Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Kapolda Papua Terima Tantangan Perang Terbuka KKB, Asalkan…

Kapolda Papua Terima Tantangan Perang Terbuka KKB, Asalkan…

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
  • visibility 86.390
  • comment 34 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, –  Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku siap untuk menerima tantangan perang terbuka yang di kerap disuarakan pihak KKB di media sosial.

Irjen Paulus mengatakan, pihaknya siap meladeni keinginan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), asalkan perang tersebut tidak melukai warga sipil.

“Mereka selalu menyatakan bahwa areal itu sebagai lokasi perang terbuka dengan TNI-Polri, boleh kalau mereka mau perang terbuka.., tapi harus dengan kami (TNI-Polri) jangan lagi mereka korbankan warga sipil, orang yang tidak berdosa, “Kata Kapolda kapada Pers, Kamis (24/09/20) malam.

Diakui Kapolda, lokasi yang di pilih KKB di kampung Hitadipa untuk menantang TNI-Polri untuk perang terbuka memang adalah lokasi yang strategis dan menguntungkan pihak KKB, namun dirinya menegaskan bahwa pihak TNI-Polri tidak akan gentar.

“Kondisinya disana itu hanya ada satu jalan untuk keluar atau masuk ke Hitadipa dan jalan ini dikelilingi oleh perbukitan yang telah di kuasai oleh 5 kelompok KKB, “Ungkap Kapolda.

Namun menurut Kapolda, saat ini pihaknya lebih fokus pada pengungkapan kasus meninggalnya pendeta Yeremias Zanambani di Intan Jaya.

“Paska kejadian penembakan itu kami langsung koordinasi dengan Kodam dan Pemda setempat serta DPRD setempat guna mencari duduk persoalan kejadian tersebut, “Ujar Kapolda.

Kapolda juga mengaku, hingga saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan satuan tugas yang sudah ditugaskan ke Sugapa untuk menginvestigasi kasus tersebut.

“ Tim sudah kita kirim kesana, dari polda diwakili oleh Wakapolda dan Irwasda polda papua, dan infonya tadi pagi mereka sudah bertemu dengan keluarga alm. Pdt Yeremia di dampimgi para tokoh adat dan tokoh agama di Sugapa, “Jelas Kapolda.

Diakui Kapolda, walau telah menerima laporan dan keterangan dari pihak keluarga, namun pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan siapa pelaku penembakan, sebelum melakukan olah tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami sudah menerima keterangan dari keluarga korban, namun bagi kami keterangan itu harus kita buktikan saat olah TKP, dan sampai saat ini kami masih kesulitan untuk sampai ke TKP karena memang lokasinya sulit dan hanya ada satu jalur untuk masuk dan keluar, sementara jalur itu telah dikuasai oleh KKB, “ Beber Kapolda.

Kapolda juga berharap kepada semua pihak agar tidak lagi memberikan argumen dan tuduhan siapa pelaku penembakan, sebelum polisi melakukan olah TKP.

“ Kasus ini barulah bisa terungkap setelah kita gelar olah TKP, kenapa..? karena saat olah TKP itulah kita bisa mengumpulkan bukti-bukti, sehinga bisa membuat terang kasus ini, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi, “Tukas Kapolda. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (34)

  • David

    Saudara papuaku.. keunggulan medan jgn kalian banggakan semua bisa hancur sm teknologi yg maju .. negara barat bisa menaklukkan bangsa lain meski tdk tahu medan…krn alutsista nya…sbnrnya menumpas kalian itu mudah asal kalian siap perang terbuka …tdk ada yg bersembunyi di balik masyarakat sipil..tp yg kalian incar mmg bkn menang perang tp perhatian dunia internasional seakan Indonesia membabi buta membantai rakyat papua…mau dia pegang bazoka ketika jd mayat beritanya rakyat papua di basmi….itu yg kalian mau…
    Sudahlah Indonesia sdh tdk ambil harta papua smua dikembalikan jd apbd kalian dan ditambah dr apbn..maafkan kami krn ulah pemimpin masa lalu yg hny bangun jawa…skrg ayo sama sama maju jadi bangsa besar kalian jgn hny merasa berbeda.. kalian jg hrs berjiwa yg sama… Ramah lemah lembut…yg hrs jd karakter satu bangsa ini…jgn krn org timur harus keras org barat hrs takut dan nurut atau menerima kelakuan liar org timur..tdk blh bgitu lagi dunia sdh maju..kalian tdk akan kaya hny pamer SDA..TDK ADA MELANISIA YG KAYA DI SKTR KALIAN…tp bersama kami kalian akan lbh baik dr negara melanisia lainnya..

    Balas30 September 2020 11:49
  • Renzy

    Mantap bener pak Kapolda.. sesekali kasih pelajaran nih para pengganggu ketentraman rakyat Papua dan berantas sampai dapat siapa dibelakang mereka. Mereka inilah teroris yang sebenarnya.
    Bravo POLRI

    Balas28 September 2020 00:52
  • h.benny krisnadi r arsjad (h.ben krisna)

    Apa yg jadi kenginan KKB (OPM) lihat kilas balik sejarah Irian Barat pd th.1960 masyarakat Irian Barat di datangkan ke Jkrta utk di sekolahkan, di didik belajar membaca & menulis dg mak sud & tujuan agr warga asli Irian pintar & cerdas tdk mudah di provokasi hingga th.19655 kemudain orang tua sy ditugaskan ke Irian Barat th.1965 dlm rangka persiapan PEPERA, th.1968 ayh sy mengikutu SESKO Reg.Angkt.IV th.1968 di.Lembang – Bandng se lesai Sesko ayh sy kmbali ke Jayapura dlm rangka Pepera. Sele sai Pepera bln Dsmbr.1968 ayh sy dimutasi ke Jkrta tepatnya ke Mabes Polri hingga wafat pd th.1978.

    Balas27 September 2020 23:52
  • L. O. Molins

    Pak Kapolda jangan membasuh tangan dengan darah anak sendiri. Kasihilah musuhmu seperti dirimu sendiri apa lagi anak Papua sendiri. Semoga Roh kudus memberkati Pak Kapolda. Rasa Kebangsaan masing daerah dalam mencari kebenaran adalah hak masing masing suku bangsa, tapi tunjukkah jalan yang lurus d benar. Tks

    Balas27 September 2020 15:20
    • Cheppy

      Maksud kamu apa, maksud Pak Kapolda baik loh, ingin mengusir dalang pembuhan Alam. Pak Prndeta yg terbunuh. Namun ter halang dengan komdisi Medan dan KKB yg bisa membahayakan jiwa tim dan masy di sana.

      Balas27 September 2020 19:28
  • Jay

    Kkb tantang mau perang terbuka sama TNI POLRI. Saya dukung TNI POLRI, karna saya bangga jadi orang indonesia, bravo TNI DAN POLRI

    Balas27 September 2020 13:02
  • Moh NAWI

    Kita cinta tapi kalau kedaulatan NKRI Di obok obok Yan nggak Ada salahnya Kita sapu bersih musuh negara .Ayo tulang punggung negara tunjukkan semangat juangmu demi NKRI

    Balas27 September 2020 12:48
  • bonek

    tunjukan jiwa korsa sm kkb

    Balas27 September 2020 05:21
  • Sofian

    Saudaraku papua semuanya,,saat nya kita giat bekerja,ga usah provokasi,orasi dll yg mengganggu pembangunan,,bersyukurlah kepada Tuhan atas pesatnya pembangunan dibanding daerah lainnya di indonesia,janganlah di ingkari…
    Sebentar lagi kita punya ibukota baru yg megah di bumi kalimantan,,mari sama sama kita nikmati..

    Balas26 September 2020 21:47
  • Nkri

    Bangun mako lg d sugapa biar aman…
    Baru tau aku d papua ada wilaya yg d kuasai KKB…
    TNI POLRI NKRI HARGA MATI

    Balas26 September 2020 21:42
  • Suryana

    Simpan komentar bung jangan sampe perang kometar.kita berdoa agar Indonesia bisa menghilangkan semua penyakit
    Jasmani da rohani.berjuang pasukan ku .

    Balas26 September 2020 21:05
  • juwono diva

    Ayo wahai saudara2ku, tni polri sbg garda depan keutuhan nkri. Sgr habisi para pngjhianat negara dan berdalih berjuang demi rakyat papua. Biar rakyat papua sgr mrsakan hidup damai tenteram sejahtera. Ayo saudaraku rakyat papua dukung pembangunan yg mulai berkembang.

    Balas26 September 2020 20:29
  • Miftahun Ni'am

    Persoalan Papua akan selesai. Pertama : apabila didalam unsur aparat pemerintahan bersih dari korupsi dan tidak bermuka dua utk warga Papua asli yg duduk dipemerintahan ataupun para pejabat pemerintahan daerah yang ada. Kedua : Tokoh-tokoh adat yang ada dan para kepala suku serta para tokoh² agama harus diberikan wewenang dan diajak serta membuat keputusan strategis dalam pembangunan wilayah Papua secara berkesinambungan dan dijunjung ti ggi harkat dan martabatnya

    Balas26 September 2020 20:21
  • Labonge wermas

    Kasus pembunuhan Pdt Yermias Z sangat terang benerang saudara KAPOLDA Papua alias Paulus Waterpau tdk bisa menutupi aksi kebusukan TNI POLRI, kasus pembunuhan bpk Yermias tlh mendunia, sdh masuk daftar HAM di meja Hijau PBB, melaui pemerintah Vanuatu, jgn menutupi aib kebrutalan TNI POLRI, sangat mahal bgi sang KAPOLDA papua alias Paulus Waterpau mengakui kasus ini tetapi pak KAPOLDA ko bungkus serapi apapun pembubuhan Pdt Yermias adalah TNI POLRI murni.

    Balas26 September 2020 19:48
  • Ri

    Ga usah di ladenin lah.. perangi saja kemiskinan di tanah kaya papua… mereka berontak karena merasa di marjinalkan.. nah bangun segala insfratruktur dalam segala lini… di jamin rakyat papua ga bakal ada yang berontak lagi

    Balas26 September 2020 19:35
  • Bella kope

    Mimpi siang bolong semua segudang apa pun wilaya bukan daerah lain melainkan papua maka pikir untuk menantang tapi akan.kesulitan jln dan mati konjol akan di hadapi sebab blm menguasai kondisi ril hhhhhhhh( sepandai pandai melompat tupai kelapa tetapi akan.jatuh paula ) maka jangan.di ukur dgan keguatan senjata dan.pasukan tapi pikir dan.pimir menerima di depan mata.

    Balas26 September 2020 17:31
  • Therpy

    Bos kita beda ras dng kalian paham

    Balas26 September 2020 17:11
  • iwan

    jaman now masih ingin ribut aja. hidup ini hanya sementara bung.

    Balas26 September 2020 16:29
  • Cahyo

    Ada orang yang suka damai hidup rukun cinta damai ada pula orang yang sukanya gaduh bertengkar membuat onar.. baik yang mana Monggo…

    Balas26 September 2020 15:06
    • Anto.

      Emang kenapa kalo beda ras?
      eropa, asia, afrika dan amerika itu berbeda ras. Di Amerika bnyk yg beda ras. Jepang dgn Amerika dan eropa beda ras. Jgn anda merasa minder atau superior kalo beda ras. Biasa itu. Sebagai bentuk keberagaman. Mari bersatu membangun utk kesejahteraan bersama.

      Balas26 September 2020 18:38
  • Othen

    Negara ini kuat dengan TNI/polri saya
    Negara gudang TNI polri

    Balas26 September 2020 13:42
  • Othen

    Anda darimana baru lahir ?

    Balas26 September 2020 13:39
    • Hendrik

      Teroris harus di basmi, mengganggu ketentraman Papua, sampai membunuh pekerja Istaka karya, itu jangan kalian lupakan, teroris ini menghambat kemajuan Papua, demi ambisi kekuasaan mereka, mengorbankan segalanya

      Balas26 September 2020 18:16
      • Van nori

        teroris yg mana bro? Papua buksn teroris salah alamat. ajak saja fpi yg teroris ke Papua perang lawan tentara pembebasan papua

        Balas27 September 2020 13:13
        • ronankmety@gmail.com

          Bapak Kapolda perang saja biar mereka juga tau bahwa teror dn ancaman mereka TNI polri juga mmpu menghadapi mereka dan pasti..mereka pasti akan takut..untuk selamanya.nkri harga mati

          Balas4 Oktober 2020 10:51
  • Asso

    Perang terbuka KKB VS TNI/POLRI ADA KETEGASAN BAHWA APAKAK tanpa persenjataan canggih dan tanpa pesawat tempur./HELIKOPTER,… bagian ini pak kapolda perlu dirincikan agar publik seantero planet bumi ini MENGETAHUI .

    Balas26 September 2020 09:29
    • Aront

      Yang Jelas kan? Wong namanya perang pasti menggunakan alutsista.

      Balas26 September 2020 23:14
      • Y'ali

        Kapolda Setujuh utk perang terbuka maka seluruh kodap TPN-OPM yang ada di Papua semua bertindak kau jangan pusing ya,

        Balas29 September 2020 20:07
    • Tulus

      Wkwkwk yg nama nya perang terbuka ya alat apa aja boleh di gunakan Brooooo…yg penting gak menggunakan senjata kimia n Biologi itu baru ngelanggar peraturan internasionol.

      Balas27 September 2020 03:54
    • bos gu

      perang bebas memakai peralatan perang bebas juga selama tidak bertentangan dengan hak asasi PBB ..bagi pemerintah pusat..terhadap penganggu kedaulatan RI ..NKRI harga mati.

      Balas27 September 2020 20:33

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less