Jelang Idul Fitri, Gubernur Fakhiri Minta Stok Bahan Pokok Hingga Keamanan Mudik Diperhatikan
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 11 Mar 2026
- visibility 224
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapuacom, – Pemerintah Provinsi Papua menggelar rapat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2026, mulai dari ketersediaan bahan pokok, keamanan, hingga kelancaran arus mudik masyarakat, Rabu (11/3/2026).
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan koordinasi ini penting dilakukan sejak bulan Ramadan untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik hingga perayaan Idul Fitri.
“Tentunya hari ini kami melakukan rapat koordinasi terkait dengan penanganan Idul Fitri. Sebagaimana biasanya pemerintah melakukan penanganan saat Natal dan Tahun Baru, sekarang juga ada penanganan khusus untuk Idul Fitri yang dimulai sejak bulan puasa hingga nanti pelaksanaan salat Idul Fitri,” ujar Gubernur Fakhiri .

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga melakukan pengecekan terhadap ketersediaan bahan pokok serta stabilitas harga di seluruh wilayah Papua.
“Kita perlu cek semua ketersediaan bahan pokok, termasuk harga-harga yang mendukung kebutuhan masyarakat. Ini juga berkaitan dengan Pertamina, Pelni, dan seluruh pihak yang berhubungan dengan distribusi logistik di setiap kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menerima berbagai masukan dari sejumlah instansi terkait, termasuk BMKG dan aparat keamanan, untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi selama masa mudik dan libur Idul Fitri.
Gubernur menegaskan, aparat keamanan diminta untuk mengawasi distribusi bahan pokok agar tidak terjadi penimbunan yang dapat memicu lonjakan harga di pasar.
“Kami minta pihak keamanan membantu pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keamanan bahan pokok. Tidak boleh ada penumpukan yang mempengaruhi fluktuasi harga di pasar. Kalau ada yang berusaha nakal, tentu harus ditindak tegas sesuai hukum supaya masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.
Pemerintah juga memastikan pengawasan terhadap lalu lintas transportasi, baik darat maupun laut, agar arus mudik berjalan aman dan tertib.

“Kalau semua bisa kita kontrol dengan baik, mudah-mudahan masyarakat yang mudik bisa melakukan perjalanan dengan aman, meninggalkan rumah juga aman karena dikontrol oleh aparat keamanan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penurunan harga tiket transportasi agar masyarakat lebih mudah melakukan perjalanan, termasuk melalui kapal laut bagi pelajar dan masyarakat yang berada di luar Papua.
Di sisi lain, Gubernur juga memastikan pemerintah daerah akan menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur pemerintah guna mendorong perputaran ekonomi di masyarakat.
“Kami di provinsi akan membagikan THR dan TPP. Mudah-mudahan ini bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan belanja masyarakat selama libur Idul Fitri,” katanya.
Gubernur juga menegaskan bahwa seluruh kepala daerah diminta tetap berada di wilayah tugas masing-masing selama masa libur Idul Fitri untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Ada edaran dari Menteri kepada kami para kepala daerah agar tidak meninggalkan tempat. Artinya semua kepala daerah harus tetap berada di wilayahnya supaya kalau ada kejadian bisa segera turun dan menangani,” tutupnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




