Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Isu Agama dan Klaim Wilayah Adat Pada PSU Papua

Isu Agama dan Klaim Wilayah Adat Pada PSU Papua

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • visibility 410
  • comment 0 komentar

Opini

Ditulis Oleh : Victor Buefar (Pemuda Papua)

Papua adalah rumah bagi keragaman, suku, budaya, agama, dan sejarah yang unik. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan peningkatan penggunaan isu agama dan klaim wilayah adat dalam ranah politik praktis. Hal ini tidak membawa kemajuan atau persatuan, melainkan memperdalam jurang perpecahan sosial, politik, dan bahkan berpotensi mengarah pada konflik horizontal ditengah masyarakat.

Dasar-Dasar Hukum

1. UUD 1945 Pasal 28E Ayat (1-2) : Menjamin hak setiap orang untuk memeluk agama dan menyampaikan pendapat tanpa tekanan. Penyalahgunaan isu agama dalam politik melanggar prinsip kebebasan dan mendorong diskriminasi.

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu : Pasal 280 Ayat (1) huruf c dan d melarang pelibatan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) dalam kampanye politik.

3. UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua : Mengedepankan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan adat istiadat Papua, namun bukan untuk dijadikan alat politik yang memecah belah.

Argumentasi, Mengapa Isu Agama dan Adat Berbahaya Jika Dipolitisasi ?

1. Memecah Belah Masyarakat : Ketika isu agama atau klaim adat dijadikan alat politik, masyarakat cenderung terbelah atas dasar identitas primordial, bukan visi dan program pembangunan.

2. Menciptakan Diskriminasi Terselubung: Masyarakat non-adat atau berbeda agama merasa termarjinalkan dalam hak-haknya sebagai warga Papua yang setara.

3. Menurunkan Kualitas Demokrasi : Pemilu menjadi ajang adu sentimen bukan adu gagasan, program, dan integritas calon.

4. Menjadi Pemicu Konflik Horizontal : Politik identitas yang mengandalkan agama atau adat seringkali memunculkan kekerasan atau intimidasi terhadap kelompok tertentu.

Contoh Kasus Nyata di Papua dan Daerah Lain :

1. Konflik Politik dan Agama di Papua (Kasus Isu Babi Hutan) : Baru-baru ini, dalam kontestasi politik di Papua, muncul isu bahwa salah satu kandidat disebut sebagai “babi hutan”, istilah yang memicu kegaduhan karena mengandung konotasi yang merendahkan dan menyulut konflik antar wilayah dan agama. Isu ini digunakan untuk memobilisasi basis tertentu, namun justru menimbulkan ketegangan antar suku dan komunitas agama di wilayah Tabi dan Saireri.

2. Pilkada DKI Jakarta 2017 : Walau bukan di Papua, Pilkada ini adalah contoh nyata bagaimana isu agama digunakan secara brutal dalam kampanye. Akibatnya, terjadi polarisasi tajam antara umat beragama, bahkan masih terasa hingga sekarang dalam kehidupan sosial. Ini menjadi cermin buruk jika diterapkan di Papua yang pluralitasnya sangat rapuh.

3. Klaim Wilayah Adat dalam Konflik DOB Papua : Beberapa kelompok elite menggunakan klaim wilayah adat sebagai alasan penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB), bukan karena kepentingan rakyat tetapi demi menjaga kuasa politik wilayah tertentu. Hal ini membuat rakyat terpecah dan menciptakan kecurigaan antar suku di Papua seperti orang pesisir dan juga orang pegunungan.

Solusi dan Rekomendasi :

1. Edukasi Politik dan Hukum Kepada Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa politik identitas yang ekstrem tidak akan membawa Papua ke arah pembangunan, tetapi memperlambat integrasi sosial dan ekonomi.

2. Mengangkat Program, Bukan Identitas, Oh iyah Kandidat politik seharusnya berlomba menyampaikan program yang menyentuh kebutuhan rakyat seperti pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur, bukan mempermainkan sentimen agama dan adat.

3. Peran Tokoh Adat dan Agama Sebagai Perekat, Para tokoh harus mengambil peran sebagai penjaga kedamaian, bukan menjadi alat politik praktis.

Akhir kata pesan saya bahwa Politik identitas berbasis agama dan adat adalah jalan sempit yang menghambat kemajuan Papua. Jika kita ingin Papua bangkit dan setara dengan daerah lain, maka kita harus keluar dari jebakan politik sektarian. Bangunlah Papua di atas dasar persatuan, keadilan sosial, dan penghargaan atas perbedaan.

