Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Identifikasi Korban Pesawat SAM Air Butuh Waktu 2 Pekan

Identifikasi Korban Pesawat SAM Air Butuh Waktu 2 Pekan

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr. Nariyana, menyebutkan bahwa identifikasi terhadap keenam jenazah korban jatuhnya Pesawat Sam Air PK-SMW dalam proses pengiriman sampel ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri di Jakarta.

Dikatakan, proses identifikasi Tim DVI Polda Papua telah dimulai pada Selasa (27/6) malam. Dari hasil identifikasi, kondisi jenazah terbakar dan sebagian tubuh ada yang tidak utuh.

“Dengan kondisi jenazah tersebut, Tim DVI akan mengirimkan sampel DNA berupa darah dan gigi ke Puslabfor Mabes Polri untuk identifikasi lebih lanjut. Proses identifikasi diperkirakan akan memakan waktu sekitar 2 pekan,” katanya di Jayapura, Rabu (28/6/2023)

Kabid Dokkes menambahkan, proses identifikasi terhadap para korban tidak hanya dilakukan oleh Tim DVI Bid Dokkes Polda Papua, melainkan pihaknya juga dibantu oleh Tim Inafis Ditreskrimum Polda Papua untuk mengidentifikasi jenazah korban pesawat PK-SMW yang mengalami kecelakaan saat menuju Poik, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan.

“Dilihat dari kasus yang dialami para korban, kemungkinan kami akan melakukan proses identifikasi secara primer yakni meliputi Sidik Jari, lalu gigi dan DNA atau yang biasa disebut Post Mortem, namun sebelum itu dilakukan, kami memulai dengan proses pelabelan serta pendataan terlebih dahulu,” terangnya.

“Ante mortem sudah dilakukan di dua lokasi, yakni di Bandara Wamena dan Bandara Sentani, namun dari enam korban ada satu yang belum ada kabar dari keluarganya,” imbuhnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, mengimbau kepada keluarga korban untuk bersabar menunggu hasil, untuk nantinya bisa dilakukan pemakaman oleh pihak keluarga.

“Tentunya kami akan melakukan hal ini secara maksimal sehingga dapat terselesaikan dengan cepat dan mendapat hasil yang baik guna selanjutnya jenazah korban dapat segera dimakamkan oleh pihak keluarga,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan pesawat milik maskapai PT. Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air) jenis Grand Caravan C208B PK-SMW dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Distrik Elelim menuju Distrik Poik di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Jumat (23/6/2023).

Dilaporkan pesawat berangkat dari Lapter Distrik Elelim sekitar pukul 10.53 Wit menuju lapter Distrik Poik. Diperkirakan pesawat tiba pukul 11.06 Wit.
Laporan posisi pesawat melalui satelite tracking terakhir diketahui berada pada koordinat 03 52 43,67S 139 27 16.07E dengan ketinggian 6956 FT. Atau dinyatakan hilang kontak tujuh menit setelah lepas landas dari Lapter Elelim.

Setelah melakukan pencarian, Jumat sore Tim SAR berhasil menemukan pesawat dalam keadaan hancur dan berasap di tebing gunung kampung Mabualem Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan.

Pesawat Naas tersebut di piloti oleh capten Hari Permadi dan Co Pilot Levi Murib, serta memuat 4 penumpang yakni, Bartolomeus (34), Ebeth Halerohon (29), Dormina Halerohon (17) dan Kilimputni (20). (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less