Tongkat Komando Danyon 756/WMS Diserahterimakan, Ini Pesan Danrem JO Sembiring
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 14 Okt 2022
- visibility 44
- comment 0 komentar

Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembirinng salam komando bersama pejabat lama dan baru Danyonif 756/WMS/all
Jayapura, Topikpapua.com, – Letkol Inf Tommy Yudistyo menyerahkan tongkat kepemimpinan Batalyon Infanteri 756/WMS kepada Letkol Inf Irawan Setya Kusuma. Selanjutnya Letkol Inf Tommy Yudistyo menjabat sebagai Komandan Depo Pendidikan Latihan dan Pertempuran (Doditlatpur) Rindam/XVII.
Sertijab yang dipimpin Danrem 172/PWT Brigjen TNI JO Sembiring berlangsung di Lapangan Markas Kompi A Yonif 756/WMS Arso, Kabupaten Keerom, Jumat (14/10/2022).
“Baru saja kita telah kita laksanakan prosesi sertikab Danyonif 756/WMS. Dengan demikian, tugas, wewenang dan tanggung jawab lama, secara resmi telah beralih kepada pejabat yang baru. Dan sengaja kita lakukan sertijab di Kompi A, biar sekaligus Danyon melihat prajuritnya di sini,” kata Danrem.
Danrem menyebut Yonif 756/WMS adalah satuan yang berada di bawah Korem 172/PWY. Ia berharap satuan ini ke depannya dapat mampu melaksanakan tugas, karena batyon ini memiliki dua tugas yaitu sebagai satuan tempur, dan juga melakukan pembinaan teritorial secara tempur.
“Kita harapkan soliditas yang sudah dibangun di kepemimpinan sebelumnya dapat dilanjutkan oleh pejabat yang baru,” katanya.
Dijelaskan Yonif 756/WMS juga terlibat dalam Kowilaops, di mana sada ada satu kompi yang bertugas Pamrahwan di daerah kabupaten Pegunungan Bintang, dan juga yang melakukan tugas jajaran kewilayahan di Jayawijaya.
“Dalam latihan yang kita lakukan tentunya ada beragam latihan yang sudah diprogramkan maupun tugas operasi yang sudah ditentukan oleh komandan satuan. Jadi latihan yang dilakukanmerupakan upaya menyiapkan satuan untuk melaksanakan tugas yang akan diberikan nanti termasuk kegiatan membantu Polri dalam mensukseskan tahapan Pemilukada tahun depan,” jelas Danrem.
Sementara Letkol Inf Tommy Yudistyo selaku pejabat lama mengaku ada beberapa program latihan di triwulan IV yang belum dilaksanakan, sehingga diserahkan kepada pejabat baru untuk dilanjutkan.
“Programnya yaitu pembinaan satuan seperti meningkatkan moril prajurit, menata pangkalan agar lebih bagus lagi, kemudian program-program kepada masyarakat supaya prajurit lebih dekat dengan masyarakat sekitar, serta menjaga kondisifisitas wilayah,” kata alumnus Akmil 2003 yang setahun dipercayakan memimpin Yonif 756/WMS.
Tommy juga mengaku selama setahun, ada satu prestasi yang ditorehkan prajurit Yonif 756/WMS yaitu menangkap pembunuh Babinsa Sertu Eka bersama istrinya.
“Ini berkat arahan dan bimbingan dari Danrem Brigjen JO Sembiring. Alhamdulillah, 25 personel kami bisa mendapatkan penghargaan dari Bapak Kasaddi Jakarta,” bebernya.
Di tempat yang sama, Letkol inf Irawan Setya Kusuma mengatakan, sebagai pejabat yang baru ia siap melanjutkan program kebijakan satuan yang sudah dilaksanakan oleh Danyon sebelumnya.
“Tapi tentunya juga program prioritas kami adalah pembinaan satuan yaitu menurunkan atau menekan angka pelanggaran personel, karena memang tidak bisa pungkiri situasi di Wamena sangat rawan terjadinya pelanggaran-pelanggaran indisipliner seperti disersi. Ini menjadi prioritas kami untuk menurunkan angka pelanggaran,” aku Irawan yang bukan orang baru di Papua.
“Saat saya perwira remaja saya bertugas di Yonif 751/R. Kemudian saya ke Kalimantan dan kembali lagi tugas ke Papua,” tutupnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