“Papua tidak butuh pemimpin yang memperalat agama dan adat, tetapi yang mengangkat martabat semua anak Papua”

Soli Deo Gloria, Tuhan Yesus Memberkati Tanah Papua

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danrem JO Turut Bahagia Masyarakat Kiwirok Rayakan Natal Penuh Damai dan Sukacita

    Danrem JO Turut Bahagia Masyarakat Kiwirok Rayakan Natal Penuh Damai dan Sukacita

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring ikut merasakan bahagia ketika masyarakat Distrik Kiwirok, Kabupaten Nduga, dapat merayakan Natal di tanah kelahirannya bersama aparat TNI dan Polri dengan penuh damai, dan sukacita. Pasalnya kata Danrem, di tahun sebelumnya masyarakat Kiwirok tak bisa merayakan Natal, mengingat daerahnya sedang terjadi konflik, sehingga mereka terpaksa […]

  • Pangdam dan Kapolda Papua Letakkan Batu Pertama Pembangunan Makodim Puncak

    Pangdam dan Kapolda Papua Letakkan Batu Pertama Pembangunan Makodim Puncak

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Pangdam XVII Cenderawasih  Mayjen TNI Herman Asaribab bersama Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Bupati Puncak, Willem Wandik meletakkan batu pertama pembangunan Makodim di Distrik Gome, Kabupaten (20/07/20). “Kehadiran Makodim di Distrik Gome ini tidak lain untuk membantu seluruh permasalahan dan kesulitan masyarakat di Distrik Gome dan juga pembangunan Makodim di Distrik […]

  • Tips Cari Aman Saat Berkendara di Jalan Beton dari Astra Motor Papua

    Tips Cari Aman Saat Berkendara di Jalan Beton dari Astra Motor Papua

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Jayapura,Topikpapua.com, – Harus diakui bahwa sepeda motor roda dua adalah kendaraan yang paling simple dan praktis digunakan karena terjangkau harganya juga yang tidak kalah penting adalah efisiensi waktu tempuh perjalanan yang lebih cepat. Mengemudikan motor roda dua tentunya tidak selalu menemui jalanan beraspal dan mulus, ada juga yang terbuat dari beton seperti gang atau lorong […]

  • Satu PDP Covid-19 di Kabupaten Jayapura Meninggal Dunia

    Satu PDP Covid-19 di Kabupaten Jayapura Meninggal Dunia

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 3.304
    • 0Komentar

    Sentani, Topikpapua.com, – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Coronavirus (Covid-19) di Kabupaten Jayapura di laporkan meninggal dunia senin pagi saat menjalani perawatan. Pasien yang diketahui masih berumur 20 tahun tersebut memiliki kartu identitas atau KTP Kota Jayapura, Senin siang telah dimakamkan di Kabupaten Jayapura. “Benar, tadi ada 1 PDP Coronavirus meninggal dunia,“ jelas Jubur Bicara […]

  • Dirut PLN: 66 SPKLU Khusus Disiapkan untuk Sambut Delegasi G20

    Dirut PLN: 66 SPKLU Khusus Disiapkan untuk Sambut Delegasi G20

    • calendar_month Rab, 5 Okt 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Bali, Topikpapua.com,  – PT PLN (Persero) memastikan kesiapan 66 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung operasional kendaraan listrik yang akan digunakan dalam acara puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. SPKLU ini telah tersebar di area-area strategis guna memudahkan para Delegasi mengikuti KTT G20. Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) Susyanto […]

  • Ribuan Warga Papua di Jayapura Berdemonstrasi ‘Kecam’ KPK

    Ribuan Warga Papua di Jayapura Berdemonstrasi ‘Kecam’ KPK

    • calendar_month Rab, 13 Feb 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Aksi saling lapor antar Pemprov Papua dengan KPK berujung di periksanya sejumlah pejabat Pemprov Papua oleh Polda Metro Jaya dengan tuduhan penganiayan terhadap dua anggota KPK pada tangal 2 Februari 2019 di hotel Borobudur Jakarta. Tak terima para pemimpin nya di ‘kriminalisasikan’ ribuan warga Papua yang menamakan diri Aliansi Rakyat Bersatu Bela […]

expand_less