Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Pembangunan Sekolah Rakyat di Maribu Batal, Dipindahkan ke Muara Tami, Ini Sebabnya

Pembangunan Sekolah Rakyat di Maribu Batal, Dipindahkan ke Muara Tami, Ini Sebabnya

  • account_circle topik papua
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua com, – Pembangunan Sekolah Rakyat yang awalnya direncanakan di Kampung Maribu, Kabupaten Jayapura terpaksa dibatalkan dan dipindahkan ke lokasi baru di daerah Muara Tami, Kota Jayapura. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Jayapura Abisai Rollo saat mendampingi Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F Rumaropen meninjau lahan di Kampung Skow Mabo, Distrik Muara Tami, Rabu (5/8/2026).

Menurut Walikota, Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu program strategis nasional di bidang pendidikan.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini sebelumnya direncanakan di Maribu, Kabupaten Jayapura, Namun karena menghadapi sejumlah kendala yang menghambat proses pembangunan, sementara pemerintah menargetkan proyek tersebut harus dimulai secepatnya dan selesai pada Desember 2026, Sehingga Pemerintah Provinsi Papua memutuskan mengalihkan lokasi pembangunan ke Kota Jayapura,” ungkap Walikota.

Atas keputusan tersebut, Walikota mengaku pihaknya siap dan menyambut baik rencana tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional pemerintah.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura telah menyiapkan lahan lebih dari enam hektare yang berada di kawasan SMK Negeri 7 Jayapura, Kampung Skow Mabo, Distrik Muara Tami.

Menurutnya, kawasan SMK Negeri 7 memiliki luas sekitar 10 hektare. Dari total luas tersebut, lebih dari enam hektare telah dialokasikan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, sementara sisanya tetap dimanfaatkan sebagai area pendidikan bagi SMK Negeri 7.

Meski demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 5.000 meter persegi lahan agar kawasan tersebut mencapai luas ideal 10 hektare sesuai kebutuhan pengembangan di masa mendatang.

Untuk itu, Pemerintah Kota Jayapura telah berkomunikasi dengan pemilik hak ulayat guna memenuhi kekurangan lahan tersebut sehingga kawasan pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Pemerintah Kota terus berkoordinasi dengan pemilik hak ulayat agar kebutuhan lahan dapat dipenuhi sehingga pengembangan Sekolah Rakyat ke depan tidak mengalami kendala,” jelasnya.

Abisai menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat akan segera dimulai dan ditargetkan rampung pada Desember 2026 dan selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan di fasilitas sementara milik Kementerian Sosial di Kamkey.

“Setelah pembangunan selesai, seluruh aktivitas pendidikan akan dipindahkan ke gedung baru di Kampung Skow Mabo sehingga peserta didik dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih representatif,” katanya.

Ia berharap seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan sehingga target penyelesaian pada akhir tahun dapat tercapai.

Selain itu, Wali Kota meminta kontraktor pelaksana agar melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembangunan sehingga proyek tersebut tidak hanya menghadirkan manfaat di bidang pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

“Saya berharap pembangunan ini berjalan lancar hingga selesai pada bulan Desember nanti. Kepada kontraktor, saya minta agar melibatkan masyarakat setempat dalam setiap tahapan pekerjaan sehingga manfaat pembangunan juga dapat dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less