Bersama BI Papua, 18 Wartawan Kunjungi Gapoktan Mitra Arjuna di Batu Malang
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 8 Jun 2023
- visibility 111
- comment 0 komentar

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Arjuna yang berada di desa Junggo Tulung Rejo, Kecamatan Bumi Aji, Kota Batu/ist
Malang, Topikpapua.com, – KPW Bank Indonesia dan wartawan berkunjung ke Kota Batu, Malang. Dari 24 Desa, ada 22 Kelompok Tani. Salah satunya yaitu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Arjuna yang berada di desa Junggo Tulung Rejo, Kecamatan Bumi Aji, Kota Batu.
Selain terus mendongkrak sektor pariwisata dan pertanian guna meningkatkan perekonomian, pemerintah daerah setempat juga mengembangkan berbagai sektor pendukungnya, salah satunya adalah pengembangan produk UMKM.
Gapoktan Mitra Arjuna adalah salah satu UMKM yang menjadi Binaan Kpw Bank Indonesia Malang sejak 2011 silam.
Gapoktan Mitra Arjuna yang diketuai oleh Luki Budiarti ini, menjadi salah satu Gapoktan yang menginsipirasi dan pernah mengharummkan nama Kota Batu dengan menjadi juara 2 dalam lomba klaster Bank Indonesia tingkat nasional pada 2018 lalu.
Lucky Budiarti yang didampingi Imam Hanafi selaku Ketua II Gapoktan Mitra Arjuna menerangkan bagaimana sejarah terbentuknya gapoktan Mitra Arjuna sehingga bisa terus eksis mempertahankan kualitas produksi dan pemasarannya hingga kini.
Berawal dari terjadinya krisis moneter di tahun 1998, membuatnya memilih untuk resign dari pekerjaannya di sebuah perusahaan swasta, dan kembali ke kampung halamannya.
“Awalnya saya berjualan apel di depan rumah, itupun karena saya merasa tertantang melihat tetangga saya tinggal di kampung, hanya seorang petani tapi mampu membangun rumah dan membeli mobil,” ungkapnya.
Ia kemudian berjualan apel dan ternyata cukup laku. Melihat potensi agrobisnis cukup besar di desanya, ia kemudian mulai menekuninya.
Selain berwirausaha, dibantu Imam Hanafi, Luki Budiarti mendirikan Gapoktan Mitra Arjuna pada 2007 silam, yang hingga kini jumlah anggotanya sudah mencapai ratusan orang.
Gapoktan ini menaungi 5 kelompok tani yang mengurusi komoditas sayur-mayur, apel, jamur, bunga potong, dan olahan di Desa Tulungrejo.
Sayur mayur dan buah buahan inilah yang kemudian diproduksi menjadi cemilan seperti kripik apel, jamur, brokoli, nangka, nanas, lemon kering dan minuman sari buah apel juga kopi.
Sementara Imam Hanafi membeberkan bahwa, keberadaan kelompok tani berdampak besar bagi kemajuan pola pikir dan pola sikap anggotanya.
“Dahulu petani hanya berpikir cara memanen hasil yang banyak dan berkualitas. Akibatnya saat terjadi panen raya, harga jatuh petani rugi besar,” ungkapnya.
Hanafi mengaku bersyukur karena semenjak petani bergabung dengan gapoktan Mitra Arjuna dan mendapat pembinaan dari Bank Indonesia serta pemerintah daerah setempat, kini petani sudah bisa memikirkan pasar untuk mendapatkan kepastian harga, dan juga berapa luasan yang mesti mereka produksi. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




