Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Kapolda : 7 Terdakwa Rusuh Papua ‘Desain’ Aksi Demo Melawan Negara

Kapolda : 7 Terdakwa Rusuh Papua ‘Desain’ Aksi Demo Melawan Negara

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 15 Jun 2020
  • visibility 1.627
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com – ‘Melakukan rapat, pertemuan, Bermufakat dan Memimpin Demonstrasi dengan tujuan melawan negara’ itulah peran yang dilakukan 7 terdakwa makar yang saat ini menunggu putusan di PN Balikpapan.

Demikian kata Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpau, saat memaparkan cerita singkat tentang rentetan kejadian Agustus 2019 silam saat Thematic Discussion Groub The Spirit Of Papua yang berlangsung di Hotel Aston, Senin (15/06/20).

Kata Kapolda, upaya signifikan pada 18 Agustus 2019 oleh 7 terdakwa ini, dilakukan setelah kejadian di Malang pada 15 Agustus, Surabaya 16-17 Agustus 2019.

“Ini tidak bisa hanya dikatakan gerakan, itu upaya yang sudah diatur sedemikian rupa , oleh mereka yang sudah kita tangkap dan tahan dan sekarang mereka di Balikpapan dan beberapa pihak lain yang masih dijadikan DPO,” kata Kapolda

Dimana setelah rapat dan pertemuan tanggal 18 Agustus, terjadi unjuk rasa di tanah Papua yang dimulai pada 19 Agustus di Papua Barat, 21 Agustus di Mimika, 29 Agustus di Jayapura dengan menurunkan Merah Putih dan naikkan Bintang Kejora dan terkahir 23 septermber unjuk rasa anarkis bersamaan di Jayapura dan Wamena.

Kata Kapolda, persoalan ungkapan monyet sebagai rasis itu betul menyinggung kita sebagai warga masyarkat Papua, tapi itulah yang digunakan sebagai triger oleh mereka, untuk melakukan sejumlah upaya-upaya dengan tujuan melawan negara.

“ Mereka itu ada unsur-unsurnya. Bermufakat, Rapat dulu, kemudian memimpin demonstrasi dengan tujuan melawan negara,” tegas Kapolda.

Jika hari ini banyak yang bicara soal tersangka, dakwaan yang mereka terima, lantas lupa dengan korban akibat kerusuhan itu.

Bagaimana eksodus masyarakat yang ketakutan, hiruk-pikuk masyarakat yang minta ditolong, bahkan ada satu keluarga dibantai satu rumah dan dibakar, korban terus menjerit, dan menangis.

“Tapi hari ini banyak orang hanya bicara tersangka, hanya dimuara saja, tidak bicara dihilir persoalan. kita harus jujur ditanah ini, bicara apa adanya. kalau bicara tersangka, kita juga bicara korban, itu baru ada solusi. Saya katakan, harus ada keseimbangan melihat ini,” tegas Kapolda

Lanjut Kapolda, Aparat hukum tugasnya menggodok itu semua, selanjutnya Kejaksaan dan Pengadilan melanjutnya sebagaimana bukti. Lantas timbul banyak pertanyaan?

Kenapa rasisme ini menjadi makar..? Kapolda mengatakan, ada pasal dakwaan yang dianggap berbeda antara pelaku Surabaya di Papua.

Bahwa Kepolisian menggunakan dakwaan gabungan tindak pidana. Sehingga jangan dianggap Polisi mendakwa 7 orang itu sebagai pelaku makar saja. Ada sejumlah pasal yang didakwakan, mulai 110, 160,170, 106 KUHP dan jo 55 dan 56, kesemuanya terungkap kemarin dipersidangan.

“Dan kenapa semua dakwaan lebih kepada pasal 106 KUHP? karena muaranya ke situ. Perlawanan melawan negara. Ada alat bukti, petunjuk, saksi yang mendukung semua itu ada dan sedang diuji saat ini,” kata Kapolda

Fakta lain yang diungkap Kapolda, pada 15 Agustus 2019 saat ia bertemu dengan anak-anak mahasiwa di Malang, mereka mengakui saat mereka tiba, mereka di dogma oleh kelompok aliansi ini. “Bagus diawal bapa, tapi ujungnya memerintahkan kita agar ikuti maunya mereka untuk melawan negara,” ungkap kapolda

Sehingga, lanjut Kapolda, jika ditanyakan apa relevansinya tentang makar dan rasisme. Bahw ada perbuatan melawan hukum yang ujungnya melawan negara.

“Ujungnya ingin memisahkan diri dari negara kesatuan NKRI,” kata Kapolda sembari memperlihatkan video saat bendera merah putih di turunkan dan digantikan Bintang Kejora.

Tersangka lain yang terlibat dalam kerusuhan yakni pengrusakan, pembakaran, penganiayaan, kata Kapolda sudah di proses. Ada beberapa orang yang tidak bisa dibuktikan penyidik, itu sudah dibebaskan, ada juga yang sudah menjalani masa tahanannya.

“Tapi actor dari semua ini, adalah mereka yang ada di Kalimantan timur,” jelas Kapolda.

“Jadi jangan bicara di muara saja, tapi hulu masalah ada sebagian anak-anak kita yang terdoktrinisasi oleh pihak lain yang menyatakan lawanlah negara, dan buktinya cukup,” akunya.

Kembali menyinggung soal proses persidangan ke 7 terdakwa yang di lakukan di Luar Papua, Kapolda menyebut sudah ada pengalaman dan bahkan praduga itu mulai terlihat.

