Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » KESEHATAN » Kisah Inspiratif Pasien Positif C-19 dari Ruang Isolasi RSUD Dok II

Kisah Inspiratif Pasien Positif C-19 dari Ruang Isolasi RSUD Dok II

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Ming, 19 Apr 2020
  • visibility 2.623
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Banyak orang menggangap bahwa pasien dengan status Positif Covid-19 dan di tempatkan di ruang isolasi Rumah sakit sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup, bahkan tak sedikit masyarakat yang memberikan stigma buruk bagi mereka yang dinyatakan Positif corona, stigma itu juga melebar hingga ke keluarga Pasien.

HM salah satu Pasien Positif Covid-19 yang saat ini menempati ruang isolasi RSUD Dok II Jayapura bersedia berbagi cerita kepada Redaksi Topik tentang pengalamannya selama menjadi pasien positif Covid-19.

“Saya ini pasien rujukan dari RS Yowari, saya dirujuk ke RSUD Dok II karena hasil swab saya positif, “Kata HM membuka pembicaraan saat di hubungi Redaksi Topik via telepon selulernya, Sabtu (18/04/20).

Menurut HM awalnya dia merasakan ada gejala batuk, pilek dan demam, merasa ada gejala covid, HM langsung melaporkan diri ke puskesmas di Sentani lalu di rujuk ke Rumah sakit Yowari.

“Awalnya itu saya dengar info kalau gejala corona itu batuk, pilek, demam dan sesak nafas, karena saya sudah mulai rasa batuk dan demam saya langsung lapor diri, dan kata dokter di sini untung saya cepat lapor sehingga masih dalam tahap sakit ringan, “Jelas HM mengisahkan awal dirinya masuk rumah sakit.

Setelah diperiksa dan dinyatakan positif Covid-19, HM lalu di rujuk ke RSUD Dok II. Menurut HM selama berada di ruang isolasi dok II jayapura dirinya merasa sangat nyaman karena fasilitas yang cukup lengkap, walaupun terkadang ada rasa bosan karena tak ada yang menemani.

“ Disini enak.., saya nyaman dan ada banyak minuman dan makanan kemasan dari berbagai jenis merk, termasuk fasilitas didalam ruang isolasi itu seperti dikamar hotel yang lengkap dengan televisi juga,  kamar mandinya mirip seperti di hotel berbintang . “ kata HM sambil terdengar tertawa pelan.

Diakui HM selama berada di ruang isolasi dirinya di layani dengan sangat baik oleh para petugas medis, bahkan semua keperluan pribadinya disiapkan.

“Saya disini seperti boss saja.., semua keperluan saya di siapkan, saya kadang merasa lucu karena tidak bisa mengenali para medis yang rawat saya, karena mereka berpakaian seperti astronot, “kata HM sambil tertawa lepas.

Selama di ruang isolasi tanpa ditemani siapapun, HM berujar kalau perasaannya lebih baik dan seperti menemukan jati dirinya sebagai manusia. Aktivitas ibadah secara spiritual lebih banyak dilakukannya dan pikirannya tidak lagi terbebani dengan urusan dunia yang kadangkala membuat pikiran jadi sumpek

“Sangat tenang sekali hati saya, selain fasilitasnya bagus dan nyaman, Saya disini hanya mengaji, sholat, makan dan tidur, dulu mungkin sholatnya hanya sholat sunnah saja, kali ini kita tambah lagi dengan sholat taubat, sholat Dhuha dan sholat Tahajjud, pokoknya Alhamdulillah seperti saya menemukan jati diri saya lagi,” katanya.

HM juga berkisah bila awalnya dia enggan untuk mengkomsumsi salah satu obat yang diberikan perawat, dengan alasan obat itu adalah obat malaria.

 “ Saya telpon sa pu maitua (istri), malah maitua balik marah saya dan dia bilang itu sudah obatnya. Nanti pas saya lihat di televisi ternyata disebut obat Chloroquine, baru saya mau minum obat itu dan sekarang sudah habis “ kata HM.

Saat ini HM mengaku hanya mengkomsumsi beragai jenis vitamin, seperti Vitamin E dan Vitamin B Komplek, termasuk minuman sari kacang ijo, jambu dan susu beruang.

“Awalnya saya sangat ketakutan saat di vonis positif Corona, tetapi setelah masuk ruang isolasi dan sudah hampir dua minggu disini ternyata tak seburuk yang saya bayangkan, “Lanjutnya.

Bahkan HM mengaku bila sakit malaria ternyata lebih menakutkan di banding corona, “Kalau sakit Malaria itu lebih parah karena susah makan dan muntah-muntah, kalau inikan saya tetap bisa makan dan minum,”Jelasnya.

HM pun berharap agar masyarakat tidak menjadikan pasien Corona sebagai momok yang menakutkan, apalagi sampai menjatuhkan hukuman sosial kepada keluarga pasien.

“Kalau besok-besok saya sudah keluar, saya mohon ini tidak boleh dipikirkan dan juga tidak boleh dijauhi karena penyakit ini bukan aib. Karena memang paling banyak disorot  adalah saya punya teman-teman,” Pintah HM.

