Pipa PDAM Patah, 36 Ribu Warga Jayapura Terdampak
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 11 Jan 2022
- visibility 186
- comment 0 komentar

Direktur PDAM Jayapura Entis Sutisna saat meninjau lokasi pipah patah di Kampwolker/foto ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Infrastruktur PDAM Jayapura berupa pipa distribusi air mengalami kerusakan akibat terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Jayapura pada Kamis malam hingga Jumat pagi pekan lalu.
Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna membenarkan, kerusakan pada pipa distribusi utama cukup parah sehingga berdampak bagi layanan air bersih kepada pelanggan.
“Pelayanan air bersih ke masyarakat terhenti. Pipa ukuran 20 inch yang berada di Kampwolker cukup parah kerusakannya. Pipa ini terkena longsor sekitar 300 meter dari posisi semula yang berada di luar aliran kali Kampwolker, jadi waktu kejadian pipa jatuh ke aliran kali dan patah,” ungkap Entis, Senin (10/1/2022)
Dampak dari bencana alam tersebut, lanjut Entis, sebanyak 36.400 pelanggan PDAM Jayapura tidak mendapatkan layanan air bersih. Kendati demikian, PDAM tetap konsisten mempercepat proses pemulihan pipa distribusi air bersih agar pelayanan kepada pelanggan kembali normal.
“Kami berupaya melakukan perbaikan dengan menormalisasi kali Kampwolker untuk mengalihkan arus air dari luar pipa. Saat ini kita melakukan penimbunan material menggunakan eskavator agar aliran air terhadang tidak masuk ke jalur pipa, setelah itu dilakukan pergantian pipa sepanjang 35 meter ukuran 20 inch,” terangnya.
Menurut Entis, PDAM masih memiliki cadangan pipa di Buper Waena, yang mana saat ini sudah dimobilisasi dan disiapkan. kemudian juga penambahan aksesoris untuk mempercepat proses perbaikan, karena selama empat hari perbaikan, pelayanan jalur Kojabu di wilayah Jayapura Utara, Jayapura Selatan, dan Abepura belum mendapatkan pasokan.
“Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ucap Entis.
Selanjutnya Entis mengaku belum menghitung jumlah kerugian lantaran masih fokus untuk memaksimalkan potensi tenaga, sumber dana, dan fasilitas lainnya.
“Kami meminta pelanggan tetap melakukan pembayaran rekening air, karena suplai air ke pelanggan terhenti sementara lantaran adanya bencana alam,” pesan Entis. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


