah tenang, dan tidak ada masalah,” terangnya kehadiran polisi di sini sangat penting apalagi bersinergi dengan TNI, sehingga semakin damai dan senang lantaran pembangunan bisa berjalan dengan baik.
Diketahui sebelumnya ratusan siswa siswi di 4 SMA di Yahukimo menggelar aksi demo di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Yahukimo. Mereka menuntut agar pemerintah daerah segera mengeluarkan anggota Polri yang di tempatkan di sekolah mereka. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


