Akibat kosongnya stok peti mati di kota jayapura, jenasah pasien covid-19 di kota jayapura di makamkan dengan pati mati darurat / ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Pandemik Covid-19 sudah menjangkiti Papua sejak bulan Maret 2020. Hingga kini virus yang berasal dari provinsi Wuhan China tersebut masih terus menghantui masyarakat di Papua, bahkan sejak Juni 2021 serangan covid-19 di Papua makin meningkat.

Banyak Fakta baru yang di temui sejak serangan gelombang ke dua covid-19 di Papua. Berikut Redaksi Topik merangkum 7 Fakta serangan ke dua covid-19 di Tanah Papua :

Varian Delta Masuk Papua

Sama halnya dengan varian Alpha, Varian Delta Covid-19 diketahui pertama kali ditemukan di Kabupaten Merauke pada tanggal 19 Juli 2021.

“Berdasarkan laporan dari Litbangkes, dari 12 sampel yang dikirim oleh Rumah sakit Merauke, 10 diantaranya dinyatakan positif Varian Delta, “Ungkap Jubir Satgas Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule kepada Pers, Selasa (20/07/21).

Dokter Sumule mengaku walau sampai saat ini data mengatakan bahwa varian delta ditemukan di Merauke, namun tidak menutup kemungkinan varian delta sudah tersebar di kabupaten lain, seperti kota jayapura dan Mimika.

“dengan masuknya varian delta di papua maka prokes 3 M ini harus lebih di perketat lagi, kita di papua sudah tidak bisa main-main lagi, data menunjukan bahwa varian delta ini tujuh kali lebih ganas dari varian sebelumnya, “Ujar Sumule.

Dilansir dari kompas.com, Varian Delta covid-19 sendiri adalah varian virus corona yang pertama kali teridentifikasi di India pada Desember 2020.

Strain virus SARS-CoV-2 ini dengan cepat menjadi varian dominan dan menyebabkan kekacauan di negara tersebut, “Ini adalah versi virus paling menular yang pernah kita lihat selama pandemi ini. Ini benar-benar sangat menular,” kata Ashish Jha, dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Brown, Amerika.

Selain cepat menular, Menurut Ashish Jha, varian Delta juga dapat mentransmisikan dirinya lebih cepat daripada jenis covid lain. Sebab, mutasi virus ini memungkinkannya membuat lebih banyak salinan dirinya di dalam tubuh kita pada tingkat yang lebih cepat.

“Pasien yang terinfeksi varian Delta memiliki viral load hingga 1.260 kali lebih tinggi,” kata Jha.

Jumlah Penambahan Kasus Dan Kematian Meningkat

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Papua, sejak serangan gelombang kedua pada awal juni 2021 hingga kini dilaporkan penambahan kasus harian terus meningkat.

Bahkan Rata –rata penambahan kasus baru di Papua mencapai 200 – 500 kasus per harinya.

Kasus harian tertinggi ditemukan pada tanggal 21 juli 2021, yaitu sebanyak 570 kasus, berikut 23 juli sebanyak 569 kasus.

Tabel penyebaran covid-19 di Papua, Sabtu 24 uli 2021 / SC-19P

Penambahan kasus baru juga diikuti dengan penambahan pasien meninggal dunia. data dari Satgas Covid-19 Papua mencatat, hingga Sabtu,24 Juli 2021 totap pasien meninggal dunia di Papua mencapai 743 kasus, 20 persen kasus meninggal dunia tersebut terjadi pada awal Juni hingga minggu ke tiga di bulan Juli 2021.

“Selagi masyarakat masih abai dalam menerapkan prokes 3 M, maka penambahan kasus di Papua bisa terus meningkat, kuncinya ada di kesadaran masyarakat, kami tenaga kesehatan adalah benteng terakhir pertahanan, masyarakat adalah garda terdepan, “Jelas dr. Sumule.

Hingga Sabtu, 24 Juli 2021 total komulatif pasien covid-19 di tanah Papua sebanyak 32.579 kasus, dari angka tersebut 25.502 pasien dinyatakan sembuh, 6.334 dirawat dan 743 pasien dinyatakan meninggal dunia.

BOR Rumah Sakit di Jayapura Capai 97 Persen

Seiring dengan penambahan kasus harian yang terus meningkat berpengaruh terhadap ketersediaan ruangan dan tempat tidur di Rumah sakit.

Menurut Sekertaris RSUD Dok II Jayapura, dr. Silwanus Sumule hingga kini Bed Occupancy Rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur di delapan sakit di jayapura telah mencapai angka 96 sampai 97 persen.

“Bahkan di Rumah sakit Dok II sudah lebih dari 100 persen, akibatnya beberapa pasien harus kita rawat di luar ruangan, “Kata Sumule, Selasa 20 Juli 2021.

