Tiap Hari ada 3,5 Orang di Papua Positif C-19, Ini Respon Pemprov Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 27 Apr 2020
- visibility 3.057
- comment 0 komentar

Illustrasi Penyebaran Pandemi Covid-19 di Dunia/ ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Sejak Pandemi Covid-19 Menjangkiti tanah Papua pada 17 Maret 2020, angka pasien positif terus meningkat tiap harinya. Hingga Minggu 26 April 2020 berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Papua di laporkan jumlah komulatif pasien positif di papua mencapai angka 142 kasus.
Angka 142 kasus ini bila di bagi dengan jumlah hari sejak pandemi Covid-19 ada di tanah Papua, yaitu 41 hari (17 Maret hingga 26 April 2020) maka di dapatkan hasil 3,5. Artinya tiap hari ada 3,5 warga Papua yang positif Covid-19.
Melihat kenaikan angka positif ini, Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal berharap agar masyarakat di Papua jangan menganggap remeh Virus Corona, dirinya juga memberikan perhatian khusus bagi 4 kabupaten/Kota yang angka penyebarannya terbilang tinggi.
“Kenapa kita tak boleh anggap remeh pandemi ini, Sebagai contoh untuk kabupaten Mimika hanya dalam dua minggu saja dari 4 kasus yang di temukan disana bisa naik menjadi 41 kasus, atau hampir 300 persen kenaikannya,” Kata Klemen saat memimpin rapat penanganan Pandemi Covid-19 Papua di Jayapura, Sabtu (25/04/20).
Berikut, Kabupaten Keerom dari 1 kasus di tanggal 11 april naik menjadi 9 kasus di tanggal 25 April. Kabupaten Jayapura, pada tanggal 3 april hanya ada 2 orang namun di tanggal 25 april sudah melonjak menjadi 27 kasus.
Kota jayapura, Sejak 28 maret hanya 7 kasus positif di temukan, namun di tanggal 25 april sudah meningkat hingga 38 kasus positif.
“Dari data ini menunjukkan bahwa penyebaran virus ini masih sangat cepat di Papua, untuk itu saya harap semua pemerintahan di Papua dari tingkap Provinsi sampai kabupaten kota mari kita samakan presepsi untuk bersama berantas virus ini, “Tukas Wagub Klemen.
“Satu langkah, satu gerak satu komando, “ Tambahnya.
Diakui Klemen, sejak Pandemi Covid-19 ‘menjajah’ Tanah Papua, Pemerintah Provinsi mempunyai konsen yang sangat tinggi terhadap Pandemi ini, Namun dirinya mengaku Pemerintah Provinsi tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan dukungan serta kerjasama dari pemerintah Kabupaten Kota.
“ Mengapa saya katakan demikian, kita ihat Fakta dilapangan saja.., Fakta itu harus menjadi salah satu tolak ukur dalam mengambil kebijakan. Saya mau katakan begini Virus corona ini mulai jam dua keatas baru dia mulai aktif, makanya kami lewat putusan bersama mau sepakati aktifitas warga diatas jam 2 harus di batasi, dan kami minta kabupaten/kota di papua bisa ikut terapkan keputusan ini, “Beber Klemen.
Klemen juga sempat menyinggung beberapa kabupaten/Kota yang hingga kini belum menerapkan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama dengan Pemerintah Provinsi terkait penanganan Pandemi Covid-19 di Papua.
“Faktanya di kota jayapura, sudah dua kali kita tandatangani kesepakatan bersama tetapi tetap membiarkan warganya beraktifitas sampai jam 6 sore, akibatnya sekarang sudah 38 orang yang positif, saya tidak mengada-ada ya.., Ini data yang bicara.., dan data tidak bisa bohong.., kita bisa baku tipu tapi data tidak bisa bohong, “Bebernya.
