Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Positif C-19 Terus Meningkat, Sudah Haruskah Papua PSBB..?

Positif C-19 Terus Meningkat, Sudah Haruskah Papua PSBB..?

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2020
  • visibility 1.534
  • comment 3 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Sejak tangal 17 Maret hingga hari ini, di laporkan jumlah pasien positif Covid-19 di Papua terus meningkat, Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Papua, hingga Rabu 14 April 2020, Jumlah Komulatif Pasien Positif C-19 sudah mencapai angka 68 kasus.

Pemerintah Daerah Papua merespon laju peningkatan kasus Positif C-19 di Papua dengan menaikkan status siaga darurat menjadi Tanggap darurat, namun langkah tersebut nyatanya belum juga bisa membendung laju pasien positif C-19 di Papua.

Bahkan data dari Satgas C-19 Papua pada Senin, 13 April 2020 di laporkan adanya tambahan 6 kasus baru di Papua, ironinya dari 6 kasus baru tersebut 3 kasus diantaranya berasal dari dua Kabupaten di wilayah pegununga Papua.

Selain jumlah pasien positif yang terus naik, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Dalam Pengawasan (PDP) juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Data dari Satgas Covid-19 Papua, per tanggal 14 April 2020, jumlah ODP di Papua adalah 3229 sedangkan PDP sebanyak 88 orang.

Jubir Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule mengaku laju tingkat penyebaran covid-19 di Papua di Pengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya tingkat kesadaran warga yang masih rendah untuk mematuhi aturan yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah.

“Banyak faktor yang mempengaruhi laju penyebaran Covid di Papua, salah satunya warga masih belum ware dan masih banyak yang tidak mengindahkan aturan yang sudah di umumkan oleh pemerintah, masih banyak yang berkumpul dan masih banyak juga yang keluar rumah untuk keperluan yang tidak penting, “Kata Sumule kepada Pers, Senin (13/04/20).

Menurut Sumule, sebenarnya Pemerintah daerah sudah sangat serius menangani kasus Covid-19 di Papua, “Dengan peningkatan status dari siaga mengjadi tanggap darurat ini salah satu bukti pemerintah Papua serius menangani covid-19 di Papua, namun semua itu kembali lagi ke masyarakat, mau taat atau tidak, “Katanya.

Dijelaskan Sumule, sebenarnya dengan status tanggap darurat ini Pemerintah sudah bisa menggunakan penegakan hukum untuk menindak warga yang belum taat, “Sebenarnya dengan status tangap Darurat ini adalah pembatasan sosial yang di perluas dan di perketat, sebelumnya hanya pembatasan sosial yang di perluas, “Kata Sumule.

Lanjutnya, Dengan status tanggap darurat ini bisa di kenakan tindakan hukum bagi warga yang melangar aturan yang sudah di buat, “lanjutnya.

Terkait opsi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Papua, Sumule menjelaskan bila status tanggap darurat ini sudah sama dengan PSBB, namun istilahnya saja yang beda, dan penerapannya di lapangan yang belum maksimal.

“ Memang kita di Pemprov belum pernah pernah mengajukan PSBB ke pusat, namun sebenarnya apa yang tersalur di putusan Gubernur Papua pada status tanggap darurat itu sudah terapkan aturan-aturan yang ada di PSBB itu, “Jelas Sumule.

Sementara itu Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad mengaku untuk penerapan PSBB di Papua, pihaknya harus meminta ijin dulu ke pemerintah Pusat, Pasalnya PSBB ada ketentuan – ketentuan yang harus dipenuhi. Hal inilah yang belum dilakukan di Papua.

 “Saat ini kita sedang pertimbangkan, karena PSBB sebenarnya yang kita sebutkan Pembatasan Sosial berskala luas yang diperluas. Kita ini sebenarnya sudah memulai setengah daripada PSBB ini sebenarnya. Walaupun kita tidak membatasi seperti Jakarta, tidak boleh lebih dari lima orang. Tetapi kita sebutkan tidak boleh ada keramaian, yang melakukan kegiatan. Yang mengumpulkan orang banyak,”jelas Musa’ad kepada Pers, Rabu (14/04/20).

Akan tetapi diakuinya pemerintah belum bertindak tegas soal berapa banyak pembatasan orang di keramaian. Selain itu juga pemerintah provinsi belum mengatur waktu kendaraan – kendaraan dan juga toko – toko menyangkut cara duduk ditengah wabah ini.

“Kalau sudah PSBB kan tegas seperti itu. Ini yang belum dilakukan. Karena PSBB banyak syarat-syaratnya. Karena fasilitas kita juga sangat terbatas. Kita tidak mau gegabah mengusulkan itu. Kemudian ditolak oleh Jakarta,”Tegasnya. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tujuh Orang Tewas akibat Longsor di Kota Jayapura

    Tujuh Orang Tewas akibat Longsor di Kota Jayapura

    • calendar_month Jum, 7 Jan 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Jayapura sepanjang Kamis (7/1/2022) malam hingga Jumat (8/1/2022) pagi tadi, menyebabkan terjadinya longsor dan tujuh orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat musibah tersebut. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Polisi Gustav R Urbinas melalui Wakapolresta AKBP Supraptono menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi mulai Kamis sore hingga Jumat […]

  • Bangun Jaringan Sabu Internasional dari Lapas Serui, AT Terancam 20 Tahun Penjara

    Bangun Jaringan Sabu Internasional dari Lapas Serui, AT Terancam 20 Tahun Penjara

    • calendar_month Sel, 31 Okt 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Penangkapan terhadap dua pelaku terduga pengedar Narkotika jenis Sabu jaringan Internasional di Kota Jayapura tengah menjadi buah bibir warga Jayapura, bagaimana tidak ini merupakan penangkapan terbesar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir untuk Narkotika jenis Sabu di Kota Jayapura. Sebanyak 95 Gram Narkotika Sabu berhasil diamankan team Opsnal Subdit III Ditnarkoba Polda […]

  • Kakorbinmas Baharkam Polri Akui Kesuksesan Program Si Ipar

    Kakorbinmas Baharkam Polri Akui Kesuksesan Program Si Ipar

    • calendar_month Kam, 21 Sep 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Hary Sudwijanto didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Jayapura dalam rangka monitor dan evaluasi kegiatan fungsi Binmas sekaligus meninjau pelaksanaan hasil Operasi Rasaka Cartenz Tahun 2023 di Aula Mapolresta Jayapura Kota, Kamis (21/9/2023). Irjen Hary mengaku bahwa semua telah menyaksikan kesuksesan program […]

  • Hadiri HUT GKI Getsemani Bhayangkara, Gubernur Fakhiri: Gereja adalah Mitra Pemerintah

    Hadiri HUT GKI Getsemani Bhayangkara, Gubernur Fakhiri: Gereja adalah Mitra Pemerintah

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle topik papua
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi peran gereja dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan sosial masyarakat di Tanah Papua. Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri dalam sambutannya pada Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-38 Jemaat Mula-Mula sekaligus peluncuran Buku Sejarah Jemaat GKI Getsemani Bhayangkara, di Kota Jayapura, Jumat (13/3/2026). Dalam […]

  • Personil URC Terpapar Corona, Pemakaman 2 PDP Ditangani UP2KP dan RS

    Personil URC Terpapar Corona, Pemakaman 2 PDP Ditangani UP2KP dan RS

    • calendar_month Ming, 12 Jul 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 3.433
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Tiga orang pasien PDP, Sabtu (11/07/20) dikabarkan meninggal dunia. Dua diantaranya dimakamkan secara protap Covid-19. Kepala Bidang Respon Emergency UP2KP, Darwin Rumbiak, S.Kep mengatakan, dua orang PDP tersebut masing-masing, TL seorang warga Hamadi Tanjung yang meninggal akibat Pneumonie, PW seorang mantri jaman belanda, dimana keduanya meninggal di RS Provita ditambah satu orang […]

  • Diawali Dengan Ledakan, Lima Rumah Terbakar di Tolikara

    Diawali Dengan Ledakan, Lima Rumah Terbakar di Tolikara

    • calendar_month Sel, 26 Feb 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Karubaga, Topikpapua.com, – Sebanyak lima rumah di jalan Kogome, Disrtik Karubaga, Kabupaten Tolikara di laporkan terbakar pada selasa dini hari. Belum di katahui secara pasti akbiat kebaran tersebut, namun berdasarkan keterangan saksi di laporkan sebelum api menjilat ke-lima rumah, sempet terdengar bunyi ledakan dari rumah milik Kepler Purba. “ Hasil pemeriksaan terhadap lima saksi, di […]

expand_less