Mendagri Tito Sebut Hadapi Corona Harus Dengan Strategi Sun Tzu
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 10 Jul 2020
- visibility 538
- comment 0 komentar

Menndagri Jendral Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, PH.D saat memberikan bantuan masker secara simbolis kepada wagub Papua, Klemen Tinal/ ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Jendral Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, PH.D mengatakan untuk menghadapi virus corona harus menggunakan strategi perang Sun-Tzu.
“Ini merupakan Pandemi Global yang dimana masing – masing Negara sibuk mengurusi Negaranya sendiri, menurut saya, pandemi ini kita harus menghadapi dengan Prinsip Sun-Tzu yang artinya adalah prinsip strategi perang dengan mengenali kondisi musuh atau penyakit kita, “Kata Tito saat memberikan pengarahan di depan Forkompinda dan gugus tugas Covid-19 Papua, Jumat (10/07/20).
Dijelaskan Mantan Kapolda Papua, Dalam waktu 5 bulan di seluruh dunia, dari 216 Negara yang terinveksi Covid – 19, terkonfirmasi sudah 10.321.689 kasus dan yang meninggal sebanyak 507.435 orang.
“Pandemi Covid – 19, ini bagi saya merupakan pandemi terluas yang pernah terjadi di seluruh Dunia, ada 2 pandemi besar yang memakan korban jiwa banyak, pada abad ke – 14 yaitu Pandemi The black death (1347 – 1351) membunuh 1/3 hingga 2/3 Populasi di Eropa, kedua Pandemi Spanish Flu (1918) yang mengakibatkan korban meninggal dunia sekitar 50 juta orang, ini hanya terjadi di Negara Spanyol setelah perang dunia ke II, inilah pandemi terluas di Dunia, “Beber Tito.
Dengan adanya Pandemi Covid – 19 ini terjadinya demand yang disebut permintaan barang semakin berkurang oleh pembeli, dengan demikian terjadi banyaknya pengangguran, PHK, karyawan dirumahkan maupun krisis sosial.
“Ada suatu dilematis antara mengutamakan kesehatan publik atau mau menyelamatkan ekonomis atau keuangan. Ini harus di cari balance atau keseimbangan, artinya ekonomi dan kesehatan berjalan bersama,”Kata Tito.
Mantan Kapolri itu juga menerangkan akibat pandemik covid-19 ini bisa terjadi krisis ekonomi maupun sosial, “Pemerintah daerah harus extra generic, oleh karena itu kita harus berinovasi membalance sesuai kondisi objektif daerah masing – masing dan perlu adanya kerja sama, mobilisasi antara Pemerintah Daerah, TNI – Polri, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh masyarakat, Ormas, dan masyarakat sendiri yang harus mempunyai kesadaran yang tinggi dan menjadi ujung tombak dalam memutus mata rantai penyebaran Covid – 19, “Terang Tito.
Dirinya berpesan, agar pemerintah Papua segera melakukan Local wisdom atau social Wisdom dengan menggandeng Tokoh Gereja atau tokoh Agama, Tokoh Adat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat kita, karena masyarakat kita yang menjadi ujung tombak dalam memutus mata rantai Covid – 19.
“Caranya dengan memperhatikan Protokol Kesehatan antara lain menggunakan Masker, Cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir serta jaga jarak, “Ujarnya.
Mendagri Tito juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi terkait intensif tenaga medis dalam pandemik covid-19 di Indonesia.
“Perintah Presiden, untuk insentif Dokter spesialis 15 juta, Dokter biasa 8,5 juta, Ditnakes 6,5 juta, tenaga medis meninggal diberikan santunan sebanyak 300 juta, untuk itu Kementrian keuangan harus meminta data pendukung, karena ini akan menjadi perosalan hukum jika tidak ada data pendukung akan menjadi temuan oleh Kejati, Kepolisan dan KPK, untuk itu Kepala Dinas Kesehatan harus mengirim data tenaga medis secepatnya, dari spesialis sampai relawan, dengan data itu bisa cepat di eksekusi oleh Kementrian Keuangan, “Jelasnya.
Hingga saat ini berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Papua, jumlah komulatif pasien positif covid-19di Papua sebanyak 2.107 kasus. Kasus paling tinggi ada di Kota Jayapura sebanyak 1.218 kasus, kedua Kabupaten Mimika 429 kasus, Kabupaten Jayapura 205 kasus, Kabupaten Biak 83 kasus, dan Kabupaten Keerom 50 kasus. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




