Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Larang Longmarch, Polri Siagakan 2.000 Personel Amankan Demo 20 September 2022

Larang Longmarch, Polri Siagakan 2.000 Personel Amankan Demo 20 September 2022

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
  • visibility 437
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolresta Jayapura Kombes Polisi Victor Mackbon menegaskan pihaknya tidak memberikan izin longmarch dalam aksi demo yang bakal digelar Koalisi Rakyat Papua di DPR Papua pada Selasa 20 September 2022.

“Kita larang untuk longmarch karena jalur kita terbatas, berbeda dengan kota-kota lain. Jadi, kalau mereka tetap lakukan (longmarch), kita akan cegah dan membubarkan,” kata Victor kepada wartawan di Mapolresta Jayapura Kota, Senin (19/9/2022).

Victor juga menyinggung soal penunjukan koordinator lapangan (korlap) dalam aksi yang rencananya melibatkan 4.000 orang nanti. Di mana dalam surat yang disampaikan tidak dijelaskan soal siapa pihak yang ditunjuk sebagai koorlap.

“Karena massa yang akan dibawa nanti ada sekitar 4.000, orang. Kalau koordinator secara umum itu Otniel Deda,” bebernya.

Kendati tak memberi izin longmarch dalam aksi demo besok, namun Victor menegaskan, Polisi tidak tidak menghalangi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.

“Ya surat-suratnya juga memang belum lengkap. Tapi pada prinsipnya kami tidak melarang dan kami juga membangun komunikasi. Seperti tadi kami undang juga untuk menyampaikan bagaimana persiapan-persiapan mereka melakukan unjuk rasa. Karena walaupun dilarang, tetap ini hak yang harus kita juga lindungi, kita tetap berikan pengamanan,” ucapnya.

Sementara itu sambung Victor, sebanyak 2.000 personel TNI-Polri dan juga stakeholder lainnya disiapkan untuk pengamanan. Dalam sistem pengamanan nantinya, pihaknya bersama TNI melakukan penyekatan di berbagai titik.

“Mereka kan tujuan (aksi) tadinya di Abepura, terus mereka melakukan pergeseran ke Taman Imbi. Kita lihat Taman Imbi kalau untuk lokasi kumpul cukup terbatas lokasinya dan juga terkait kumpulan massa dan tempat parkir”.

“Nah ini yang terus kita bangun komunikasi, supaya mereka bisa membatasi kegiatan tersebut karena jangan sampai mengganggu aktivitas atau kegiatan orang lain yang ada di Kota Jayapura,” imbuh Victor.

Lebih jelas hasil dari komunikasi, pihak Koalisi Rakyat Papua sepakat menjaga dan menjamin aksi tersebut agar tidak disusupi dengan kegiatan yang melanggar kedaulatan negara.

“Ini yang juga kita harus sampaikan ke mereka, dan mereka sepakat,” umbar Victor.

Karena diamankan sekitar 2.000 personel, mantan Kapolres Jayapura ini pun meminta masyarakat tidak perlu kuatir dan tetap melakukan aktivitas secara normal.

“Saya selalu sampaikan ke masyarakat untuk lakukan kegiatan seperti biasa, karena kita punya 2.000 personel melakukan pengamanan agar tujuan aktivitas masyarakat lain tidak terganggung.

“Yang mau sekolah, aktivitas, jualan, belanja, silahkan saja. Makanya kita lakukan langkah-langkah penyekatan agar tidak ada kumpulan massa,” pungkas Victor. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less