HM juga Mengaku walau dirinya dinyatakan positif, namun setelah keluarganya di test ternyata negatif, untuk itu dirinya berharap agar masyarakat tidak memberikan stigma buruk terhadap keluarganya.

“saat saya dinyatakan positif, keluarga saya langsung isolasi diri dirumah, mereka lakukan semua protokol yang di sarankan para medis dan pemerintah, jaga kebersihan, tidak keluar rumah, rajin cuci tangan, bila terpaksa keluar rumah gunakan masker, dan setelah di periksa ternyata mereka negatif, “beber HM.

Apa yang di kisahkan oleh HM ini mungkin bisa menjadi bahan pelajaran bagi kita semua, bahwa saat kita mematuhi semua protokol yang di sarankan oleh pemerintah, maka kita bisa terhindar dari bahaya virus corona. #kojagasasajagakotongsemuaselamat. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senjata Alm Briptu Randongkir Ditemukan Warga Saat Memancing

    Senjata Alm Briptu Randongkir Ditemukan Warga Saat Memancing

    • calendar_month Ming, 30 Jul 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, –Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, senjata api hilang dibawa Alm. Briptu Anumerta Steven Randongkir pada saat  kecelakaan jembatan putus dan hanyut di Sungai Digoel pada 28 Januari 2023 lalu, akhirnya ditemukan. Senjata itu ditemukan warga saat memancing. Kabid Humas menjelaskan,bahwa penemuan senpi tersebut berawal pada Jumat (28/07/2023) […]

  • Perkuat Lini Tengah, PSBS Biak Datangkan Pemain Asal Jepang

    Perkuat Lini Tengah, PSBS Biak Datangkan Pemain Asal Jepang

    • calendar_month Rab, 16 Agu 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Biak, Topikpapua.com, – Satu slot pemain asing PSBS Biak asal Asia sudah terisi jelang bergulirnya Liga 2 musim 2023/2024. Pemain asal Jepang, Ryohei Miyazaki menjadi pilihan skuad Badai Pasifik saat ini. Pesepak bola kelahiran 20 September 1995 resmi bergabung selama satu musim. Manajer PSBS Biak Yan Permenas Mandenas menyebutkan sudah mendapatkan tandatangan pemain lincah tersebut. […]

  • Jenasah Korban Penikaman Wamena di Antar Ribuan Massa ke Bandara

    Jenasah Korban Penikaman Wamena di Antar Ribuan Massa ke Bandara

    • calendar_month Sen, 14 Okt 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 27.377
    • 0Komentar

    Wamena, Topikpapua.com, – Jenasah Deri Datu Padang korban penikaman oleh OTK di Wamena pada sabtu 12 oktober,  hari ini di evakuasi ke kampung halamannya di tanah toraja. Ribuan massa suku Toraja dan warga perantau di wamena ikut mengantar jenasah ke bandara wamena. Setelah dua malam di semayamkan di gedung tongkonan wamena,  jenasah Deri Datu Padang […]

  • Setelah Gunansar, Giliran Kaka Tipa Bergabung PSBS Biak

    Setelah Gunansar, Giliran Kaka Tipa Bergabung PSBS Biak

    • calendar_month Sab, 12 Agu 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Biak, Topikpapua.com, – Mantan pemain Persipura Jayapura Yustinus Pae akhirnya berlabuh di PSBS Biak musim Liga 2 2023/2024. Pesepak bola yang akrab disapa Tipa ini resmi memperkuat skuad berjuluk Badai Pasifik. Tipa menyusul rekannya Gunansar Mandowen. Manajer PSBS Yan Permenas Mandenas mengaku sudah menjalin kesepakatan dengan Tipa. Setelah melalui proses negoisasi akhirnya Tipa memilih bergabung […]

  • Pasca Relaksasi Tahap II, Tiga Kabupaten Masuk Zona Merah Covid-19 Papua

    Pasca Relaksasi Tahap II, Tiga Kabupaten Masuk Zona Merah Covid-19 Papua

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 2.292
    • 1Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pasca di perpanjangnya status PSDD Relaksasi Kontekstual Papua Tahap II pada tanggal  20 Juni – 03 Juli 2020, sejumlah kabupaten kembali membuka jalur transportasi udara maupun darat. Namun faktanya dengan pembukaan transportasi tersebut beberapa kabupaten yang awalnya berstatus kuning bahkan hijau kini berubah menjadi zona merah. Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Papua, […]

  • Pemilu 2019 di Papua, 12 Kabupaten Masih Gunakan Sistem Noken

    Pemilu 2019 di Papua, 12 Kabupaten Masih Gunakan Sistem Noken

    • calendar_month Ming, 7 Apr 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pada Pemilu tahun 2019 KPU Papua menyatakan masih ada 12 kabupaten di Papua yang masih menggunakan sistem Noken/Ikat. Penetapan penggunaan sistem Noken/ikat ini sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 810 Tahun 2019 tertanggal 5 April 2019. Komisioner KPU Papua, Tarwinto mengatakan dari 12 kabupaten tersebut tidak secara keseluruhan menggunakan sistem Noken/Ikat, dimana ada […]

expand_less