Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Positif C-19 Terus Meningkat, Sudah Haruskah Papua PSBB..?

Positif C-19 Terus Meningkat, Sudah Haruskah Papua PSBB..?

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2020
  • visibility 1.541
  • comment 3 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Sejak tangal 17 Maret hingga hari ini, di laporkan jumlah pasien positif Covid-19 di Papua terus meningkat, Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Papua, hingga Rabu 14 April 2020, Jumlah Komulatif Pasien Positif C-19 sudah mencapai angka 68 kasus.

Pemerintah Daerah Papua merespon laju peningkatan kasus Positif C-19 di Papua dengan menaikkan status siaga darurat menjadi Tanggap darurat, namun langkah tersebut nyatanya belum juga bisa membendung laju pasien positif C-19 di Papua.

Bahkan data dari Satgas C-19 Papua pada Senin, 13 April 2020 di laporkan adanya tambahan 6 kasus baru di Papua, ironinya dari 6 kasus baru tersebut 3 kasus diantaranya berasal dari dua Kabupaten di wilayah pegununga Papua.

Selain jumlah pasien positif yang terus naik, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Dalam Pengawasan (PDP) juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Data dari Satgas Covid-19 Papua, per tanggal 14 April 2020, jumlah ODP di Papua adalah 3229 sedangkan PDP sebanyak 88 orang.

Jubir Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule mengaku laju tingkat penyebaran covid-19 di Papua di Pengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya tingkat kesadaran warga yang masih rendah untuk mematuhi aturan yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah.

“Banyak faktor yang mempengaruhi laju penyebaran Covid di Papua, salah satunya warga masih belum ware dan masih banyak yang tidak mengindahkan aturan yang sudah di umumkan oleh pemerintah, masih banyak yang berkumpul dan masih banyak juga yang keluar rumah untuk keperluan yang tidak penting, “Kata Sumule kepada Pers, Senin (13/04/20).

Menurut Sumule, sebenarnya Pemerintah daerah sudah sangat serius menangani kasus Covid-19 di Papua, “Dengan peningkatan status dari siaga mengjadi tanggap darurat ini salah satu bukti pemerintah Papua serius menangani covid-19 di Papua, namun semua itu kembali lagi ke masyarakat, mau taat atau tidak, “Katanya.

Dijelaskan Sumule, sebenarnya dengan status tanggap darurat ini Pemerintah sudah bisa menggunakan penegakan hukum untuk menindak warga yang belum taat, “Sebenarnya dengan status tangap Darurat ini adalah pembatasan sosial yang di perluas dan di perketat, sebelumnya hanya pembatasan sosial yang di perluas, “Kata Sumule.

Lanjutnya, Dengan status tanggap darurat ini bisa di kenakan tindakan hukum bagi warga yang melangar aturan yang sudah di buat, “lanjutnya.

Terkait opsi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Papua, Sumule menjelaskan bila status tanggap darurat ini sudah sama dengan PSBB, namun istilahnya saja yang beda, dan penerapannya di lapangan yang belum maksimal.

“ Memang kita di Pemprov belum pernah pernah mengajukan PSBB ke pusat, namun sebenarnya apa yang tersalur di putusan Gubernur Papua pada status tanggap darurat itu sudah terapkan aturan-aturan yang ada di PSBB itu, “Jelas Sumule.

Sementara itu Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad mengaku untuk penerapan PSBB di Papua, pihaknya harus meminta ijin dulu ke pemerintah Pusat, Pasalnya PSBB ada ketentuan – ketentuan yang harus dipenuhi. Hal inilah yang belum dilakukan di Papua.

 “Saat ini kita sedang pertimbangkan, karena PSBB sebenarnya yang kita sebutkan Pembatasan Sosial berskala luas yang diperluas. Kita ini sebenarnya sudah memulai setengah daripada PSBB ini sebenarnya. Walaupun kita tidak membatasi seperti Jakarta, tidak boleh lebih dari lima orang. Tetapi kita sebutkan tidak boleh ada keramaian, yang melakukan kegiatan. Yang mengumpulkan orang banyak,”jelas Musa’ad kepada Pers, Rabu (14/04/20).

Akan tetapi diakuinya pemerintah belum bertindak tegas soal berapa banyak pembatasan orang di keramaian. Selain itu juga pemerintah provinsi belum mengatur waktu kendaraan – kendaraan dan juga toko – toko menyangkut cara duduk ditengah wabah ini.

