Pekan ke Tiga, Gubernur Fakhiri Lakukan Hal ini untuk Papua Cerah
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 2 Nov 2025
- visibility 453
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua com, – Sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas publik, Pemerintah Provinsi Papua melalui program rutin “Lapor Rakyat Sepekan” kembali menyampaikan laporan kegiatan dan agenda kerja Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, sepanjang pekan 27–31 Oktober 2025.
“Program ini merupakan sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan rakyat, agar setiap langkah pembangunan dapat diketahui dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Papua,” ujar Jubir Gubernur Papua, M. Rifai Darus, Minggu (02/10/2025).
Sepanjang pekan ini, Gubernur Papua menjalankan sejumlah agenda penting di Jayapura yang mencerminkan tiga fokus utama kepemimpinan beliau,” Menata pemerintahan yang bersih, memperkuat konektivitas ekonomi, serta merawat harmoni sosial dan budaya Papua,” kata Rifai.
Pada Senin 27 Oktober, Gubernur mengunjungi anak-anak panti asuhan korban kebakaran di Jayapura. Dalam kunjungan penuh empati itu, Gubernur menyampaikan dukungan moril serta memastikan pemerintah hadir membantu pemulihan fasilitas dan kebutuhan dasar anak-anak tersebut, “Jangan takut, sekarang saya bapak kalian,” ujar Gubernur Fakhiri didepan puluhan anak-anak penghuni panti.

Hari Selasa, 28 Oktoberdiisi dengan pertemuan bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan perwakilan tokoh adat. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur meminta BBKSDA untuk aktif terlibat dalam pemberdayaan ekonomi rakyat, bukan hanya dalam pengawasan kawasan konservasi. Gubernur menegaskan pentingnya keseimbangan antara pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di hari yang sama, Gubernur juga menerima pihak CIMB Niaga yang menyatakan kesiapan meluncurkan mobil kas keliling guna memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Papua.

Pada Rabu, 29 Oktober, Gubernur membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Pemerintah Daerah 2025, menjadikan Papua sebagai provinsi pertama di Indonesia yang melaksanakan Rakorwas tersebut. Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya aparatur pengawas internal (APIP) bekerja profesional dan independen sebagai pilar pemerintahan yang bersih dan efektif.
Masih di hari yang sama, Gubernur menggelar dialog kebangsaan bersama para pemuda Papua, menegaskan bahwa pemuda adalah garda terdepan membangun konektivitas Papua, bukan hanya dalam infrastruktur fisik, tetapi juga dalam gagasan dan solidaritas lintas daerah.

Pada Kamis, 30 Oktober, Gubernur meninjau langsung kesiapan peserta Pesta Rakyat asal wilayah adat Saireri. Peninjauan ini memastikan seluruh rangkaian prosesi adat yang akan digelar pada puncak acara dapat berjalan dengan tertib, aman, dan penuh makna budaya.
Puncak pekan berlangsung pada Jumat 31 Oktober saat Gubernur menghadiri Ibadah Syukur dan Pesta Rakyat Papua 2025 di Jayapura. Prosesi tujuh wilayah adat menjadi simbol kuat persatuan dan kebersamaan rakyat Papua. Ribuan masyarakat hadir memenuhi halaman Kantor Gubernur dalam suasana damai dan sukacita.
Dalam pesannya, Gubernur menegaskan bahwa pesta rakyat bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan kasih dan kebersamaan dalam membangun Papua.
Pidato Gubernur yang menjelaskan secara runtun apa yang dilakukan bersama wakil Gubernur Aryoko Rumeropen mendapat banyak sambutan positif baik masyarakat yang hadir maupun oleh netizen diberbagai media Sosial.

“Program Lapor Rakyat Sepekan merupakan upaya menjaga transparansi dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Setiap pekan, kami menyampaikan langsung kepada rakyat apa yang dikerjakan Gubernur dan pemerintah. Ini bukan sekadar laporan kegiatan, tetapi bentuk komitmen moral,” jelasnya
“Apa yang dikerjakan Gubernur dan Wakil Gubernur ini membuktikan bila kedua putra terbaik Papua ini bekerja dengan hati, melayani dengan tanggung jawab, dan menepati janji untuk membawa Papua pada kemajuan menuju Papua Cerah,” ujar Rifai.
“Dengan semangat Papua Maju dalam Kasih dan Keadilan, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen melanjutkan pembangunan yang inklusif, berakar pada nilai-nilai budaya, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Rifai. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




