Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Ini Alasan Polisi Bubarkan Peringatan HPI di Depan Kampus Uncen

Ini Alasan Polisi Bubarkan Peringatan HPI di Depan Kampus Uncen

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sel, 12 Mar 2019
  • visibility 462
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH., S.IK menuturkan aksi pembubaran paksa pihaknya terhadap sekumpulan massa yang mengatasnamakan gerakan Perempuan Revolusioner West Papua (GPR-WP) yang melakukan aksi demonstrasi di kampus Univesitas Cenderawasih (Uncen) pada hari jumat lalu, sudah sesuai dengan prosedur.

Menurut Akbp Gustav, pembubaran aksi demo tersebut lantaran pendemo tidak mengantongi ijin, bahkan aksi yang dilakukan sudah dikaji terlebih dahulu sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan surat keputusan Kapolri.

“Aksi itu kami bubarkan karena tidak mengantongi ijin, dimana sebelumnya kami sudah memberitahukan bahwa surat ijin keramaiaan yang masuk pun sudah dibalas dengan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) untuk menolak kegiatan aksi,” tegas Kapolres kepada Redaksi Topik, Selasa (12/03/19).

Kapolres pun menjelaskan alasan tidak diberikannya ijin karena beberapa faktor pertimbangan, antara lain aksi yang mereka lakukan tidak singkron dengan orasi yang disampaikan, disisi lain dari kaca mata pihak kepolisian aksi mereka nantinya dianggap menyimpang dari idiologi.

Kapolres juga menjelaskan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 penyampaian pendapat di muka umum haruslah koordinator aksi melakukan pemberitahuan ke pada pihak berwenang dengan segala prasyaratan yang telah diatur seperti maksud dan tujuan demo tersebut, melibatkan berapa banyak orang, rute pada aksi serta alat peraga dan tidak menyimpang dari idiologi Bangsa Kesatuan Republik Indonesia, sementara aksi yang dilakukan GPR-WP mengandung unsur separatis, maka dari itu pihak kepolisian mengambil tindakan dengan tidak memberikan ijin aksi.

“Aksi mereka untuk memperingati Womens day atau hari perempuan internasional, tapi aspirasi yang mereka nantinya akan digaungkan stop investasi militer, mengkritik pemerintah pusat hingga daerah yang tidak nyambung dengan peringatan hari perempuan, bahkan ada seruan Papua Merdeka. Yang lucunya hari perempuan namun pendemo wanita hanya dua orang sedangkan sisanya pria,” Terang AKBP Gustav.

Polisi saat membubarkan aksi demo peringatan HPI di depan kampus uncen / istimewa

Dijelaskan Kapolres, tidak semua masyarakat melakukan aksi dan tema sesuka hati, Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2017 tentang tata cara perizinan penyampaian pendapat di muka umum haruslah melakukan pemberitahuan ke pada pihak berwenang dengan segala prasyaratan yang telah diatur dan tidak menyimpang dari idiologi Bangsa Kesatuan Republik Indonesia, sementara aksi yang dilakukan GPR-WP mengandung unsur separatis, maka dari itu pihak kepolisian mengambil tindakan dengan tidak memberikan ijin aksi.

“Siapa saja boleh melakukan aksi namun harus sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku tidak serta-merta memasukan surat begitu saja dan melakukan aksi. Kami dari pihak kepolisain memberikan ijin setelah kami dalami dulu aksi yang akan dilakukan apabila tidak memenuhi unsur maka kami sampaikan,” Beber Kapolres

Terkait dengan informasi yang beredar di media sosial, bahwa ada unsur kekerasan aparat kepolisian dalam melakukan pembubaran puluhan massa waktu itu tidaklah benar malainkan diada-ada oleh segelintir oknum.

“Awalnya kami lakukan upaya persuasif, tapi malah kami dilempari batu sehingga kami lakukan pembubaran paksa,” terangnya.

