Demo Save Gubernur LE, Perekonomian dan Pendidikan di Kota Jayapura Nyaris Lumpuh
- account_circle topik papua
- calendar_month Selasa, 20 Sep 2022
- visibility 126
- comment 0 komentar
- print Cetak

Nampak sejumlah pertokoan di sekitar taman imbi jayapura memilih tutup / BB
Jayapura, Topikpapua.com – Aksi demonstrasi mendukung Gubernur Papua, Lukas Enembe yang digelar oleh Koalisi Rakyat Papua (KRP) di kota Jayapura hari ini, Selasa (20/9/2022) tak hanya membuat resah warga kota Jayapura, namun juga berdampak pada perekonomian dan dunia pendidikan.
“Hari ini kami memilih untuk tutup toko, ya karena takut aksi demo nanti bisa anarkis dan merusak usaha kami, ” ungkap salah satu pemilik toko di sekitar taman imbi kota Jayapura, Selasa (20/9/2022).
Pria paruh baya yang tak mau disebutkan namanya tersebut mengaku masih trauma dengan kejadian demo anarkis pada tahun 2019 silam.
“Kami terus terang masih trauma dengan demo tahun 2019 lalu, makanya lebih baik kami tutup saja, Kalau masalah rezeki saya pikir itu Tuhan sudah atur, hari ini kami tutup memang tidak ada pemasukan, tapi besok-besok pasti ada rezeki lagi, ” ujarnya.
Martha, seorang konsumen yang hendak membeli kebutuhan rumah tangganya juga mengaku kesal, pasalnya hampir semua toko yang menjual kebutuhan rumah tangga di kota Jayapura memilih tutup.
“Beras kami dirumah sudah habis, saya mau ke kota beli, tapi semua toko tutup. Susu anak saya juga habis, mau skalian beli juga hari ini tapi tidak bisa, “ujar Martha.
Dirinya pun harus kembali ke rumah dengan tangan kosong dan berharap masih ada kios yang buka agar bisa membeli beras dan susu buat anaknya.
Selain mempengaruhi perekonomian di kota Jayapura, akibat aksi demo ini juga melumpuhkan dunia pendidikan.
“Dari kemaren anak-anak sudah diliburkan oleh sekolah, katanya mau ada demo jadi dong (mereka) diliburkan, ” ungkap Ruben salah satu oramg tua murid.
Ruben mengaku dua anaknya tidak bersekolah selama dua hari karena pihak sekolah tak mau ambil resiko bila tetap membuka sekolah.
“Inikan merugikan kita semua, anak-anak tidak sekolah otomatis mereka akan ketinggalan pelajaran, tapi kita juga tidak bisa paksa sekolah untuk tetap buka, ” Beber Ruben.
Aksi demo Save Gubernur Papua, Lukas Enembe sendiri digelar sejak pukul 09.00 pagi di berbagai titik di kota Jayapura.
Dari pantauan Redaksi Topik, massa berdatangan dari Sentani, expo, abepura, angkasa dan yapis menuju taman imbi.
Untuk mencegah membludaknya massa di taman imbi, aparat keamanan lalu menyekat beberapa ruas jalan, seperti di daerah batas kota, expo waena, abepura dan daerah Yapis.
Sementara di taman imbi sendiri ratusan massa telah berorasi sejak siang. Mereka meminta KPK segera mencabut status Tersangka bagi Gubernur Enembe atas dugaan kasus gratifikasi senilai 1 Milyar rupiah. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar