Juru Bicara Gubernur Papua, M Rifai Darus saat membacakan pernyataan Gubernur Enembe terkait peristiwa di Merauke / ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Gubernur Papua, Lukas Enembe berterimakasih kepada seluruh jajaran TNI AU yang bertindak cepat dalam memberi respon atas insiden kekerasan dan penyiksaan yang dilakukan oleh dua oknum TNI AU terhadap warga sipil asal Merauke.

Ha tersebut disampaikan Gubernur Enembe lewat juru bicaranya, M Rifai Darus lewat rilis yang diterima Redaksi Topik, Rabu 28 Juli 2021.

Baca Juga : Sekda Flassy : Masyarakat Papua Jangan Terprovokasi Peristiwa di Merauke

“ Saya berharap agar seluruh aparat penegak hukum yang ada di Papua dapat menjadikan ini sebagai pelajaran dan refleksi diri, agar ke depan hal serupa tidak lagi terulang, “Ungkap Gubernur.

Gubernur Enembe juga meminta kepada seluruh warga Papua untuk tetap tenang dan terus memantau atas proses yang sedang berjalan terhadap kedua aparat TNI AU yang melakukan kekerasan dan penyiksaan tersebut. Gubernur menekankan agar situasi aman dan kondusif tetap harus dikedepankan dalam masa pandemi ini.

Baca Juga : Ini 9 Poin Pernyataan Sikap Gubernur Enembe Terkait Pengesahan RUU Otsus Papua

“ Pak Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada citizen journalism (jurnalisme warga) yang berhasil merekam peristiwa tersebut. Manifestasi dari tindakan warga yang merekam peristiwa tersebut memberikan ruang bagi institusi hukum untuk dapat memeriksa para pelaku dengan bukti yang kuat dan nyata, “Ujar Rifai.

Rifai juga menyampaikan bila Gubernur Enembe merasa haru atas atensi seluruh warga Indonesia yang memenuhi linimasa sosial media dan memberi dukungan terhadap korban serta menabur banyak simpati dan empati terhadap Papua atas insiden kemarin.

Baca Juga : Sukses Bangun Venue Bertaraf Internasional, Gubernur Enembe Diberi Gelar Bapak Pembangunan Olahraga Papua

“Ini menjadi bukti bahwa humanity tidak terkekang oleh batas wilayah dan waktu, semua menginginkan agar negara selalu hadir dalam melindungi siapapun warganya, “Ujar Rifai.

Lanjutnya, atas kejadian di Merauke banyak permintaan maaf yang terucap dan diterima oleh publik Papua, mulai dari Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kadispenau Marsma Indan Gilang hingga Komandan Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto.

“Semoga insiden seperti ini tidak lagi terulang di tanah Papua maupun daerah lainnya,”Pungkas Rifai.

Kasus ini sendiri terjadi pada hari senin, 26 Juli 2021, berawal saat kedua anggota TNI AU hendak membeli makan disalah satu rumah makan padang yang ada di jalan raya Mandala–Muli, Merauke.

Pada saat bersamaan terjadi keributan seorang warga dengan penjual bubur ayam yang lokasinya berdekatan dengan rumah makan padang tersebut.

Kedua anggota yang datang lalu berinisiatif melerai keributan dan membawa warga yang membuat keributan tersebut ke luar warung.

Namun pada saat mengamankan warga tersebut, kedua oknum TNI AU melakukan tindakan yang dianggap berlebihan terhadap warga. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here