Polisi Perketat Dan Awasi Gerakan KKB di Gunung Botak
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 26 Jun 2020
- visibility 430
- comment 0 komentar

Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw/Ist
Jayapura, Topikpapua.com – Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengatakan pihaknya melakukan pengawasan ketat dan membatasi pergerakan kelompok KKB di Gunung Botak, Intan Jaya.
“Kami masih terus mengawasi peregerakan mereka karena kelompok tersebut tidak segan-segan masuk kedalam kumpulan masyarakat dan melakukan kekerasan pada masyarakat,” kata Kapolda Papua memberikan pemaparan saat kegiatan Refleksi Semester I Tahun 2020 Kapolda Papua, di ruangan Rupatama Polda Papua, Jumat (26/06/20).
Terkait dengan KKB ini, Kapolda menyebut ada tugas khusus yang diberikan langsung Kapolri, agar kelompok tersebut dapat ditangani.
“Dalam tiga bulan ini, salah satu dari mereka sudah kami amankan yaitu, Oniwara Wenda yang ditangkap dipuncak Jaya dan masih ada sekitar 6 sampai 8 kelompok-kelompok dari mereka,” kata Kapolda.
Disisi lain, Kapolda juga memaparkan tentang adanya kenaikan Kejahatan konvensional sepanjang 1 Semester Tahun 2020. Dimana terdapat sekitar 944 kasus.
“Kenaikan ini, lantaran adanya pembebasan atau asimilasi terkait para pidana ,awal masa pandemic covid-19. Ini juga menjadi tantangan bagi para Kapolres untuk menangani kasus yang melonjak naik seperti curanmor,” katanya.
Sementara di bidang Cyber crime (Kejahatan dunia maya), kata Kapolda hal itu dilatar belakangi dengan kejadian anarkis yang terjadi. “ berita-berita hoax semakin banyak, dan banyaknya ujaran kebencian,” jelasnya.
Sementara untuk kejahatan kekayaan Negara, menurut Kapolda justru mengalami penurunan, khususnya pada pencucian uang dan korupsi, kasus Ilegal logging. “Tahun ini hanya ada 1 kasus,” kata mantan Kapoltabes Sumatera Utara ini.
Selain itu, Kapolda juga menjelaskan tentang jumlah personel Polda Papua yang terbilang ideal, lantaran adanya penambahan di tahun 2020. “Jumlah personel sudah mendakati dengan jumlah penduduk, yang menjadi permasalahan yaitu luas wilayah Papua yang sangat luas dan banyak daerah-daerah yang sulit di jangkau,” katanya
Selain itu, dengan bertambahnya 5 Polres di Papua, diantaranya Polres Deiyai, Polres Yalimo, Polres Nduga, Polres Intan Jaya, Polres Puncak, menurut Kapolda, pihaknya akan segera melakukan pergeseran personil untuk mengisi Polres-Polres tersebut.
“Kita juga memdapat dukungan dari para kepala daerah untuk memfasilitasi pembangunan pada kelima Polres tersebut,” jelas Kapolda. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




