Perkuat Masa Depan Anak dan Keluarga, Gubernur Papua Tengah Luncurkan Program BANGKIT
- account_circle topik papua
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- visibility 316
- comment 0 komentar
- print Cetak

Nabire, Topikpapua com, – Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi meluncurkan Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (BANGKIT) dalam kegiatan Launching dan Sosialisasi Program BANGKIT Papua Tengah yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire (21/07/2026).
Peluncuran program ini sekaligus sosialisasinya dilakukan pada moment penting Ulang Tahun Provinsi Papua Tengah yang ke empat tahun. Pada hari yang penting ini diperkenalkan arah pembangunan Papua Tengah yang fokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan sosial, dan pembangunan yang lebih inklusif bagi Orang Asli Papua (OAP).
Tantangan Pembangunan yang Perlu Dijawab Bersama
Sebagai Daerah Otonom Baru (DOB), Papua Tengah menghadapi sejumlah permasalahan pembangunan yang memerlukan perhatian serius. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024 jumlah penduduk miskin di Papua Tengah mencapai sekitar 308 ribu jiwa atau 29,76 persen dari total penduduk. Pada saat yang sama, terdapat lebih dari 55 ribu balita yang menjadi bagian penting dari upaya pembangunan generasi masa depan Papua Tengah. Tingginya angka stunting, underweight, wasting, serta kematian balita menunjukkan bahwa investasi pada kesehatan, gizi, dan perlindungan sosial perlu diperkuat secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Berbagai program perlindungan sosial nasional telah hadir di Papua Tengah. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat tantangan terkait cakupan penerima manfaat, akses administrasi kependudukan, kondisi geografis, dan tingginya biaya hidup yang memengaruhi efektivitas bantuan bagi masyarakat.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menghadirkan pendekatan yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, khususnya Orang Asli Papua.
Program BANGKIT Papua Tengah sejalan dengan semangat Otonomi Khusus Papua yang menempatkan peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua sebagai prioritas pembangunan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan dasar, memperluas perlindungan sosial, dan memastikan pembangunan dapat menjangkau kelompok yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses.
Membangun Komitmen Bersama untuk Papua Tengah
Peluncuran Program BANGKIT Papua Tengah dilakukan oleh Gubernur Meki F. Nawipa bersama unsur pemerintah pusat dan daerah kabupaten, DPRP/K, MRP Papua Tengah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, akademisi, dunia usaha, media massa, serta berbagai mitra pembangunan termasuk SKALA.
Peluncuran program ini bertujuan memperkenalkan program kepada masyarakat sekaligus membangun komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaannya.
Program BANGKIT Papua Tengah sendiri adalah program prioritas Provinsi Papua Tengah untuk anak usia di bawah 5 tahun (0-4 tahun atau balita) dalam rangka peningkatan kesehatan, terutama gizi anak Orang Asli Papua (OAP), melalui penyaluran dana tunai yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus.
Pada tahun ini penyaluran bantuan ini akan dilakukan pada anak dengan usia di bawah 5 tahun yang Berdomisili di distrik terpilih di Kabupaten Puncak Jaya, Dogiyai, Paniai dan Intan Jaya (distrik pilot dengan pertimbangan kemudahan akses dan faktor keamanan).
Selain peluncuran program, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi petunjuk teknis operasional program, diskusi mengenai perlindungan sosial sebagai strategi mewujudkan Papua yang sehat, cerdas, dan produktif, penandatanganan kesepakatan bersama, serta penyusunan rencana tindak lanjut pelaksanaan program.
Kesepakatan Bersama ditandatangani oleh Bupati Paniai, Bupati Dogiyai, Bupati Pucak dan Bupati Puncak Jaya ini berisi delapan kesepakatan, antara lain kesepakatan bersama untuk menyelaraskan kebijakan, program, dan kegiatan Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten dalam mendukung Program Bangkit Papua Tengah termasuk pembentukan Sekretariat Bersama di tingkat kabupaten.
“Launching ini bertujuan untuk memperkenalkan Program Bangkit Papua Tengah kepada masyarakat, sekaligus menyampaikan arah kebijakan pembangunan Provinsi Papua Tengah,” ujar Ketua pelaksana acara peluncuran program BANGKIT, Eliezer Yogi.
Menurutnya, Program ini bukan sekadar memberikan bantuan sosial, lebih dari itu, Program BANGKIT adalah investasi untuk masa depan Papua Tengah. Sebagai investasi kepada anak-anak kita, kepada keluarga-keluarga kita, dan kepada generasi yang kelak akan memimpin negeri ini.
Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa menyampaikan bahwa tema hari anak nasional tahun ini, “sayang anak, lindungi, dan bangun masa depan anak”, sangat sejalan dengan semangat program BANGKIT Papua Tengah.
” Pada tahun ini baru empat kabupaten, tetapi tahun depan kita akan tambah empat kabupaten yang belum masuk di tahun ini, sehingga semua kabupaten di Provinsi Papua Tengah akan merasakan bantuan dari Program Bangkit Papua Tengah ini, ini mencakup 1000 anak Papua Tengah,” ujar Nawipa.
Senior Provincial Manager SKALA, Ottow Sinery mengatakan Penguatan sistem perlindungan sosial yang responsif terhadap kondisi lokal merupakan salah satu kunci untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyaraka.
” Program SKALA hadir untuk mendukung upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membangun tata kelola program yang berbasis data, kolaboratif, dan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan, seperti yang saat ini kita lakukan bersama di Papua Tengah,” kata Ottow Sinery.
Lanjut Ottow, Tujuan selanjutnya adalah terbangunnya komitmen bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung implementasi program. Kemudian masyarakat dan para mitra pembangunan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai arah kebijakan pembangunan Papua Tengah. Termasuk tersusunnya langkah awal penguatan koordinasi dan sekretariat bersama dalam mendukung pelaksanaan program di tingkat provinsi dan kabupaten.
“Keberhasilan Program BANGKIT Papua Tengah akan sangat ditentukan oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan. Program SKALA telah mendampingi pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam menyusun desain program ini dan berkomitmen untuk bersama dengan stake holder terkait lainnya untuk mendukung pembangunan di Papua Tengah,” jelas Ottow.
Ke depan, lanjut Ottow Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan melanjutkan sosialisasi program, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan pelaksanaan berbagai intervensi pembangunan yang mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, pemberdayaan kampung, kepemudaan, perempuan, dan perlindungan sosial dapat berjalan secara terpadu. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua






Saat ini belum ada komentar