“Kalau sudah PSBB kan tegas seperti itu. Ini yang belum dilakukan. Karena PSBB banyak syarat-syaratnya. Karena fasilitas kita juga sangat terbatas. Kita tidak mau gegabah mengusulkan itu. Kemudian ditolak oleh Jakarta,”Tegasnya. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAN Dukung 7 Kandidat Pilkada di Papua, 4 Paslon Kantongi B1KWK

    PAN Dukung 7 Kandidat Pilkada di Papua, 4 Paslon Kantongi B1KWK

    • calendar_month Sab, 8 Agu 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 2.464
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com –  Partai Amanat Nasional (PAN) telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dan rekomendasi kepada tujuh pasangan bakal calon (Balon) Pilkada 2020 di Papua. Menurut Sekretaris DPW PAN Papua, Yulianus Rumbairusi, empat diantaranya telah mengantongi B1KWK atau Surat Keputusan (SK) partai politik tentang persetujuan paslon dari Partai Amanat Nasional (PAN). “Ada tujuh daerah yang kita […]

  • Tabrakan Maut di Nabire, 5 Orang Tewas

    Tabrakan Maut di Nabire, 5 Orang Tewas

    • calendar_month Sab, 29 Apr 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Tabrakan maut antara dua motor mengakibatkan 5 orang meninggal dunia. Kecelakaan maut itu terjadi di depan Gudang Workshop Gel Gel Jalan Poros Nabire Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (28/4/2023) sekitar pukul 19.30 WIT. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo saat dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. Benny mengatakan kejadian […]

  • Ketua GPPI Wilayah Lapago Minta Pemerintah Serius Berantas Aktifitas Judi di Wamena   

    Ketua GPPI Wilayah Lapago Minta Pemerintah Serius Berantas Aktifitas Judi di Wamena  

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Wamena Topikpapua.com, – Aktifitas judi togel hingga kini masih merajalela di Kota Wamena, Jayawijaya, Papua. Padahal, arahan tegas telah disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh jajarannya untuk menindak segala bentuk judi online. Sebagaimana dilansir dari media online Sambar.id bahwa Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Sonni Lokobal, turut angkat bicara terkait maraknya judi […]

  • Bupati Namia Berikan Bantuan Bagi 20 Pelaku Usaha Kecil di Nduga

    Bupati Namia Berikan Bantuan Bagi 20 Pelaku Usaha Kecil di Nduga

    • calendar_month Kam, 7 Jul 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Keneyam, Topikpapua.com, – Penjabat (Pj) Bupati Nduga, Namia Gwijangge kembali berempati dengan  memberikan bantuan modal usaha kepada 11 pelaku usaha Asli Nduga di Keneyam, Kamis (7/7/2022). Sebelumnya, Bupati Namia menyerahkan bantuan yang sama modal kepada 9 pelaku usaha yang merupakan orang asli Nduga. Dengan demikian, total pelaku usaha yg sudah diberikan bantuan modal pada tahap […]

  • Buka Musda ke-IV Partai Hanura, Ini Pesan Gubernur Fakhiri

    Buka Musda ke-IV Partai Hanura, Ini Pesan Gubernur Fakhiri

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Gubernur Papua Matius D Fakhiri meminta partai Hanura harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan suara rakyat dengan kebijakan publik. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Musyawarah Daerah ke IV Partai Hanura di Jayapura, Papua, Jumat (7/11/2025). “Partai politik memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah untuk memperkuat demokrasi dan menyalurkan aspirasi rakyat, dan […]

  • Polda Papua Tetapkan 3 Anggota KNPB Timika Tersangka Kasus Makar

    Polda Papua Tetapkan 3 Anggota KNPB Timika Tersangka Kasus Makar

    • calendar_month Kam, 10 Jan 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,  – Polda Papua akhirnya menetapkan tiga orang anggota KNPB Timika sebagai Tersangka kasus Makar. Ketiga nya adalah SA (51), ED (22) dan YA (28) yang merupakan wakil ketua KNPB Wilayah Timika. Sebelumnya pada tangal 8 – 9 Januari lalu penyidik Sat Reskrim Polres Mimika yang diback up penyidik Dit Reskrimum Polda Papua melakukan […]

expand_less