Walau demikian Klemen mengaku tidak mau menyalahkan siapa-siapa dalam Pandemi ini, dirinya hanya berharap agar semua elemen, baik itu pemerintah mulai dari tingkat provinsi hinga kabupaten kota bisa satu suara guna mempercepat penanganan Pandemi Covid-19 di Papua.
“Pemerintah kota harus sama dengan pemerintah Provinsi, kita bergandeng tangan mengantisipasi virus ini, kami tidak bilang salah, pikirannya benar, tapi hari ini wabahnya wabah nasional, bukan wabah kabupaten atau kota, “Kata Klemen.
Dijelaskan Wagub Klemen, Bila ada wabah Nasional maka kebijakannya diambil setingkat lebih tingi, yaitu ke Provinsi sebagai wakil pemerintah pusat, “dan itu undang-undang yang atur, jadi bukan masalah like or not like tetapi ini menyangkut kemasyarakatan publik,”Katanya.
“Kecuali Kalau bencana lokal , seperti banjir bandang kemaren di sentani, kita Provinsi sifatnya hanya membantu dan sepenuhnya itu tanggung jawab bupati.., tapi pandemi ini kan tidak terjadi di satu daerah tapi bersifat nasional bahkan internasional, Bebernya.
Wagub Klemen berharap ada kesadaran dari para pemimpin di level Kabupaten kota untuk tidak memikirkan ego daerah tapi lebih kepada nasib warga Papua yang mereka pimpin.
“Jadi kami minta kesadaran dari pemimpim-pemimpin yang di percayakan rakyat, saudara duduk saat ini di jabatan itu bukan milik nenek moyang saudara punya, rakyat yang pilih, Jadi mari kita kembali kepada komitmen bersama untuk mengurangi bahkan memberantas pandemi ini, “Tukas Wagub Klemen Tinal.
Sementara itu untuk membantu Kabupaten/Kota dalam menangangani Pandemi C0cid-19 di papua, Pemprov Papua berencana akan mengucurkan uang Cash sebesar 2 Miliar rupiah kepada 27 Kabupaten dan Khusus untuk Kota dan Kabupaten Jayapura akan menerima 4 Miliar.
“Jadi untuk kabupaten kota ini kita bantu, selain kita bantu Alkes kita juga akan berikan fresh money ke mereka, 27 kabupaten masing-masing dapat 2 miliar, khusus untuk Kota dan kabupaten Jayapura ini karena ibukota dan wajah papua, kita kasih 4 miliar, “Kata Klemen.
Klemen juga mengatakan Langkah tersebut diambil guna membantu kabupaten/Kota di Papua untuk melaksanakan keputusan bersama yakni Pembatasan Sosial yang di perluas dan diperketat.
“Jadi untuk melakukan pembatasan sosial yang di perluas dan diperketat itu kan tiap pemkab di Papua pasti membutuhkan dana tambahan, makanya kami berikan bantuan berupa cash money dan akan kami transfer,“Kata Klemen.
Selain itu, Klemen juga mengaku Pemprov akan membantu Rumah sakit rujukan yang tersebar di lima wilayah adat di Papua sebesar 5 Miliar rupiah.
“Semua Rumah sakit rujukan di lima wilayah adat kita akan kasih 5 miliar, jadi tidak ada alasan untuk tidak bekerja,”Tegas Klemen.
Selain memberikan perhatian kepada pemerintah Kabupaten kota di Papua, Klemen juga berharap lepada seluruh rakyat di Tanah Papua agar lebih tertib lagi dalam menjalankan Social dan Fisical Distancing.
“Saya harap semua warga Papua agar taat aturan yang sudah di sampaikan oleh pemerintah, tetap di dalam rumah, kalau terpaksa keluar rumah wajib menggunakan masker, hindari kerumunan orang, jangan kontak dengan orang di luar rumah, selalu jaga kebersihan lingkungan, rajin cuci tangan dan satu yang tak kalah penting Selalu berdoa kepada Tuhan agar kita di Tanah ini di jauhkan dari Virus Corona, “Pungkas Wagub Klemen Tinal. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


