Alinsia Kondomo Dijebak Setelah Ikuti Ibadah Misa Kenaikan Isa Almasih
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 22 Mei 2023
- visibility 76
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com – Berita kematian putri Pj Gubernur Papua Pegunungan, Alinsia Bokman Kondomo tengah menjadi buah bibir masyarakat di Papua. Mulai dari penyebab kematian yang dirasa janggal hingga ditemukannya minuman keras di TKP kematian Alinsia.
Setelah berita kematian Alinsia tersebar luas, satu persatu fakta mulai terungkap dari kasus kematian anak mantan Kejati Papua tersebut. Terbaru diungkapkan oleh salah satu kerabat Almarhumah, Yohana.
Yohana mengaku bila Alinsia dijebak oleh teman lelakinya usai mengikuti ibadah Misa Kenaikan Isa Almasih pada tanggal 18 Mei 2023.
“Saya kenal almarhumah ini anak yang baik, dia anak yang polos dan masih lugu, dia juga sangat taat beribadah dan tidak pernah menyentuh minuman keras,” ungkap Yohana, Senin (21/5/2023).
Yohana menyebut bila Alinsia dijebak oleh teman pria yang baru dikenalnya lewat media sosial.
“Sebelum dia bertemu dia sempat menanyakan kepada temanya bahwa dia ada kenal seseorang dan diajak bertemu, teman tersebut memberi saran kalau hanya diajak bertemu sambil makan tidak masalah,”Katanya.
Yohana juga mengaku tak percaya bila Alinsia meminum minuman keras atas kemauannya sendiri, karena menurutnya Alinsia adalah sosok anak yang taat berdoa, bahkan sering mengingatkan kepada keluarga waktu jam berdoa untuk berdoa.
“Sesibuk apapun Alinsia selalu mengingatkan orang tuanya untuk berdoa, Alinsia juga pribadi yang suka membantu orang lain, dia membatu teman-temanya yang kesulitan, pribadinya penuh kasih perhatian kepada orang lain dan keluarga,” jelasnya.
Yohana pun berharap agar masyarakat Papua tidak menduga-duga dan menyebarkan cerita tanpa dasar sebelum mengetahui kejadian yang sebenarnya.
“Saat ini Poltabes Semarang masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kematian Alinsia, kita menunggu hasil pemeriksaan Polisi dan nanti Polisi akan menyampaikan hasilnya untuk Proses Hukum lebih lanjut,” ujarnya
Yohana pun mengaku bila sampai saat ini orang tua Alinsia belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini karena masih menunggu hasil pemeriksaan polisi.
“Sesungguhnya kita semua menunggu hasil pemeriksaan Polisi sehingga mendapat berita yang benar dan tepat sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya, karena negara kita ini adalah negara hukum,”Pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Alinsia diketahui meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Elisabeth Semarang pada 18 Mei 2023.
Karena ditemukan kejanggalan dalam kematian Putri PJ Gubernur Papua Pegunungan tersebut, jenazah Alinsia kemudian di pindahkan ke rumah sakit lain guna penyidikan pihak kepolisian.
Belakangan diketahui bahwa sebelum meninggal Alinsia bersama seoramg teman prianya berdua didalam kamar kosan. Saat diperiksa polisi ditemukan beberapa botol minuman keras di kosan teraebut.
Polisi lalu melakukan penyidikan dan mengetahui bahwa teman pria Alinsia tersebut adalah seorang mahasiawa berusia 22 tahun bernama Ahmad Nashir. Setelah diamankan dan diperiksa Ahmad lalu ditetapkan sebagai tersangka atas kematian Alinsia.
Penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan hasil visum yang menunjukkan ada luka lecet pada organ vital korban yang diakibatkan karena kekerasan. Fakta berikutnya, polisi melihat ada kejanggalan yang mengarah pada upaya keinginan memperkosa yakni adanya miras di TKP.
“Jadi sepertinya tersangka ini sudah menyiapkan sarana untuk menyetubuhi atau memperkosa cewek yang dikenalnya, termasuk korban. Hasil visum ada kekerasan seksual, di TKP kita temukan miras, terus tempat kos itu baru dihuni tersangka dua minggu dan ironisnya, tersangka ini orang Semarang tapi kos di daerah Bendan Ngisor dan kuliah di lokasi yang jauh dari kos,”Ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar. ( Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




