Dirut RSUD Tiom Tegaskan Pelayanan Rumah Sakit Sudah Kembali Normal
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 16 Mar 2022
- visibility 87
- comment 0 komentar

Tampak pelayanan RSUD Tiom yang sudah kembali normal, Rabu (16/3/2022)/ist
Tiom, Topikpapua.com, – Pelayanan kesehatan di RSUD Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua mulai berjalan dengan normal. Dirut RSUD Tiom, dr. Nataniel Imanuel Hadi pun memastikan, tidak ada penutupan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya itu.
Nataniel menjelaskan, terkait adanya spanduk di pintu masuk RSUD Tiom pada Senin 14 Maret 2022 yang bertuliskan “pelayanan RSUD Tiom tutup sementara”, hal itu terjadi hanya karena adanya miskomunikasi tentang pembayaran honor tenaga kesehatan Covid-19 yang sebenarnya telah dibayarkan pada 10 Februari lalu.
“Adanya aksi mogok kerja itu dikarenakan mereka (nakes) menuntut haknya dibayarkan oleh pihak manajemen. Namun sebenarnya honor tenaga medis dan non tenaga medis yang bertugas dalam pelayanan Covid-19 pada tahun 2021 telah dibayarkan oleh bendahara Satgas Covid-19 Kabupaten Lanny Jaya dan dilakukan pada 10 Februari 2022 bertempat di Aula Kantor RSUD Tiom,” kata Nataniel, Rabu siang.
Ia pun menegaskan bahwa pembayaran honor tersebut sudah dilakukan sebulan sebelumnya dengan ketentuan yang dibayar itu adalah petugas yang benar-benar berhak menerima honor pelayanan.
“Jadi honor covid yang diprioritaskan itu bagi nakes dan non nakes yang melakukan kontak langsung terhadap pasien dan mereka yang menyediakan pelayanan penunjang bagi pasien Covid,”ungkapnya
Pasca dilakukan pembayaran honor, lanjut Nataniel, kini muncul permintaan dari nakes dan non nakes agar semuanya bisa mendapatkan honor pelayanan Covid-19, baik yang kontak langsung dengan pasien maupun yang tidak kontak langsung dengan pasien Covid-19.
“Alasan mereka bahwa dalam pelayanan kesehatan di RS, semua petugas RSUD memiliki resiko tertular Covid-19 dan terbukti ada cukup banyak petuga ikut tertular covid hingga dirawat di ruang Isolasi pada tahun 2021,” tutur Nataniel.
Dirinya pun mengaku dalam berbagai pertemuan, pihak manajemen RS berusaha menyampaikan bahwa berdasarkan ketentuan hanya dapat memberikan honor kepada petugas yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 dan petugas penunjang pelayanan yang berhak menerima.
Kemudian di pertemuan bersama seluruh staf pada 11 Maret yang juga langsung dihadiri Sekda Lanny Jaya, telah mengakomodir harapan para petugas RS.
“Beliau (sekda) mengintruksikan agar pelayanan kesehatan di RS harus berjalan seperti sediakala dan tidak boleh ada aksi mogok kerja dalam pelayanan kesehatan karena kepentingan masyarakatlah yang harus diutamakan” terangnya.
Lebih jelas kata Nataniel, RSUD Tiom selalu berupaya memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Kendati pada tanggal 14 Maret beberapa staf melalukan aksi menutup gerbang dan menulis di spanduk, namun sebenarnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dilayani.
“Karena mereka semua terikat dengan sumpah dan janji mereka untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,”aku Nataniel.
Sementara pada tanggal 15 Maret 2022, Direktur RSUD Tiom dan Kadinkes Lanny Jaya melakukan pertemuan dengan seluruh petugas kesehatan dan sepakat membuka pelayanan seperti sediakala serta berkomitmen secara bersama untuk melakukan pelayanan yang lebih baik serta berjanji untuk tidak ada lagi aksi mogok kerjademi kepentingan pelayanan kepada masyarakat.
“Manajemen RSUD Tiom berharap pelayanan kesehatan harus tetap berjalan dengan baik tanpa gangguan dengan alasan apapun demi kepentingan masyarakat,” paparnya.
RSUD Tiom memiliki program Lanny Jaya Sehat yang memberikan pelayanan kesehatan rujukan gratis ke seluruh fasilitas kesehatan terbaik mulai dari RS Dian Harapan dan RS Provita di Kota Jayapura, hingga RS swasta terbaik di Indonesia yaitu Siloam Hospital, bahkan pasien dari Lanny Jaya dapat dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto.
“Semua fasilitas ditanggung oleh Program Lanny Jaya Sehat khusus untuk masyarakat Lanny Jaya mulai dari biaya transportasi, akomodasi pendamping keluarga hingga seluruh biaya pengobatan,” bebernya.
Menurut Nataniel, semua pelayanan kesehatan rujukan terbaik yang disebut di atas tentunya harus dimulai dengan pelayanan kesehatan yang baik juga di RSUD Tiom, mengingatb RSUD Tiom adalah fasilitas kesehatan utama yang akan menjadi barometer kesuksesan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lanny Jaya.
“Kami bersyukur setelah pertemuan ini, kami semua berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya dan saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua petugas kesehatan di RSUD Tiom yang telah bertugas dengan baik selama ini,”tandasnya.
RSUD Tiom juga mengapresiasi Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom yang memberikan tambahan insentif sebesar Rp1 miliar kepada seluruh staf RSUD Tiom yang telah memberikan pelayanan dengan baik selama pandemi Covid-19. Maka total apresiasi kepada seluruh nakes dan non nakes yang telah melayani selama pandemi menjadi kurang lebih Rp2 miliar.
“Kami beruntung memiliki Pemda yang sangat peduli dengan pelayanan kesehatan termasuk didalamnya tenaga kesehatan dan Bapak Bupati sudah merespon aspirasi rekan-rekan dan itu sangat luar biasa. Kami juga tak lupa berterima kasih kepada Bapak Sekda, Ibu Kadinkes yang telah memberikan dukungan kepada seluruh petugas RSUD Tiom untuk bisa melayani masyarakat lebih baik lagi,”pungkasnya.
Saat ini semua pelayanan telah berjalan dengan norm mulai dari pelayanan emergency di IGD, pelayanan poliklinik spesialis, rawat inap, kebidanan dan pelayanan kesehatan penunjang lainnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




