Polisi : Dua Ratusan Massa Pendukung Gubernur LE Masih Bertahan di Kediaman Koya
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 16 Sep 2022
- visibility 53
- comment 0 komentar

Massa pendukung Gubernur Lukas Enembe di kediaman pribadi Koya/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolsek Muara Tami Kompol Yunan Plitomo mengungkapkan massa pendukung Gubernur Papua Lukas Enembe yang menjaga di kediaman pribadi di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, mulai berkurang sejak Kamis (15/9/2022).
Yunan membeberkan sebelumnya massa pendukung berada di sekitaran rumah pribadi Gubernur Papua itu, ditaksirkan berjumlah ribuan orang. Namun kini massa yang bertahan sekitar 200 orang.
“Ya, sejak kemarin sudah mulai berkurang. Dari ribuan, ya sekarang mungkin tinggal 200-an lah. Mereka sudah kembali ke rumah masing-masing,” katanya, Jumat (17/9/2022).
Kendati jumlah kekuatan massa pendukung Lukas Enembe sudah mulai berkurang, namun aparat Kepolisian belum bisa mendekat. Menurut Junan, hal itu guna mencegah aksi bentrok antara aparat dan massa pendukung.
“Kami bukan takut, hanya saja kami lebih memilih pendekatan komunikasi. Selagi massa itu tidak mengganggu ketertiban dan keamanan, ya tidak apa-apa,” ucapnya.
Kembali dipertegas Kapolsek Muara Tami ini, tidak ada peningkatan eskalasi keamanan pasca penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Sejauh ini masih aman. Tapi kami terus tingkatkan patroli dan pengawasan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya ribuan orang pendukung Gubernur Lukas Enembe di kediaman pribadinya di Koya pasca penetapan tersangka atas dugaan gratifikasi Rp 1 miliar oleh KPK RI pada 5 September 2022 lalu.
Apa yang dilakukan massa ini sebagai wujud simpati terhadap kepala daerahnya atas dugaan yang disangkakan lembaga anti rasuah tersebut.
Diketahui juga, KPK RI tak hanya menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka, tetapi KPK juga meminta Ditjen Imigrasi untuk dicekal ke luar negeri. Padahal Gubernur Enembe dijadwalkan berangkat ke Singapura dan Filipina pada 12 September 2022, namun surat pencekalan diterbitkan Imigrasi per 7 September 2022. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