Tahun 2005 saat Sidang Makar Yusak Pakage rusuh saat berlangsung di PN Jayapura. Kepolisian, kata Kapolda, tidak mau Papua terus menerus menjadi titik sentra kekerasan, sehingga demi keamanan dan kenyamanan kita alihan ke Balikpapan.

“Dan praduga itu sudah bisa kita lihat saat ini, bayangkan kalau mereka ada disini, sidang-sidang itu pasti berantakan, masyarakat tuntut bebaskan 7 orang ini seolah itu persoalan politik,” tegas Kapolda.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda beharap kepada pimpinan dan tokoh-tokoh termasuk pemimpinan keagamaan, ketika ada masalah seperti itu, mohon turun bersama ke lapanga, bicara dan tengani semuanya.

“Jangan diam, setelah dimuara baru bicara dan tidak pernah ajak bicara dengan kami yang dihulu ini. Kita semua anak Papua Asli, kita bicara, tangani persoalan, eliminir bersama, jangan nanti sampai muara bilang polisi tidak beres,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menyinggung adanya pemetaan konflik dengan bahasa yang kurang santun di media sosil. Kata Kapolda, lebih baik aksi tersebut dihentikan, agar tidak ada tindakan hukum.

“ Lebih baik stop, kalau kita lakukan penindakan dengan UU ITE nanti dibilang Polisi sombong, kaka jahat lagi, padahal semua ada aturannya, ini negara hukum, kalau kami tidak lakukan itu nanti dibilang tidur, jadi tolong pahami, kalaua ada hal-hal yang kurang baik mari kita duduk dan bicara,” Pungkas Kapolda. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • AHM Siap Umumkan Roadmap Sepeda Motor Listrik untuk Netralisasi Karbon Dunia di Indonesia Tahun Ini

    AHM Siap Umumkan Roadmap Sepeda Motor Listrik untuk Netralisasi Karbon Dunia di Indonesia Tahun Ini

    • calendar_month Sel, 20 Sep 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com. –  Dalam upaya berkontribusi mewujudkan kehidupan berkelanjutan melalui realisasi netralitas karbon pada sepeda motor motor Honda, PT Astra Honda Motor (AHM) akan mengumumkan strategi dan roadmap bisnis sepeda motor listrik dalam tahun ini. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mengakselerasi kehadiran sepeda motor listrik di Indonesia. Komitmen kuat ini merupakan bagian dari […]

  • Lagi.., Anggota TNI Gugur Tertembak KSB di Intan Jaya

    Lagi.., Anggota TNI Gugur Tertembak KSB di Intan Jaya

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.142
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Belum lagi hilang duka yang menyelimuti kesatuan TNI di Papua pasca tertembaknya Serka Sahlan, anggota Bamin Koramil Tigi Barat Kodim Deiyai Korem 173/PVB pada kamis lalu, kali ini KSB di Intan Jaya kembali menembak mati personil TNI. Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria mengatakan kejadian penembakan ini terjadi pada sabtu siang sekitar pukul […]

  • Kemenkominfo Bersama Siberkreasi Gelar Webinar Tips Pemasaran di Medsos bagi Komunitas Maluku dan Papua  

    Kemenkominfo Bersama Siberkreasi Gelar Webinar Tips Pemasaran di Medsos bagi Komunitas Maluku dan Papua  

    • calendar_month Ming, 18 Sep 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 624
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, -Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate mengungkapkan pihaknya berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi secara konsisten telah melakukan literasi digital kepada lebih dari 14,6 juta orang untuk memaksimalkan ruang digital, sekaligus meminimalkan dampak negatif dari internet seperti hoax, perundungan, kekerasan seksual, dan kejahatan digital lainnya. Dalam perjalanannya Program #MakinCakapDigital sejak […]

  • Promo “Koteka Makin Meriah” di Bulan September Beli Motor Honda Hemat Hingga Rp4,9 Juta

    Promo “Koteka Makin Meriah” di Bulan September Beli Motor Honda Hemat Hingga Rp4,9 Juta

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua com, – Astra Motor Papua kembali menghadirkan program menarik bagi konsumen setia Honda melalui promo spesial bertajuk “Koteka Makin Meriah” yang berlangsung pada 1–30 September 2025. Program ini berlaku di seluruh jaringan dealer Astra Motor Papua, kecuali Biak. Dalam promo ini, konsumen bisa mendapatkan potongan hemat hingga Rp4,9 juta untuk pembelian motor Honda […]

  • Dukung Penghijauan, Polsek Sentani Barat Tanam Pohon di Kampung Maribu

    Dukung Penghijauan, Polsek Sentani Barat Tanam Pohon di Kampung Maribu

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sentani, Topikpapua.com, –  Dalam rangka mendukung program penghijauan dari Kapolri, Polsek Sentani Barat menggelar aksi penanaman pohon di Kampung Maribu Tua distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Senin (06/01/20). Hadir dalam kegiatan yakni Kapolsek Sentani Barat AKP Ruben Palayukan S.Pt., S.IK, Wakapolsek Sentani Barat Ipda Yohan Yawan, Ketua MMP Resort Moy Klisboset Klembeab, Bhabinkamtibmas Kampung Maribu […]

  • Pemuda Mabuk Versus Polisi di Argapura, Dua Mobil Rusak

    Pemuda Mabuk Versus Polisi di Argapura, Dua Mobil Rusak

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Personel Polsek Jayapura Selatan dihadang sekelompok pemuda di Argapura. tepatnya di pertigaan jalan masuk Hamadi Resimen saat akan melaksanakan upaya penegakkan hukum terhadap salah satu pelaku pencurian berinisial DS, Kamis (4/5/2023) malam. Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Oscar Fajar Rahadian menjelaskan kronologi peristiwa bermula pada saat Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek […]

expand_less