Siap Cetak 13.200 Hektar Sawah, Keerom Ditargetkan Jadi Lumbung Pangan Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 866
- comment 0 komentar
- print Cetak

Keerom, Topikpapua.com, – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri serius ingin membuktikan bahwa Papua bisa dan mampu menjadi salah satu daerah di Indonesia yang mampu swasembada pangan, khususnya untuk produk beras. Setelah Kabupaten Sarmi dan Kota Jayapura, Kali ini Gubernur Fakhiri meninjau langsung lokasi penanaman padi dan pengembangan cetak sawah di kawasan Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom, Sabtu (21/2/2026).
Didampingi langsung oleh Bupati Kabupaten Keerom, Piter Gusbager, Gubernur Fakhiri mengaku,l program pembukaan lahan cetak sawah ini sebagai bagian dari implementasi program nasional ketahanan pangan di Provinsi Papua dan dari target 30.000 hektar sawah yang akan dibuka di Papua, 13.200 hektar berada di Kabupaten Keerom.
“Keerom ini sangat pas dan cocok untuk kita lakukan cetak sawah. Bukan hanya sawahnya, tetapi juga akan kita bangun irigasi, jalan produksi, sampai dengan fasilitas pendukung produksi beras,” ujar Gubernur Fakhiri di Kabupaten Keerom, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, Selain Keerom Pemerintah Provinsi Papua telah menetapkan sejumlah wilayah sebagai lokasi strategis pengembangan pertanian skala besar, antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi.
“Oleh Kentrian Pertanian kita di kasih 30.000 hektar, bahkan berpeluang diperluas hingga 50.000 hektar sesuai kebijakan khusus dari pemerintah pusat. Kalau kita bisa mencapai 30 ribu hektare, maka Papua sudah berada pada posisi surplus. Dengan dukungan kebijakan pusat, target itu bisa kita tingkatkan menjadi 50 ribu hektare,” jelasnya.
Menurut Gubernur, dengan varietas padi berumur sekitar empat bulan, Papua berpotensi melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Hal ini diyakini mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat Papua sekaligus membuka peluang pasokan ke daerah lain.
Selain pengembangan padi, Pemerintah Provinsi Papua juga akan mengembangkan program kebun jagung, memperkuat sektor perkebunan lainnya, serta membangun peternakan ayam pedaging, ayam petelur, dan sapi sebagai upaya menekan inflasi dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Gubernur juga menekankan pentingnya pengembangan pangan lokal, seperti sagu dan umbi-umbian, serta menghidupkan kembali fasilitas pengolahan pangan yang telah ada di Keerom guna mendorong hilirisasi produk pertanian.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan masyarakat Keerom atas dukungan dan komitmen dalam membuka serta mengelola lahan pertanian.
“Provinsi Papua akan bertumbuh dari sektor pertanian, perkebunan dan peternakan, Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja bersama pemerintah. Mari kita buktikan bahwa Papua mampu menjadi daerah dengan ketahanan pangan yang kuat,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi Papua berharap Kabupaten Keerom dapat berkembang menjadi salah satu lumbung pangan utama di Tanah Papua dan berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.
Hingga saat ini sudah tiga daerah di Papua yang membuka lahan untuk cetak sawah, Yaitu kabupaten Sarmi, Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua






Saat ini belum ada komentar