Hasil Rapid Test 117 Orang di DPRD Kota Jayapura, 6 Orang Reaktif
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 7 Mei 2020
- visibility 1.242
- comment 0 komentar

Illustrasi pelaksanaan Rapid Test / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Tim gugus tugas Covid-19 kota Jayapura Kamis siang melakukan Rapid test terhadap 117 orang di gedung DPRD Kota Jayapura. Hasil nya 6 orang dinyatakan Reaktif.
Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano lewat pesan WhatsUp nya mengatakan dari 117 orang yang mengikuti rapid di kantor DPRD kota Jayapura tersebut terdiri dari anggota DPRD, para staf, sopir dan beberapa wartawan.
“ Ada 6 orang yang reaktif, 1 anggota DPRD dan 5 orang staf, “ Kata BTM Kamis (07/05/20) malam.
Selain anggota DPRD kota Jayapura, rapid test juga telah di lakukan terhadap beberapa komunitas warga kota Jayapura.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Dokter Ni Nyoman Sri Antari mengaku hingga kini Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura sudah melakukan rapid test terhadap 2.913 warga dan hasilnya 148 reaktif, sementara 2.765 dinyatakan negatif.
Menurut Dokter Ni Nyoman warga yang diikutkan Rapid test adalah komunitas warga yang berhubungan langsung dengan banyak orang.
‘’Ada komunitas penjual ikan, sayur, tukang ojek, pegawai dan terakhir tadi anggota DPRD Kota Jayapura,’’ Kata dokter Nyoman, Kamis (07/05/20).
Dijelaskan dokter Nyoman, dari hasil 143 rapid test yang reaktif tersebut akan dilanjutkan dengan pengambilan sample swab untuk ditest PCR (Polymerase Chain Reaction).
‘’Jangan berpikir bahwa setelah rapid test hasilnya positif dan itu sudah pasti covid-19, belum tentu, harus dilakukan test swab lagi, jika test swab negative maka orng itu tidak terinfeksi covid-19,’’ jelasnya.
Lanjutnya, sambil menunggu pengambilan swab dan pemeriksaan swab di litbangkes, di harapkan 143 orang tersebut melakukan isolasi mandiri di rumah dan akan diawasi petugas Puskesmas dimana warga tersebut berdomisili, sementara untuk bahan makanan akan disiapkan pihak Kelurahan setempat.
Saat ini menurut Antari, Kota Jayapura memiliki 80 sample swab yang belum dilakukan test PCR. ‘’Ada 22 sample di Labkesda dan 58 ada di kita untuk menunggu test PCR, kita sih berharap hasilnya semua negative,’’ jelasnya.
Rapid test kata Antari mempermudah petugas kesehatan dalam melakukan pekerjaan dan tersistem. karena jika sudah dirapid dan hasilnya reaktif selanjutnya dilakukan ke test PCR jika positif maka petugas melakukan pencarian terhadap siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien positif.
‘’Semakin cepat kita menemukan orang yang pernah kontak dengan pasien maka semakin cepat juga dilakukan pengobatan dan potensi sembuhnya sangat besar,’’ jelasnya.
Antari juga berpesan agar warga tidak menstigma negative warga yang positif covid-19 maupun yang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) karena akan membuat orang menjadi takut untuk memeriksakan diri dan juga jujur pada petugas.
‘’Sikap menstigma itu justru tidak bijak karena akan membuat orang yang pernah kontak dan pasien covid-19 tidak jujur mengaku dan bahkan tidak mau memeriksakan diri lebih cepat. Kalau mereka ternyata positif dan tetap jalan-jalan atau beraktifitas akan sangat berpotenasi menulari orang lain,’’ jelasnya.
Diharapkan masyarakat memberikan dukungan moril kepada pasien covid-019 PDP dan ODP supaya mereka cepat sembuh dan tidak menularkan virus ke orang lain. ‘”memberikan dukungan dan simpati kepada pasien akan mempercepat juga covid-19 ini segera berlalu dan pandemic ini berakhir,’’ Pungkas dokter Nyoman.
Sementara itu berdasarkan data dari tim gugus tugas kota jayapura, hingga Rabu malam jumlah komulatif pasien positif Covid-19 di kota jayapura sebanyak 47 orang, diamana 23 diantaranya telah dinyatakan sembuh sementara 3 orang meninggal dunia. Jumlah ODP sebanyak 86 orang dan PDP sebanyak 28 orang. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




