Ditahan Imbang Bali United, ‘Srikandi Nawi Arigi’ Masih Pimpin Kelasmen
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 22 Okt 2019
- visibility 1.156
- comment 0 komentar

Tim Galanita Persipura Tolikara / Acp
Bali, Topikpapua.com, – Galanita Persipura Tolikara harus puas berbagi angka dengan tuan rumah Bali United Putri usai bermain imbang 2-2 pada lanjutan Kompetisi Liga 1 Putri 2019 series kedua, yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Selasa (22/10/19) malam.
Dua gol Persipura Tolikara lahir lewat Rulin aspalek pada menit ke 37 dan Barbalina Salampessy pada menit ke 87, sedangkan dua gol Bali United lahir lewat Hamida Kurnia Dewi pada menit ke 26 dan 64.
Meski ditahan imbang, tambahan satu poin tetap menempatkan Galanita Persipura Tolikara di puncak klasemen grup B dengan 16 poin dari hasil lima kali menang, sekali kali seri dan sekali kalah. Tim Nawi Arigi masih dibayang-bayangi oleh Arema FC di peringkat dua yang hanya terpaut satu poin.
Pelatih kepala Galanita Persipura Tolikara, Samuel Weya mengatakan, bahwa kedua tim bermain sama baik. Hanya saja kepemimpinan wasit membuat rusak mental pemainnya. Bahkan dikatakan Samuel, gol pertama tuan rumah murni merupakan pelanggaran.
“Lagi dan lagi kami sangat dirugikan dengan kepemimpinan wasit. Terbukti dengan gol pertama tuan rumah, dimana bola sudah dalam pelukan kiper kami, namun salah satu pemain lawan menabrak kiper kami dan bola terlepas kemudian masuk jaring, jelas itu sangat pelanggaran namun wasit justru menganggap gol itu sah,” ungkap Samuel kepada Redaksi Topik, Selasa (22/10/19).

Dikatakan Samuel, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada Komdis PSSI untuk menurunkan wasit yang benar-benar bisa memimpin jalannya pertandingan dengan fair, tanpa harus mengorbankan salah satu tim.
Selain itu, kendala lain yang dialami oleh Galanita Persipura Tolikara diseri kedua, tidak adanya lapangan latihan untuk mereka. Sehingga hal itu dinilai sangat mengganggu persiapan timnya jelang pertandingan.
“Selama serie kedua yang di selenggarakan di Bali, kami sangat susah untuk mendapatkan lapangan latihan. Setiap hari pemain hanya fisik saja, untuk latihan sentuhan bola serta taktik kami tidak lakukan karena tidak adanya lapangan yang kosong,” ujarnya.
Meski begitu, Samuel tetap yakin timnya bisa kembali mendulang tiga poin di laga berikutnya saat berhadapan dengan PSM Makassar Putri di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Jumat (25/10) mendatang.
“Soal sentuhan pemain sudah bermain bagus, hanya saja wasit yang selalu merusak mental pemain. Dan untuk laga berikutnya kami optimis bisa kembali meraih hasil yang baik untuk menjaga posisi kami di puncak klasemen,” tandansya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




