Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Sempat Viral, Ini Alasan Kapolres Merauke Merusak Mess Milik H Tafnar

Sempat Viral, Ini Alasan Kapolres Merauke Merusak Mess Milik H Tafnar

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
  • visibility 910
  • comment 0 komentar

Merauke, Topikpapua.com, – Dalam dua hari terakhir ini viral di sejumlah media sosial bahwa Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji beserta sejumlah anggotanya melakukan pengrusakan di salah satu bangunan di pelabuhan milik H Tafnar yang beralamat di Kelurahan Kelapa Lima, Distrik Merauke.

Untung yang dikonfirmasi terkait dengan insiden tersebut, membenarkan bahwa pihaknya memang turun ke lokasi itu.

Menurut Untung, pihaknya turun ke pelabuhan milik alm. H. Tafnar itu untuk mengamankan lahan milik Polda Papua yang diduga diserobot oleh pihak bersangkutan.

“Kemarin memang saya turun untuk melakukan pembersihan di lokasi itu. Ini juga adalah perintah dari Karo Rena untuk kita mengamankan aset-aset pemerintah, baik milik Polres dan Polda ataupun milik instansi pemerintahan yang lain” katanya di ruang kerjanya, Kamis (24/02/2022).

Ia menjelaskan, lahan tempat berdirinya dermaga dan mess karyawan milik H. Tafnar itu merupakan lahan milik Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKM) yang dihibahkan kepada Polda Papua.

Lanjut Untung, lahan itu rencananya akan dikelola oleh Satuan Polair Polres Merauke, namun ketika ditinjau oleh pihaknya rupanya di lahan tersebut sudah ada aktivitas yang dilakukan oleh pihak lain.

“Dulu itu tidak ada pintu disitu, waktu kita tinjau kenapa ada pintu dan pintu itu digembok juga, apalagi mereka tidak punya ijin untuk mendirikan bangunan apalagi 100 meter dari bibir sungai itukan tidak boleh, kecuali TNI-POLRI untuk kepentingan dermaga dan lain-lain,” bebernya.

Masih menurut Untung, pihaknya sudah beberapa kali meminta agar pihak H Tafnar segera mengosongkan dan menghentikan semua aktivitas diatas lahan milik Polda Papua tersebut.

Dengan melakukan pengrusakan, Untung tidak ingin tempat tersebut dijadikan sarang prostitusi.

“Saya tidak mau itu terjadi, makanya harus dikosongin. Saya pecahin kaca-kaca yang ada di bangunan itu, nah itu baru keluar orang-orang yang ada di bangunan itu,” sebutnya.

Untung mengatakan, awalnya dia tidak tahu jika di dalam bangunan tersebut ada orang.

“Saya tidak tau, sehingga tidak sengaja pecahan kaca itu kena anak-anak kecil, tapi setelah tau ada anak kecil yang kena pecahan kaca saya langsung obati, karena saya sayang anak-anak dan saya tidak tau kalau ada mereka di dalam” tukasnya.

Jika pihak terkait merasa dirugikan atas apa yang dilakukan oleh pihak Polres Merauke, Untung menegaskan akan membuka diri untuk menentukan siapa yang benar di pengadilan.

Secara terpisah, Tafna Taufan, ahli waris dari alm. H. Tafnar mengatakan, bahwa tanah itu adalah milik almahum ayahnya yang dibeli pada tahun 2013.

Diapun menuturkan bahwa sebenarnya pihaknya tidak ada masalah dengan aparat kepolisian.

“Kami tidak ada masalah dengan Kepolisian, kita cuma punya masalah dengan DJKN yang menghibahkan tanah ini ke Polda Papua tahun 2015 dan memasang plang di tanah kami itu tahun 2019” tuturnya.

Menurut Tafna, bahwa keluarganya tidak akan mungkin menguasai tanah itu jika pihaknya tidak memiliki dasar atau berkas kepemilikan dari lokasi tanah tersebut.

“Pelepasan adat sudah kami punya, setifikat juga sudah keluar bahkan kami juga membayar pajak setiap tahun, sebelum kami membangun di tanah itu, kami sudah lakukan semua ritual adat,” katanya.

Soal aktifitas apa saja yang dilakukan disana, Tafna menjelaskan, bahwa perusahaan yang ia pimpin ini bergerak di bidang kelautan sehingga di lokasi itu ada dermaga dan mess karyawan.

Lebih jelas kata Safna, apa yang disampaikan oleh Kapolres Merauke bahwa ada aktifitas prostitusi di lokasi tersebut adalah hal yang sangat keliru.

