Kesultanan Tidore Dukung Ramses Ohee sebagai Pahlawan Nasional
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 26 Nov 2022
- visibility 90
- comment 0 komentar

Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring saat nyekar ke makam Ramses Ohee/ist
Jakarta, Topikpapua.com, – Ketua Mahkamah Agung Kesultanan Tidore Wahab Salim mendukung niat baik Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring dalam mengusulkan Ramses Ohee sebagai Pahlawan Nasional dari Papua.
Diketahui mendiang Ramses Ohee merupakan tokoh pejuang Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) 1969 yang dikenal sebagai Pahlawan Demokrasi.
Ia sangat berjasa sehingga Papua tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Jadi, kami atas nama masyarakat Kesultanan Tidore mendukung Ramses Ohee sebagai Pahlawan Nasional,” kata Wahab melalui rilis yang diterima Redaksi Topik, Jumat (25/11/2022).
Wahab berharap Pemerintah daerah, akademisi dan juga tokoh masyarakat Papua mendukung usulan tersebut.
“Dan tentunya pemerintah pusat juga menyetujuinya,” beber Wahab.
Menurut Wahab, Kesultanan Tidore dengan Papua tidak hanya memiliki ikatan batin, tetapi juga memiliki keterkaitan wilayah dan hukum.
“Karena sejak 916 tahun lalu Papua ini tercatat sebagai wilayah hukum Kesultanan Tidore. Jejaknya bisa ditemukan dalam berbagai dokumen dan artefak,” ujarnya.
Dengan demikian, Kesultanan Tidore menganggap wajar apa yang menjadi keinginan masyarakat Papua agar Ramses Ohee disandangkan sebagai Pahlawan Nasional.
“Sekali lagi kami mendukungnya. Apalagi Gubernur Papua (Irian Barat) pertama adalah Sultan Zainal Abidin Syah keturunan Kesultanan Tidore,” terang Wahab.
Ramses Ohee adalah tokoh demokrasi. Nilai-nilai demokrasi dan pluralisme adalah prinsip yang sangat agung di Kesultanan Tidore.
” Kami sudah ratusan tahun lalu sebelum Indonesia merdeka sudah menerapkan Trias Politica. Bahkan kami juga sudah terhubung dengan dunia internasional seperti Portugis, Inggris dan Spanyol,” katanya.
Selain bangsa asing belajar dari Kesultanan Tidore, kata Wahab, Pemerintah Indonesia pun juga meniru Trias Politica di Kesultanan Tidore.
“Bung Karno juga belajar dari Kesultanan Tidore,” katanya.
Prinsip yang dianut sejak berdiri Kesultanan Tidore, kata Wahab, adalah pluralisme dan toleransi. “Kendati Papua menjadi wilayah hukum kami tetapi mereka bebas untuk menganut agama. Bahkan Kesultanan Tidore membebaskan misionaris dari Jerman untuk menyebarkan agama Kristen di Papua,” kata Wahab.
Usulan Pahlawan Nasional
Wacana Pahlawan Nasional untuk Ramses Ohee pertama kali diusulkan Komandan Korem 172/PWY Wamena Brigjen TNI J.O. Sembiring saat berziarah ke makam Ramses Ohee dalam rangka Hari Pahlawan Nasional 10 November 2022.
“Almarhum memiliki semangat juang dan kecintaan yang besar kepada Papua. Beliau punya prinsip membangun Papua berarti membangun Indonesia,” kata JO Sembiring yang kerap disapa Bang JO kepada wartawan.
“Ayah beliau adalah seorang pejuang dan dia juga pernah datang ke Jakarta sebagai utusan pemuda yang menyaksikan langsung pembacaan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928,” tambahnya.
Bang JO mengatakan, keterlibatan Ramses Ohee dalam Pepera juga sebagai wujud kecintaannya kepada NKRI. Bang JO juga menyebut Ramses Ohee sebagai Pahlawan Demokrasi.
“Ke depan saya juga mengusulkan kepada stakeholders untuk mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk diusulkan agar Ramses Ohee menjadi Pahlawan Nasional dari Papua,” katanya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




