BMKG Tegaskan Surutnya Air Laut di Kota Jayapura Bukan Karena Gempa Atau Tsunami
- account_circle topik papua
- calendar_month Rabu, 4 Jan 2023
- visibility 257
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga dok 9 memilih mengungsi ke halaman kantor dinas Pendidikan karena takut stunami / ist
Jayapura, Topikpapua.com – Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo menegaskan bila fenomena surutnya air laut di pantai kota jayapura adalah hal normal dan bukan akibat gempa dan pertanda tsunami.
“Berkaitan dengan data pasang surut air laut di Kota Jayapura, sesuai dengan data memang dalam 24 jam normalnya mengalami 2 kali pasang dan 2 kali surut,” ungkap Heri, Selasa (3/1/2023) malam.
Heri mengatakan bila air akan pasang pada Selasa malam ini puncaknya terjadi pada pukul 23.00 WIT dengan tinggi pasang sampai 0,2 meter.
Dirinya pun menjelaskan bila stunami tidak terjadi begitu saja saat ada gempa apalagi bila kekuatan gempa di bawah 6 SR.
“Kalau berkaitan dengan gempa atau tsunami yang banyak menjadi pertanyaan, memang dapat diinformasikan tsunami itu tidak terjadi begitu saja atau secara tiba-tiba,” jelasnya.
Ia mengatakan secara umum syarat atau indikator terjadinya tsunami apabila adanya gempa berkekuatan minimal magnitudo 6,9 atau di atasnya.
“Kemudian pusat gempa harus terjadi di laut dan kedalaman kurang lebih 10 km, dengan energi besar tersebut baru kemudian berpotensi mengangkat gelombang ke daratan,” Jelasnya.
Pihaknya membantah surutnya air laut yang dilaporkan di beberapa titik di Kota Jayapura tidak ada kaitannya dengan potensi tsunami.
“Karena gempa yang barusan terjadi itu masih kisaran magnitudo 5 dan merupakan gempa dangkal,” tandasnya.
Sementara terkait kondisi air laut di perairan Kota Jayapura dan sekitarnya yang saat ini surut masih normal berdasarkan data yang ada.
Walau demikian Heri berpesan agar warga kota Jayapura tetap waspada, pasalnya dibulan Januari ini terpantau masuk musim hujan.
“Kami mengimbau kepada warga Kota Jayapura agar tetap waspada, karena memang kita melihat ini memasuki musim penghujan dan intensitas bencana geologi terjadi,” imbaunya.
Untuk masyarakat yang berada di daerah pesisir, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terkait cuaca ekstrem tetapi tak perlu cemas berlebihan.
Sebelumnya diketahui, beredar video yang menunjukkan air laut dibeberapa pantai di kota Jayapura surut, warga lalu menghubung hubungkan dengan fenomena gempa yang dalam dua hari terakhir memgguncang kota Jayapura. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar