Kasus Pembakaran Mahkota Cenderawasih, Kepala BBKSDA Bertemu Gubernur Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 27 Okt 2025
- visibility 1.234
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, — Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, Johny Santoso Silaban bertemu dengan Gubernur Papua untuk membahas langkah-langkah strategis pasca viralnya video pemusnahan mahkota cenderawasih dan bagian satwa dilindungi lainnya yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Pertemuan digelar di Ruang Kerja Gubernur, Senin (27/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BBKSDA Papua, Johny Santoso Silaban menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Gubernur Papua Matius Fakhiri dan seluruh masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa tindakan pemusnahan tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum positif dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, namun diakui belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek sosial dan budaya masyarakat adat Papua.
“Kami menjalankan tugas sesuai aturan hukum, tetapi memang ada keterbatasan dalam memahami dimensi budaya yang hidup di masyarakat. Karena itu, kami memohon arahan dan dukungan Bapak Gubernur agar ke depan bisa berjalan lebih baik dan selaras dengan kearifan lokal,” ujar Johny usai menggelar pertemuan.

Ia menjelaskan, BBKSDA Papua tidak memiliki fungsi penegakan hukum maupun perlindungan budaya secara langsung, sehingga kolaborasi lintas instansi menjadi penting.
Dalam hal ini, Gubernur Papua Matius Fakhiri memberikan arahan agar ke depan dilakukan sinkronisasi antara upaya pelestarian satwa endemik Papua seperti cenderawasih dengan pelestarian budaya masyarakat adat.
“Bapak Gubernur menekankan pentingnya dasar hukum yang kuat melalui penyusunan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Daerah Khusus (Perdasus). Dengan adanya payung hukum itu, maka langkah pelestarian satwa dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dan saling menghormati,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, BBKSDA Papua bersama pemerintah daerah akan melakukan program sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, termasuk pelatihan pembuatan mahkota cenderawasih imitasi atau replika ramah lingkungan sebagai alternatif dalam kegiatan adat dan budaya. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelestarian satwa sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat Papua. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