Kondisi pasien yang harus di rawat di luar ruangan di RSUD Dok II Jayapura /ist

Guna mengatasi BOR RSUD yang melebihin kapasitas, Direktur RSUD Jayapura, drg. Alosysius Giyai menyebut bila hingga kini pihaknya berencana untuk mengalihfungsikan beberapa ruangan di RSUD dok II untuk menampung pasien covid-19.

“Kita rencana untuk ruang VIP dan ruang kelas kita siapkan untuk pasien covid, kita akan lakukan berbagai cara untuk menampung pasien covid, karena kita tidak mungkin tolak pasien yang datang, “kata dr. Alo kepada Redaksi Topik, Senin (19/07/21).

Alo juga berencana untuk mengurangi pasien non covid dan mengarahkannya ke rumah sakit lain, sehingga RSUD Jayapura bisa fokus untuk tangani pasien covid.

“Untuk pasien lain kita kurangi, kita usahakan ada rempat untuk pasien covid, gedung MCC juga mau kita pakai untuk pasien covid, yang pasti kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menampung pasien covid yang datang, “Jelasnya

Krisis Oksigen dan Peti Mati

Makin banyaknya pasien covid-19 yang datang ke rumah sakit dalam kondisi parah membuat pihak rumah sakit kewalahan menyiapkan tabung oksigen.

“dulu kebutuhan oksigen kita rata-rata 70  tabung satu hari, namun kini dengan meningkatnya kasus covid-19, per harinya kita membutuhkan 200 tabung oksigen, “ Kata Direktur RSUD Jayapura, drg. Alosysius Giyai, jumat (23/07/21).

Kebutuhan oksigen untuk pasien covid juga di alami tujuh rumah sakit lainnya di kota jayapura, sementara di kota jayapura hanya terdapat tiga sulpayer oksigen, yakni Rumah sakit Abepura, CV. Huyele dan PT. Indo Gas Papua di daerah Arso 3 Kabupaten Keerom.

Penanggung jawab Distributor Oksigen CV Huyele, Ibu Rosele menjelaskan bila pihaknya hanya mampu memproduksi 120 hingga 140 tabung perharinya.

“ Kalau sasaran distribusi nya kita kirim ke RSUD Dok II Jayapura dan Dian Harapan, namun sekarang rumah sakit lainnya seperti Provita dan Rumah sakit Youwari juga mengambil tabung gas di kita, “Kata Ibu Rosele saat menerima kunjungan Kapolda Papua, Rabu (21/07/21)

Kapolda Papua saat mengunjungi pabrik Oksigen CV, Huyele / ist

Hal senada disampaikan Kepala CSR PT. Indo Gas Papua, Bapak Sipayung. menurutnya dalam sehari pihaknya hanya mampu memproduksi 180 hingga 200 tabung dalam seharinya.

“Sebelum covid-19 biasanya kami melakukan pengisian tabung oksigen selama 1 bulan untuk stok selama 3 bulan sehingga waktu sisa 2 bulan kami istirahat, namun dalam dua pekan terakhir kami full produksi tanpa istirahat, “Jelas Sipayung.

Sipayung juga mengaku dimasa pandemik covid-19 ini pihaknya hanya melayani permintaan dari pihak rumah sakit.

Bukan hanya Oksigen yang terbilang langka di jayapura, akibat angka kematian pasien covid yang meningkat dalam dua pekan terakhir, permintaan peti mati di kota Jayapura juga meningkat, bahkan dikabarkan stock peti mati di kota jayapura habis.

“Laporan yang saya terima per harinya pasien covid yang meninggal di kota jayapura mencapai 10 orang, dan ini sudah berlangsung dalam satu minggu terakhir, “Ungkap Katua Satgas Covid-19 Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, Minggu (25/07/21).

Akibat kelangkaan peti mati di kota jayapura, BTM mengaku bila pihaknya sementara waktu menguburkan pasien covid-19 dengan peti mati darurat.

“Jenasah pasien covid ini kan tidak bisa menunggu satu atau dua hari, harus langsung dikuburkan, jadi karena stok peti mati kosong, kami gunakan peti mati darurat, “Tukas BTM.

Pasien Isoman Meninggal Dunia

Berbeda dengan serangan pertama sejak 17 maret 2020 silam, hampir semua pasien yang memilih Isolasi Mandiri (Isoman) berhasil sembuh, sementara pada serangan kedua ini dilaporkan  Satgas Covid-19 kota jayapura ada enam pasien Isoman yang dinyatakan Meninggal dunia.