Kata dia, di mess karyawan itu ada beberapa karyawan yang sudah berkeluarga sehingga mereka membawa istri dan anaknya untuk tinggal bersama.

“Itu keluarga dari karyawan kami, boleh diperiksa surat nikahnya, kami juga tidak akan mengijinkan karyawan kami yang belum berkeluarga untuk membawa pasangan atau pacar untuk tinggal bersama di mess, kalau yang sudah berkeluarga kami persilahkan dengan syarat harus membuktikan kalai sudah menikah, ya mininal tunjukan surat nikah itu,” terangnya.

Selanjutnya Tafna juga mengaku siap digugat ke pengadilan, apabila terbukti melakukan penyerobotan lahan.

“Kami siap digugat ke pengadilan, kalau memang terbukti kita salah ya silahkan ambil tanah itu” pungkasnya. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Keamanan, Bandara Sugapa Intan Jaya Sementara Ditutup

    Antisipasi Keamanan, Bandara Sugapa Intan Jaya Sementara Ditutup

    • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pasca pembakaran Kantor Airnav Indonesia Bilorai yang berada di kawasan Bandara Sugapa, Intan Jaya, Papua oleh kelompok sipil bersenjata (KKB) Jumat (29/10/2021) sekitar pukul 16.00 WIT. Saat ini bandara tersebut sementara ditutup, tidak melayani penerbangan. Manager Hubungan Masyarakat AirNav Indonesia, Yohanes Harry Douglas Sirait membenarkan, kendati tidak dilakukan penutupan total untuk operasional […]

  • Astra Motor Papua Tingkatkan Skill Mekanik

    Astra Motor Papua Tingkatkan Skill Mekanik

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Astra Motor Papua selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Papua dan Papua Barat menyelenggarakan training speed up service untuk mekanik AHASS pada Senin (10/7/2023) – Selasa (11/7/2023). Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan mekanikAHASS. Service Manager Astra Motor Papua, Harry Pranata mengungkapkan bahwa tidak hanya saat penjualan Astra Motor Papua […]

  • Ini Alasan Sertu Alkausar Habisi Nyawa Karumkit LB Moerdani Merauke

    Ini Alasan Sertu Alkausar Habisi Nyawa Karumkit LB Moerdani Merauke

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com- Komandan Korem (Danrem) 174/Anim Ti Waninggap (ATW), Brigjen TNI E Reza Pahlevi mengatakan motif penikaman terhadap Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Jenderal LB Moerdani Merauke, Mayor Ckm dr. Beni Arjihanskarena oleh bawahannya, Sertu Muhammad Alkausar karena masalah pemberian izin cuti. “Hasil pemeriksaan sementara terungkap bila pelaku ini menikam atasannya karena kekecewaan pelaku yang belum […]

  • PLN Bagikan Tips Gunakan Listrik Aman, Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru

    PLN Bagikan Tips Gunakan Listrik Aman, Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Jum, 27 Des 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Momen libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025 sudah mulai berlangsung sejak beberapa hari kemarin. Masyarakat biasanya akan menghabiskan waktu ke kampung halaman untuk mengunjungi sanak saudara atau berlibur ke luar kota mendekati penghujung tahun. Melihat hal tersebut PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keamanan penggunaan listrik bagi yang […]

  • Di Muara Tami, Honda Vario Tabrak Honda Space, 1 Orang Tewas

    Di Muara Tami, Honda Vario Tabrak Honda Space, 1 Orang Tewas

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) maut terjadi di Jalan Trans Abepura – Keerom tepatnya di dekat Masjid Quba Swakarsa, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Rabu (22/2/2023). Kecelakaan maut antara Spm Honda Vario DS 2876 RH dengan Spm Honda Space DS 3005 AS terjadi sekitar pukul 08.30 WIT. Kapolsek Muara Tami AKP Cornelis Dima […]

  • Kasus Penerimaan CPNS Kota Jayapura, Kapolda : Akan Kami Tindak Tegas!

    Kasus Penerimaan CPNS Kota Jayapura, Kapolda : Akan Kami Tindak Tegas!

    • calendar_month Jum, 15 Des 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengaku akan menindak tegas oknum yang bermain dalam proses seleksi penerimaan pegawai PPPK dan CPNS di Pemkot Jayapura. Menurut Irjen Fakhiri, apa yang dilalukan oleh Oknum tersebut sangat merugikan masyarakat, khususnya mereka yang selama ini sudah mengabdi sebagai honorer sekian tahun namun namanya tidak keluar saat […]

expand_less