Dua Kali Lolos di Nabire, DPO Kasus Jual Beli Senpi Tertangkap di Jayapura

0
Kapolda Papua menunjukkan foto NT saat Pres rilis di Mapolda Papua, selasa (05/01/21) / ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Buronan kasus Jual beli senjata api Illegal, Naftali Tipagau (NT) akhirnya berhasil ditangkap Polisi di depan Kampus Uniyap Dok V Kota Jayapura, Senin 4 Januari 2021.

Kapolda Papua mengaku, Penangkapan berlangsung sekitar pukul 17.30 setelah anggota mendapatkan informasi DPO Polda papua tersebut sedang berada di depan kampus Uniyap.

“ Yang bersangkutan ini merupakan DPO Polda Papua atas kasus jual beli senjata api illegal. NT juga merupakan anggota KNPB Intan Jaya sekaligus jaringan pencari Senpi dan Amunisi untuk KKB Intan Jaya, “Kata Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada pers, Selasa (05/01/21).

Baca JugaLagi.., Polisi Berhasil Mengungkap Kasus Jual Beli Senjata di Nabire

Tersangka NT (baju orange bagian belakang) saat di hadirkan di acara press rilis Polda Papua, selasa (05/01/21) 

Kapolda mengaku, NT termasuk salah satu DPO Polda Papua yang terbilang licin, dimana berhasil meloloskan diri sebanyak dua kali dari penyergapan yang di lakukan aparat.

“Dia ini termasuk licin ya.., dua kali di grebek aparat berhasil lolos, yang pertama itu pada tanggal 25 januari tahun 2020 lalu, saat sedang transaksi pembelian amunisi bersama-sama dengan saudara Paulus Tebay di Kabupaten Nabire, “Ungkap Kapolda.

Lanjutnya, yang kedua Pada tanggal 12 November 2020, saat melakukan transaksi senjata dan amunisi bersama-sama dengan saudara Lingkar di Kabupaten Nabire. Pada saat dilakukan penangkapan, saudara Naftali Tipagau kembali berhasil melarikan diri sedangkan Lingkar berhasil ditangkap.

Baca JugaPolda Papua Tetapkan 3 Tersangka Kasus Jual Beli Senjata Api di Nabire

“ Selain DPO atas kasus jual beli senjata api illegal, NT ini juga terlibat aktif dalam organisasi KNPB,  dengan jabatan sebagai sekretaris umum KNPB wilayah Kabupaten Intan Jaya. Dia juga aktif melakukan propaganda dengan mengangkat isu-isu pelanggaran HAM oleh aparat keamanan di media sosial dalam mendukung upaya penolakan Otsus Jilid II dan pelaksanaan MSN (Mogok Sipil Nasional) 2021, “Beber Kapolda.

Diungkapkan Kapolda, atas perbuatannya NT dijerat dengan pasal Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Jo Pasal 55 KUHPIDANA,dengan ancaman hukuman maksimal Hukuman Mati atau Hukuman Penjara Seumur Hidup atau Hukuman Penjara Sementara Setinggi-Tingginya Dua Puluh Tahun. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here