Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SOSIAL » Pandemi Covid-19 Dan Ancaman Pangan, Kebijakan Diversifikasi Pangan Sebagi Solusi Di Papua

Pandemi Covid-19 Dan Ancaman Pangan, Kebijakan Diversifikasi Pangan Sebagi Solusi Di Papua

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sab, 2 Mei 2020
  • visibility 812
  • comment 1 komentar

Oleh : Abner Basna /Penulis adalah Staf Dinas Pertanian dan Pangan Papua

Jayapura, Topikpapua.com, – Kepala Negara minta BUMN keroyokan mencetak sawah ada apa? Demikian, CNBC Indonesia 28/4/2020. Hal ini  menunjukan bahwa ada kegelisahan (kekuatiran) Kepala Negara terhadap ketersediaan pangan di Indonesia.

Mengapa demikian? Apakah ini sebuah sinyal bahwa akan terjadi krisis pangan di Indonesia. “Presiden meminta BUMN dan daerah, serta kementerian pertanian agar membuka lahan baru untuk lahan persawahan yaitu lahan basah dan lahan gambut”.

Ada beberapa  faktor yang menyebabkan Presiden Jokowi  kuatir, yaitu: (1). Kemungkinan adanya  cuaca ekstrem di beberapa tempat di Indonesia, (2).  Dampak pandemi covid -19 tak kunjung berakhir bisa menyebabkan krisis pangan.

Hal ini merespon Organisasi Pangan Dunia Food and Agriculture Organization (FAO) yang sudah mengingatkan krisis pangan di tengah pandemi Corona.

FAO telah mengeluarkan peringatan adanya potensi kelangkaan pangan dunia sebagai dampak panjang dari pandemi Covid-19. Pertanyaan yang perlu kita diskusikan yaitu Kapan  (when) dan dimana (where)  terjadi krisis pangan?

Krisis pangan bisa terjadi kapan saja, jika strategi peningkatan produksi tidak tercapai dan pengendalian  pandemi covid-19 tidak terkendali. Maka krisis pangan bisa terjadi di seluruh Indonesia. Bagaimana dengan Papua?.

Ancaman krisis pangan bisa terjadi di Papua karena ketergantungan masyarakat terhadap beras dan beberapa komoditas pangan lainnya dari luar Papua selama ini cukup tinggi.

Melalui sinyal ini pemerintah daerah gubernur, bupati/walikota di Papua diharapkan segera tanggap dengan kondisi ini, kemudian menginstruksikan dinas teknis terkait untuk menyiapkan berbagai strategi dalam mengantisipasi krisis pangan yang bisa saja terjadi.

Salah satu strateginya adalah melalui kebijakan diversifikasi produksi pangan. Diversifikasi produksi pangan adalah upaya mendorong masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan lokal (umbi-umbian dan sagu) serta pangan lokal lainya sebagi penganti beras.

Diversifikasi pangan mencakup tiga hal yaitu; Diversifikasi konsumsi pangan, Diversifikasi ketersediaan pangan dan diversifikasi produksi pangan.

Berdasarkan berbagai pengalaman dalam aspek pangan di masa lalu, maka  yang paling sesuai dan diperlukan adalah diversifikasi produksi pangan dikembangkan dalam rangka ketahanan pangan (food security).

Yang dimaksud dengan ketahanan pangan adalah ketersediaan berbagai jenis pangan di setiap tempat dan setiap saat, bagi setiap orang, dalam harga yang terjangkau serta dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

Berkaitan dengan itu, dua faktor lainnya yang menjadi sangat terkait, Pertama, faktor keamanan pangan (food safety), menyangkut kualitas pangan yang bebas dari bahan kimia. Kedua, faktor penting lainnya yang disebut sebagai  hak bebas lapar (food entitlement). Hak-hak ini termasuk yang berkaitan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang rawan pangan (vulnerable group).

Ada beberapa hal yang menjadi masukan (input) bagi gubernur, bupati/walikota di Papua adalah: (1). Identifikasi potensi pangan lokal (sagu dan umbi- umbian) serta potensi pangan lainnya, sesuai potensi di wilayah masing-masing; (2). Setiap daerah perlu mempertimbangkan dan mengembangkan pangan lokal sesuai keunggulan kompetitif daerah masing-masing sesuai potensi yang ada;

(3). Menata sistim pangan, dimana masyarakat memproduksi pangan, dan pemerintah membeli dan membagikan atau mendistribusikan; (4).Untuk mewujudkan, diperlukan kebijakan anggaran khusus dalam menskenariokan ini. Pertama, Fasilitasi pemerintah utuk pengembangan komoditas pangan lokal oleh petani  dengan sistem bagi hasil atau menjual hasil kepada pemerintah dengan harga yang disepakati.

Kedua, swadaya masyarakat untuk pengembangan pangan lokal dengan menjual hasil produksi kepada pemerintah dengan harga yang bisa terjangkau. Mekanisme bisa diatur, dimana pemerintah melalui perusahan induknya (holding company) membeli,menampung dan mendistribusikan. Mengapa produksi pangan lokal dianjurkan? Karena di tengah situasi pandemi Covid-19, akses sarana produksi sulit diperoleh, sehingga pengembangan pangan lokal menjadi alternatif. Selain itu, tidak  membutuhkan sarana produksi tinggi tetapi dijamin produksi bisa tersedia dalam jumlah dan kualitas  serta aman dikonsumsi.(**)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabar Gembira! New Honda Vario 125 Resmi Hadir di Papua

    Kabar Gembira! New Honda Vario 125 Resmi Hadir di Papua

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle topik papua
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua com, – Astra Motor Papua selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Papua secara resmi meluncurkan penyegaran terbaru dari skutik populernya, New Honda Vario 125. Lounching New Honda Vario 125 di kemas dalam acara Media Gathering yang digelar di salah satu Cafe di Kota Jayapura, Rabu (20/1/2026). Kegiatan Press Gathering kali ini tidak […]

  • Honda Forza Tampil Makin Mewah dan Prestisius

    Honda Forza Tampil Makin Mewah dan Prestisius

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Jakarta, Topikpapua.com, – PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penyegaran pada skutik besar Honda Forza melalui desain teranyar dan beragam fitur yang memperkuat kehadiran model ini sebagai ikon prestisius di kelasnya. Tampil semakin mewah dan sporti, Honda Forza mampu memberikan kenyamanan dan kebanggaan bagi setiap pengendara di segmen skuter matik Honda. Kesan sporti dari Honda […]

  • Empat Laga Sisa PSBS Biak akan Digelar di Stadion Lukas Enembe

    Empat Laga Sisa PSBS Biak akan Digelar di Stadion Lukas Enembe

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Bali, Topikpapua.com,- Manajemen PSBS Biak menepati janjinya untuk kembali menggelar laga putaran kedua di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua. Tak tanggung-tanggung Managemen bahkan berencana menggelar 4 laga sisa kandang PSBS di Stadion terbesar dan menjadi ikon warga Papua itu. Sesuai jadwal yang telah disetujui PT. Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi kasta tertinggi di tanah […]

  • High Level Meeting KPwBI Mendorong Percepatan Digitalisasi Provinsi Papua

    High Level Meeting KPwBI Mendorong Percepatan Digitalisasi Provinsi Papua

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Sebagai upaya perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah khususnya di Provinsi Papua, pada tanggal 20 November 2024 Pemerintah Provinsi Papua dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Papua telah menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Papua Tahun 2024. Dalam HLM TP2DD Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk […]

  • Asyik Berenang di Kali Arso X, Seorang Bocah Tewas Terseret Arus

    Asyik Berenang di Kali Arso X, Seorang Bocah Tewas Terseret Arus

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Keerom, Topikpapua.com, – Hujan deras yang mengguyur Kabuoaten Keerom pada Selasa (14/3/2023) pagi mengakibatkan luapan arus air deras pada sungai-sungai. Akibatnya, AYR (11) salah satu dari empat orang anak yang sedang asik berenang hanyut terbawa arus dan ditemukan meninggal dunia di Kampung Yatu Raharja, Distrik Arso Barat, Kab. Keerom. Rabu (15/3/2023). Kapolres Keerom AKBP Christian […]

  • Peringati Hari Bakti PU di Papua, Wamen JWW Gelar Jalan Santai

    Peringati Hari Bakti PU di Papua, Wamen JWW Gelar Jalan Santai

    • calendar_month Sen, 2 Des 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Wakil Mentri PUPR, Jhon Wempi Wetipo (JWW) memilih untuk merayakan Hari Bakti PU yang ke- 74 di Tanah kelahiran nya, Papua. Bersama ratusan pegawai PUPR di Papua , Wamen JWW menggelar Jalan santai sejauh 5 kilometer. Jalan santai yang di awali dengan pelepasan balon keudara ini mengambil titik start dari Jembatan kebanggaan […]

expand_less