Kapolres Gustav menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat apabila nantinya akan melakukan aksi demonstrasi agar terlebih dahulu memahami mekanisme dan aturan yang ada. “Kami tidak pernah untuk melarang siapa saja menyampaikan pendapat dimuka umum, tapi semuanya harus melalui mekanisme yang ada sesuai dengan aturan yang berlaku,” Pungkas AKBP Gustav R. Urbinas. ( Redaksi Topik )

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluar Sebagai Pemenang, Ini Pesan Mathius Fakhiri Kepada Rakyat Papua

    Keluar Sebagai Pemenang, Ini Pesan Mathius Fakhiri Kepada Rakyat Papua

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 666
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua pada Rabu Malam 20 Agustus 2025 secara resmi menetapkan pasangan Mathius D. Fakhiri – Aryoko Rumaropen (MARIYO) sebagai pemenang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua Tahun 2025. Paska-putusan KPU Provinsi Papua, ribuan pendukung Pasangan Mariyo yang sebelumnya menggelar konvoi kemenangan berkumpul dan memadati halaman salah satu […]

  • Pesawat Susi Air Berpenumpang 7 Orang Hilang Kontak di Paniai Papua

    Pesawat Susi Air Berpenumpang 7 Orang Hilang Kontak di Paniai Papua

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Pesawat Pilatus Porter PC-6 PK BVM milik Maskapai Susi Air dikabarkan hilang kontak di kawasan Distrik Duma, Kabupaten Paniai, Papua, Kamis (23/6/2022) pagi. Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan sebelumnya pesawat terbang dari Bandara Moses Kilangin Timika pada pukul 05.34 WIT dengan tujuan Distrik Duma Kabupaten Paniai dan dijadwalkan kembali ke […]

  • Ro Kota Jayapura 1.85, Pemkot Akan Evaluasi Status Adaptasi New Normal

    Ro Kota Jayapura 1.85, Pemkot Akan Evaluasi Status Adaptasi New Normal

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 724
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Walikota Jayapura, Benhur tomi Mano mengaku akan segera mengevaluasi status tatanan kehidupan baru penanganan covid-19 di kota jayapura, menyusul naiknya Ro covid-19 di kota jayapura. “Awal penerapan status new normal di kota jayapura Ro kita masih 0,85 namun sekarang sudah naik menjadi 1,85. Maka saya akan evaluasi status new normal ini, apakah […]

  • Gunakan Metode Gasing, Siswa SD Asal Nabire Jawab Pertanyaan Jokowi, Mama Ribka : Kami Bangga

    Gunakan Metode Gasing, Siswa SD Asal Nabire Jawab Pertanyaan Jokowi, Mama Ribka : Kami Bangga

    • calendar_month Jum, 24 Nov 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Nabire, Topikpapua.com, – Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM merasa bangga dan terharu melihat seorang siswi kelas IV SD asal Nabire, Fanita Tenouye mampu menjawab pertanyaan perkalian dari Presiden RI Joko Widodo. Momentum itu terjadi saat Presiden Jokowi bertemu dengan sejumlah pelajar di Biak Numfor, Provinsi Papua, Rabu (22/11/2023). Momentum itu kemudian […]

  • Gubernur Fakhiri Bertemu Menteri HAM-RI, Ini yang Dibahas

    Gubernur Fakhiri Bertemu Menteri HAM-RI, Ini yang Dibahas

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle topik papua
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Jakarta, Topikpapua.com, -Gubernur Papua Matius D Fakhiri melakukan audiensi dengan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, di kantor kementerian HAM RI di Jakarta, Kamis (21/1/2026). Menurut Gubernur Fakhiri, Audiensi tersebut membahas berbagai hal termasuk perlunya komunikasi yang intens antara kementrian HAM dengan Pemerintah Provinsi Papua, terlebih lagi karena Menteri HAM merupakan Putra Asli […]

  • Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Pasar Inpres Japut

    Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Pasar Inpres Japut

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Mayat pria ditemukan tak bernyawa di seputaran Pasar Inpres, Distrik Jayapura Utara, Kamis (23/07/20). Kapolsek Jayapura Utara Iptu Hendri M Bawilling, S.Sos.,MH mengatakan ditemukan pertama kali oleh rekannya, dimana ketika itu saksi mendapati korban dalam keadaan tertidur. “Karenq dipanggil berulang kali korban tidak merespon, maka rekan korban memberitahukan warga sekitar, dan mendapati […]

expand_less