Bertemu Mendikdasmen Gubernur MDF Minta Pusat Perkuat Pendidikan Dasar, Guru dan Pengembangan SLB di Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 112
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jakarta, Topikpapua.com,- Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) berharap pemerintah pusat memperkuat pendidikan dasar di Papua, meningkatkan kualitas tenaga pendidik, memperhatikan pengembangan sekolah luar biasa (SLB) dan sekolah khusus di Provinsi Papua.
Hal tersebut disampaikan Gubernur MDF saat menggelar pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
“Ini merupakan pertemuan kami yang kedua. Kami berharap hal-hal yang sudah kami sampaikan pada pertemuan pertama dapat segera ditindaklanjuti, khususnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Provinsi Papua,” ujar Gubernur MDF usai pertemuan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari usia dini, “Kalau orang Papua sehat, maka akan lahir generasi muda yang sehat. Setelah itu harus dibarengi dengan pendidikan dasar yang baik, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA. Dengan begitu kita dapat menyiapkan generasi Papua yang siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Namun demikian, Matius mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi Papua, terutama keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan serta kebutuhan tenaga guru dan tenaga kependidikan.
“Fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan. Yang paling penting adalah ketersediaan tenaga guru dan tenaga kependidikan untuk mendidik anak-anak Papua agar memiliki pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Papua juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk membantu pengembangan lima sekolah khusus dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Papua.
“Kami memiliki lima sekolah khusus yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat. Kami berharap Kementerian dapat membantu perbaikan fasilitas maupun penguatan tenaga pendidiknya,” ujar Matius.
Ia juga menyampaikan persoalan kekurangan guru di sekolah-sekolah khusus akibat banyak tenaga pendidik yang akan memasuki masa pensiun.
“Kami berharap kementerian dapat membantu menghadirkan tenaga guru yang memiliki kompetensi khusus, sehingga pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus tetap berjalan optimal ketika guru-guru yang ada memasuki masa pensiun,” jelasnya.

Salah satu solusi, menurut MDF harus adanya pelatihan bagi guru melalui program peningkatan kompetensi agar kualitas pendidikan di Papua terus meningkat.
“Kami berharap ada pelatihan-pelatihan bagi guru dan dukungan tenaga pendidik dari kementerian untuk mengisi kebutuhan spesialis di sekolah-sekolah khusus,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, mengatakan pertemuan tersebut mendapat respons positif dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta jajaran.
“Kami bersyukur karena Bapak Menteri menerima kami dengan sangat baik. Beberapa usulan yang kami sampaikan mendapat perhatian serius, khususnya terkait pembangunan sekolah luar biasa dan penguatan pendidikan menengah di Papua,” kata Marthen.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui jajaran Direktorat Jenderal telah menyatakan kesiapan membantu pembangunan gedung SLB yang berada di Kota Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor.
“Mudah-mudahan tahun ini pembangunan tersebut dapat segera didorong sehingga sekolah-sekolah luar biasa di Papua memiliki fasilitas yang lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap hasil pertemuan tersebut dapat segera diwujudkan melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah demi meningkatkan mutu pendidikan serta mencetak generasi Papua yang unggul dan berdaya saing. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar