Kapal Karam di Pantai Katmap Merauke jadi Obyek Wisata
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 15 Mar 2022
- visibility 92
- comment 0 komentar

KM Sepakat, kapal ikan yang terkaram di Pantai Katmap, Merauke/foto ist
Merauke, Topikpapua.com, – Suasana Pantai Katmap yang berada di Kampung Kuler, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, Papua, Senin (14/3/2022) tampak tak seperti hari biasanya. Sore itu, pantai tersebut sangat ramai disambangi pengunjung.
Keramaian di pantai itu terjadi lantaran adanya kapal motor (KM) Sepakat, sebuah kapal ikan yang terkaram di pantai tersebut.
Seorang warga mengaku, kapal tersebut sudah sebulan ini terkaram di bibir Pantai Katmap. Warga setempat pun menyarankan, perlu dilakukan ritual adat agar kapal ini bisa kembali ke laut.
“Kejadian ini (kapal terkaram) adalah salah satu hal yang menarik, ya karena belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar warga yang enggan namanya dipublikasikan ini kepada Redaksi Topik.
Ia menambahkan, karamnya kapal ikan itu pun menjadi destinasi dadakan bagi masyarakat yang ada di Kampung Kuler.
“Jadi sesuatu yang menarik, karena kita bisa datang untuk foto-foto di sini. Ini jadi hiburan buat kami masyarakat kampung,” ungkapnya.
Diketahui bahwa KM Sepakat yang kerap berlayar di perairan Arafuru ini, terdampar di Pantai Katmap sejak awal Januari lalu.
Syarif, seorang nelayan Merauke yang berdomisili di sekitaran Pantai Lampu Satu, menyebut bahwa sebelumnya KM Sepakat sering berlabuh di salah satu dermaga di Kampung Sidomulyo, Distrik Semangga.
Menurutnya, sebelum kapal itu terdampar di Pantai Katmap, mesin kapal tersebut mengalami gangguan dan sempat berlabuh beberapa hari di perairan Pantai Lampu Satu.
“Waktu itu sempat ditarik sama TNI Angkatan Laut dan Tim Sar sampai ke Lampu Satu, pas ABK (Anak Buah Kapal) dan Japtennya turun itu mungkin lupa buang jangkar, bisa jadi hanyut sampai ke situ,” tutur Syarif.
Sudah berapa kali KM Sepakat ini ditarik oleh kapal lainnya agar dapat kembali mengarungi laut Arafuru seperti sedia kala. Namun upaya itu selalu saja gagal, bahkan beberapa kali tali yang digunakan untuk menarik kapal itu selalu saja putus.
Syarif pun menduga hal itu disebabkan karena bagian bawah dari kapal tersebut sudah terjerembab ke dalam pasir Pantai Katmap.
“Karena sudah 2 sampai 3 kali coba ditarik, tapi tidak bisa,” seloroh Amy, salah satu warga yang datang ke pantai itu.
Sementara itu Sekretaris Kampung Kuler, Dorce Susanri Alolang menanggapi saran masyarakat adat sekitar, perlu dilakukan upacara ataupun ritual adat agar kapal itu dapat kembali ke lautan. Kata dia, usulan itu sudah sering disampaikan oleh tetua adat sekitar. Pasalnya, Pantai Katmap dianggap sangat sakral bagi masyarakat adat Marind, khususnya yang berdomisili di Kampung Bokem hingga Onggaya.
“Ya, harus bikin ritual supaya kapal bisa kembali ke laut, ini pantai cukup sakral untuk masyarakat Marind disini,” aku Dorce.
Secara terpisah Humas Kantor SAR Merauke, Darmawan, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat, mengungkapkan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan terkait adanya kapal terdampar itu.
“Belum ada yang melapor ke kami, mas, mungkin karena tidak ada korban sehingga tidak dilaporkan,” jelas Dharmawan. (Arie Bagus Poernomo)
- Penulis: topik papua


