Jumlah Kasus Terus Meningkat, 5 Kelurahan di Kota Jayapura Terancam Lockdown
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 23 Jul 2020
- visibility 2.424
- comment 0 komentar

Infografis penyebaran covid-19 di kota Jayapura tangal 22 Juli 2020 / GTC-19 KJ
Jayapura, Topikpapua.com, – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyatakan Kota Jayapura, Papua, menjadi daerah dengan tingkat laju Insidensi penularan covid-19 tertinggi di Indonesia.
Dengan fakta tersebut, Satgas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Papua telah merencanakan langkah taktis untuk memutus mata rantai penularan di Kota Jayapura.
“Jadi mungkin saja ada kelurahan yang memang daerahnya merah kita blok (tutup) di situ. Kita akan melihat daerah yang jumlah kasusnya tinggi, kelurahan yang jadi kluster,” ujar Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Papua, Wiliam R. Anderi, di Jayapura, Kamis (23/07/20).
Menurut dia saat ini sudah ada lima keluraham di kota Jayapura dengan angka kasus cukup tinggi, “Ada lima kelurahan yang jadi catatan, Hamadi, Gurabesi, Waimhorok, Bhayangkara dan Entrop,” kata dia.
Berdasarkan data yang dikekuarkan Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, hingga Rabu (22/07/20) malam, Kelurahan Hamadi sudah mencatat 364 kasus dengan 217 orang telah sembuh dan tiga orang meninggal.
Kemudian Kelurahan Bhayangkara telah ditemukan 137 kasus dengan 40 pasien telah dinyatakan sembuh dan satu meninggal dunia.
Lalu Kelurahan Gurabesi terdapat 134 kasus dengan 45 diantaranya telah sembuh dan satu meninggal dunia.
Sedangkan Kelurahan Waimhorok sudah ditemukan 115 kasus dengan 17 diantaranya telah sembuh dan tiga meninggal dunia.
Dan Kelurahan Entrop ada 96 kasus dengan 32 orang telah sembuh dan dua meninggal dunia.
Wiliam menjelaskan kini Satgas ingin berusaha memutus mata rantai penularan dari tingkatan lebih kecil, “Karena kita lihat tren kita naik terus, terutama di Kota Jayapura, kita harus turunkan lagi khususnya di tingkat kelurahan, agar mata rantai penularan bisa diputus,” Jelasnya.
Namun rencana tersebut akan didiskusikan dulu dengan Pemerintah Kota Jayapura agar pelaksanaanya bisa dilajukan secara komperhensif.
Secara total, jumlah kasus di Kota Jayapura telah mencapai 1.590. Dari jumlah tersebut 980 pasien masih dirawat, 590 orang telah sembuh dan 20 meninggal dunia.
Sedangkan di seluruh Papua sudah ada 2.652 kasus positif virus corona. Dari jumlah tersebut 1.365 pasien masih dirawat, 1.257 telah sembuh dan 30 meninggal dunia. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




