Dirut PT Jamkrida Papua Ungkap Alasan Pendapatan Tembus 300 Persen dari Target
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- visibility 529
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Direktur Utama PT. Jamkrida Papua, Desty Pongsikabe mengaku keberhasilan PT Jamkrida Papua mampu melampaui target hingga 300 persen dari sasaran Pemerintah Daerah. Menurutnya ekspansi penjaminan kredit dan proyek ke luar Provinsi Papua menjadi kunci utama keberhasilan PT Jamkrida Papua.
” Kondisi fiskal daerah yang terbatas mendorong kami untuk berinovasi. Penjaminan diperluas ke Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan hingga Merauke. Target yang diberikan pemerintah daerah hampir tercapai tiga ratus persen. Kami berkreasi dan berinovasi menjamin kredit dan proyek di luar Papua,” kata Desty lewat rilis yang diterima Redaksi Topik, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, Memasuki tahun 2026, Jamkrida memasang target lebih moderat dengan penekanan manajemen risiko. Langkah ini sejalan dengan pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait pengelolaan risiko.
“Sekarang fokus kami kehati-hatian. Kami tetap menjamin kredit dan proyek, tetapi dengan pengendalian risiko yang lebih ketat,” ujar dia.
Salah satu kebijakan baru menurut Desty adalah membatasi peran agen penjaminan. Jamkrida memilih menempatkan personel sendiri di daerah untuk penerbitan sertifikat, sementara analisis tetap terpusat.
“Banyak manipulasi sertifikat oleh agen kami temukan di lapangan. Karena itu kami perkuat transparansi dan penetapan tarif sesuai aturan OJK,” ucap Desty.
Sementara itu, Direktur Keuangan Jamkrida Papua Edwin Maikel Jelmau menambahkan, target setoran dividen sebelumnya Rp400 juta, namun realisasi mencapai Rp1,3 miliar. Kontribusi ke pemerintah daerah diproyeksikan meningkat pada tahun buku 2025 yang akan disetor pada tahun 2026.
“Pendapatan unaudit kami sudah menembus Rp4 miliar. Potensi kontribusi ke pemerintah daerah sekitar Rp2 miliar,” ujar Edwin.
Menurut Edwin, ekspansi kantor penerbitan sertifikat ke dua provinsi tambahan dan penjaminan proyek jalan–jembatan Kementerian PUPR berpeluang menambah pendapatan. Pemerintah daerah juga mengarahkan proyek daerah untuk dijamin Jamkrida.
“Target tahun buku 2026 di kisaran Rp2,5 miliar sampai Rp3 miliar, dengan catatan situasi kondusif. Kami optimistis, sambil tetap mengutamakan pencadangan risiko,” lanjutnya.
Edwin menegaskan, angka final dividen menunggu audit eksternal dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. “Jamkrida memastikan seluruh pelaporan mengikuti ketentuan regulator dan diaudit independen,” pungkas Edwin.
PT Jamkrida Papua (Perseroda) adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Papua yang bergerak di bidang penjaminan kredit, surety bond, dan kontra bank garansi. Lembaga ini bertujuan mempermudah akses finansial bagi UMKM, meningkatkan ekonomi daerah, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