“Sejak akhir bulan Juni hingga jumat 23 juli 2021 sebanyak 6 pasien covid-19 yang memilih Isolasi Mandiri (Isoman) Meninggal Dunia,” ujar Jubir Satgas Covid-19 Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari, Jumat (23/07/21).

Menurut dia, kasus-kasus tersebut terjadi karena tidak adanya pengawasan dari lingkungan sekitar tempat pasien menjalani isoman.

“Dengan penuhnya tempat menjalani pasien Covid-19 yang disediakan Pemerintah Kota Jayapura, para pasien lain yang dianggap hanya mengalami gejala ringan, terpaksa diminta isoman, disinilah peran ketua RT/RW hingga lurah setempat harus ditingkatkan untuk membantu mengawasi perkembangan kondisi pasien, “Jelas Nyoman.

Berdasarkan data dari Satgas Covid019 kota jayapura, hingga haru minggu 25 Juli 2021 dilaporkan jumlah pasien meninggal dunia di kota jayapura mencapai 213 orang, dirawat sebanyak 1.458 pasien, sembuh 9.406 dan total komulatif pasien positif sebanyak 11.077 kasus.

Antusias Warga yang mau di Vaksin Lebih Tinggi

Sejak vaksin covid-19 di peruntukan bagi masyarakat umum, tak banyak masyarakat di Papua yang siap untuk di vaksin. Kebanyakan warga masih takut dengan efek samping yang kerap di provokasikan oleh beberapa oknum di media sosial.

Namun dalam dua pekan terakhir warga justru berbondong-bondong mendatangi tempat vaksin yang disiapkan pemerintah dan TNI-Polri.

Bupati Usman G Wanimbo saat menyaksikan Kepala Suku Teyur wandik memeriksa kesehatan sebelum di Vaksin / ist

“ Dulu memang takut karena banyak info yang beredar di Medsos, ada yang bilang di kasih masuk chip, ada juga yang bilang dua tahun setelah vaksin nanti kita mati, tapi setelah saya lihat teman-teman yang sudah di vaksin tetap sehat bahkan tetap kuat walau bersinggungan dengan banyak orang, akhirnya saya mau di vaksin, “ Ungkap Charles, warga kota jayapura, Senin (26/07/21).

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Papua hingga jumat 23 juli 2021, sebanyak 483.438 warga di Papua yang sudah di vaksin, “ stock vaksin kita di papua masih cukup, dari 735.900 vaksin yang ada sudah kita suntikan sebanyak 483.438 atau sekitar 65,7 persen dari ketersediaan vaksin, “Ungkap dr. Aaron Rumainum, Sabtu (24/07/21).

Meningkatnya jumlah vaksinasi di Papua juga di dukung dengan giat serbuan vaksinasi massal yang di laksanakan oleh TNI-Polri.

Dari PPKM Darurat Hingga Rencana Lockdown

Tingginya kasus positif covid-19 di Papua dalam dua pekan terakhir di Papua membuat beberapa pemerintah kabupaten/kota menerapkan status PPKM Darurat.

Diantaranya, Kota Jayapura, Kabupaten Timika, Boven Digoel, Biak Numfor dan Kabupaten Merauke.

Anggota Polres Timika bersama Satgas Covid-19 Mimika saat melakukan penyekatan di kota Timika / ist

Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano bahkan berencana menaikkan status kota Jayapura dari PPKM Darurat menjadi PPKM Level 4.

“Saat ini kita masih PPKM Darurat nanti bulan Agustus kita akan evaluasi lagi apakah tetap darurat atau PPKM Level 4. Semua tergantung dari warga kota jayapura saja, “Kata BTM, Minggu (25/07/21).

BTM menjelaskan untuk saat ini proses belajar mengajar 100 persen menggunakan sistem daring, sementara untuk Restoran, Cafe, warung makan, PKL diijinkan buka hingga pukul 20.00 wit.

“Kita sudah bantu longgarkan waktu aktifitas ekonomi warga sampai jam 8 malam, tapi masyarakat masih kepala batu, ada yang tetap buka sampai jam 10 malam, “Tukasnya.

Sementara untuk aktifitas di tempat umum, seperti Mall dan pertokoan diperbolehkan buka hingga pukul 20.00 wit namun dibatasi hanya 50 persen jumlah pengungjungnya.

“ fasilitas umum ditutup sementara, tempat ibadah tidak dilakukan berjemaah,  beribadah dari rumah, kegiatan sosial budaya, seni ditiadakan sementara. Transportasi umum pembatasan kapasitas 70 %, “Jelas BTM.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Papua lewat Jubir Gubernur Papua, M Rifai Darus menjelaskan bila ada rencana dilakukannya Lockdown untuk bandar udara dan pelabuhan. Lockdown direncanakan akan di lakukan mulai 1 Agustus hinga 31 Agustus 2021. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here