Kembali Memanas, Kapolda dan Pangdam Kunjungi Wamena
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 13 Okt 2019
- visibility 5.665
- comment 0 komentar

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab saat tiba di bandara Wamena / ist
Wamena, Topikpapua.com, – Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab mengunjungi Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Kedua putra Asli Papua tersebut datang untuk mengecek secara langsung kondisi wamena pasca tragedi penikaman terhadap seorang warga di daerah Woma sabru siang.
Kapolda Papua bersama dengan Pangdam XVII Cenderawasih tiba di Wamena dengan menggunakan pesawat herkules TNI dan disambut oleh Kapolres Jayawijaya AKBP Tony Ananda, unsur forkopimda selanjutnya rombongan menuju ke Kodim 1702 Jayawijaya.
” Saya mewakili Kepolisian Daerah Papua menyampaikan duka cita kepada keluarga yang kemarin menjadi korban penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Pada hari ini saya bersama dengan Pangdam XVII hadir disini tentu karena akibat kejadian kemarin, ” Ungkap Kapolda.
Dijelaskan Kapolda bila semua elemen masyarakat di Jayawijaya sebelumnya sudah sepakat dan menyatakan kepada semua pihak bahwa Wamena sudah dalam keadaan aman dan kondusif, tetapi pada kenyataanya sampai dengan kemarin masih terjadi kekerasan yang merupakan bagian dari tindakan oknum oknum pelaku kekerasan yang masih berhubungan dengan kejadian pada tanggal 23 september yang lalu.
” Sehingga kami datang langsung kesini bersama dengan Pangdam, Danrem, Bupati dan Wakil Bupati, agar kita membahas dengan cepat menggali persoalan itu dan kemudian mendiskusikan permasalahan ini, ” Jelas Kapolda.
Lanjutnya, Kami sudah banyak mendapatkan informasi yang menuju ke perbuatan melanggar hukum, atas nama negara yang berlandaskan hukum kita harus tegakkan aturan hukum itu, kita mau melakukan upaya penegakan hukum dengan mengungkap pelaku langsung yang dilapangan, koordinator yang dilapangan dan mereka yang ada dibalik itu, siapa yang menyiapkan konsepsi ini kalau dilihat modusnya tidak parsial, waktunya secara bersamaan siapa yang menjadi komando pada rancangan itu kami sedang mencari semua itu, ini menjadi upaya kami.
” kekuatan kita cukup besar disini, kami hadir dengan satgas baik TNI dan Polri, kita mau menempatkan pos-pos dengan perkuatan yang signifikan kemudian kita mau melakukan razia, saya berharap kepada masyarakat untuk tidak membawa senjata tajam dan melaksanakan patroli skala besar untuk menyatakan bahwa sudah selesai persoalan itu, tidak bisa dibuat lagi dengan alasan-alasan rasisme, ada persoalan hal-hal yang menjadi ungkapan kekecewaan, ” Jelas Kapolda.
Dijelaskan Kapolda bila rangkaian kejadian bakar membakar kekerasan yang dilakukan pada tanggal 23 sudah bisa dipadamkan, kemudian beberapa pelaku sudah bisa ditangkap, situasi bisa dikendalikan dan juga ada pengungsian tetapi itu sudah bisa di eliminer hingga sudah bisa merasa nyaman sudah mulai ada aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat sekolah sudah mulai masuk, pemerintahan sudah bisa berjalan, kami melakukan upaya-upaya dengan membuat securiti barier dan Patroli.
Sementara itu di tempat yang sama Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab mengaku dari hasil diskusi bersama dengan Kapolda dan Forkompinda Jayawijaya, TNI-Polri siap untuk melakukan tindakan represif kepada siapa saja yang melakukan tindakan kekerasan di wamena.
” Tadi kita sudah rapat bersama Bupati dan Kapolda Papua bagaimana langkah tindakan kita, yang pertama kita tegas tidak ada lagi kita melaksanakan tindakan tindakan prefentif, tetapi kalau ada kejadian yang kita hadapi, kita akan represif supaya situasi ini semakin kondusif kedepan, ” Tegas Mayjen Herman.
Sebelumnya pada sabtu siang sekitar pukul 15.20 wit terjadi penghadangan yang berbuntut penikaman terhadap seorang warga atas nama Deri Datu Padang (30 tahun).
Penikaman terjadi saat korban dan seorang rekannya yang berprofesi sebagai tukang sedang mengendarai sepeda motor di daerah jembatan Woma menuju kota wamena.
Tepat di depan jembatan Woma keduanya lalu di hampiri oleh dua orang pelaku dan melakukan penikaman.
akibatnya korban Deri Datu yang saat itu mengendarai sepeda motor mengalami luka tusuk di perut sebelah kanan, sementara rekanya yang di bonceng terluka di bagian lutut dan bibir.
Pasca tertusuk, korban masih sempat melaju dengan sepeda motornya ke pos brimob di dekat pasar woma untuk melapor. korban lalu di larikan oleh anggota ke RSUD Wamena.
Korban Deri sempat mendapat perawatan medis di RSUD Wamena, namun sekitar pukul 16.50 korban tak tertolong.
Mengetahui salah satu warga nya meninggal akibat di tusuk OTK, masyarakat Toraja lalu menggotong jenasah Deri dari Rumah sakit menuju gedung tongkonan di jalan Irian. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




