54 Persen Kasus Positif C-19 di Kota Jayapura Berasal dari Hamadi, Ini Sebabnya..
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 11 Jun 2020
- visibility 1.223
- comment 0 komentar

Infografis perkembangan kasus Covid-19 Kota Jayapura tanggal 11 Juni 2020 / GTC-19KJ
Jayapura, Topikpapua.com, – Jumlah kasus pasien positif di kota Jayapura terus bertambah, hingga kamis 11 Juni 2020, berdasarkan data dari gugus tugas Covid-19 kota Jayapura di laporkan total komulatif pasien positif C-19 di Port Numbay sebanyak 545 Kasus.
Dari angka tersebut, jumlah terbesar berasal dari Kelurahan Hamadi yang secara persentase mencapai 54 persen dari total kasus di Kota Jayapura.
“Di Hamadi sampai hari ini jumlah kasusnya mencapai 289,” kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Artari, kepada Redaksi Topik, Kamis (11/06/20).
Ia menjelaskan, awal ditemukannya klaster Hamadi dimulai saat Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura melakukan rapid test kepada para penjual ikan keliling.
Dari sekitar 300 orang yang mengikuti tes tersebut, 58 orang reaktif dan pemeriksaan dilanjutkan dengan tes PCR.
Lalu pada 8 Mei 2020, dari pemeriksaan sebagian sampel cairan tenggorokan (swab) para pedagang ikan yang reaktif, dinyatakan 10 orang positif terpapar virus corona.
“Waktu itu yang kita periksa pedagang sayur dan pedagang ikan. Yang pedagang sayur tidak banyak yang reaktif, hanya 5 dan kita swab negatif semua. Lalu setelah kita lakukan rapid test ke sekitar 300 penjual ikan, 58 reaktif, setelah di tes PCR hampir separuhnya positif, dari situ kita putuskan untuk fokus di Hamadi,” Jelas Nyoman.
Keputusan untuk melakukan rapid test massal di Kelurahan Hamadi dikarenakan sebagian besar pedagang ikan yang terpapar virus corona tinggal di wilayah tersebut. Kemudian rapid test massal di Hamadi dilakukan mulai pada 14 Mei 2020.
Nyoman mengklaim hasil tes cepat di Hamadi sesuai dengan diagnosa yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura karena jumlahnya cukup besar.
“Dari hipotesa kita ternyata benar, dari sekitar 6.000 warga di Hamadi yang kita rapid test, 1.050 warga diantaranya reaktif dan setelah di swab ternyata sudah hampir 300 positif, ini belum semua di tes PCR,” kata dia.
Dijelaskan Nyoman, Pada awal penanganan, warga Hamadi yang reaktif terhadap Rapid tes dikarantina di hotel Sahid Jayapura, Namun ketika jumlah warga yang reaktif terus bertambah dan hasil PCR juga menunjukan angka paparan virus corona di Hamadi tinggi, tempat tersebut sudah tidak mencukupi.
Karena keterbatasan ruang isolasi di rumah sakit, maka diputuskan pasien positif corona dengan status sakit ringan yang akan diisolasi di hotel sementara warga Hamadi yang hasil rapinya reaktif, diminta melakukan karantina mandiri.
Namun hal tersebut diakui Nyoman menimbulkan masalah baru karena banyak warga Hamadi yang hasil rapid nya reaktif tidak datang ketika akan diambil sampel tenggorokannya.
“Ini masalah baru, banyak dari mereka yang tidak mau di ambil swabnya, masalah lainnya saat ini masih cukup banyak sampel swab kita yang belum diperiksa di Litbangkes, ada sekitar 200 san sampel yang masih antri, “Beber Nyoman.
Tingginya tingkat penularan di Hamadi, sambung Nyoman, dikarenakan oleh beberapa hal, mulai dari kondisi pemukiman hingga ketidak siplinan warga menjalankan protokol kesehatan.
“Saya lihat yang menyebabkan penularan covid-19 di Hamadi tinggi, pertama karena pemukimannya sangat padat, kedua sanitasinya jelek sekali di situ, masyarakat buang sampah sembarangan, kesadaran masyarakat untuk hidup sehat masih kurang,” tuturnya.
Dokter Nyoman juga mengaku bila masih banyak warga Hamadi saat berada di lingkungannya tidak menggunakan masker dan kurang peduli dengan social dan fisical distancing.
“Saya pernah kesana dengan pak wakil, saya lihat masih banyak warga yang saat berkunjung ke tetangga, atau saat ngumpul-ngumpul di depan rumah tidak menggunakan masker, “Tukasnya.
Selain Daerah Hamadi, Nyoman mengaku pihaknya masih akan terus melakukan rapid masif di sejumlah tempat yang dianggap rawan penularan.
“Rencana kedepan Kita juga akan rapid test pedagang di Pasar Youtefa, tetapi perkiraan saya temuan kasusnya tidak akan sebanyak di Hamadi,” kata Nyoman.
Selain menjadi Klaster penyumbang pasien positif terbanyak di kota Jayapura, ternyata Klaster Hamadi juga menjadi penyumbang pasien positif terbanyak di Papua.
Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Papua, hingga kamis pukul 19.00 wit, dari total komulatif kasus pasien positif di Papua sebanyak 1.169 kasus 289 kasus berasal dari klaster Hamadi.
Tetap di rumah, bila terpaksa harus keluar rumah selalu gunakan masker, jaga jarak, hindari kontak fisik dengan orang di luar rumah, tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Makan dan minum yang bergizi, sempatkan berolah raga dan ingat untuk selelu mencuci tangan.
Sa Jaga Ko.., Ko Jaga Sa.., Kitong Semua Selamat.. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




