Bencana Kekeringan di Puncak, Kapolri Kirim 264 Ton Beras dan Ribuan Paket Sembako
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 10 Agu 2023
- visibility 99
- comment 0 komentar

Bantuan Kapolri sebanyak 264 ton beras dan ribuan paket sembako bagi masyarakat terdampak bencana kekeringan di Puncak/ist
Jakarta, Topikpapua.com, – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyalurkan 264,7 ton beras hingga 1.500 paket sembako kepada masyarakat Kabupaten Puncak, Papua Tengah yang terdampak bencana kekeringan serta kelaparan.
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan, bantuan itu sudah dikirimkan ke wilayah Kabupaten Puncak, dan selanjutnya akan langsung diserahkan ke masyarakat yang membutuhkan.
“Jumlah bantuan sosial saat ini sebanyak 264,7 ton beras,” kata Sandi di Jakarta, Kamis (10/8/2023).
Sandi juga menyebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengirimkan 1.500 paket sembako, berisikan, beras 5 Kg, mie instan, susu kental manis, ikan sarden, dan kecap manis.
“Ada juga bantuan untuk masyarakat berupa jaket dewasa sebanyak 1.000 pieces dan jaket anak 150 buah,” katanya.
Menurut Sandi, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan tersebut, Polri bersinergi dengan seluruh pihak terkait.
“Polri bekerja sama dengan TNI, BNPB dan Pemda Kabupaten Puncak untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan tersebut,” ujar Sandi.
Sandi menjelaskan, bantuan itu akan dibawa dengan menggunakan pesawat terbang dari Timika menuju lokasi bencana di Agandume sekitar 40 menit dan ke Sinak sekira 1 jam.
“Bantuan yang sampai di Agandume kemudian di distribusikan menuju jalur darat atau jalan kaki ke Lambewi dan Oneri dengan estimasi selama setengah hari,” ucap Sandi.
Sebelumnya diberitakan bencana cuaca ekstrim melanda Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Akibat cuaca ekstrim yang menyebabkan kebun warga gagal panen dilaporkan 6 warga meninggal dunia.
“Informasi yang saya terima enam orang yang dikabarkan meninggal dunia tersebut mengalami sakit, yang diduga akibat terdampak cuaca ekstrem. Warga yang meninggal, masing-masing tiga orang di distrik Agandugume dan 3 orang dari Distrik Lambewi,” ungkap Bupati Wandik lewat rilis yang diterima, Kamis (27/7/2023) malam.
Menurut Bupati Wandik, Bencana kekeringan yang terjadi merupakan siklus tahunan yang biasanya berlangsung dari Mei hingga Agustus.
” Yang terjadi disanaa itu waktu siang panas dan malam hari sangat dingin dan tidak turun hujan, mengakibatkan tanaman warga menjadi rusak, busuk dan ketika penduduk setempat makan menyebabkan sakit perut dan diare,” jelas Wandik
Sejak bulan Mei hingga kini, Pemerintah Kabupaten Puncak sendiri telah mendistribusikan 6 ton bahan makanan (bama), untuk korban bencana kekeringan di dua distrik tersebut. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




